Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Kasus Digitalisasi SPBU: Dua Saksi Mangkir, KPK Soroti Ketidakhadiran Tanpa Alasan

by jeje
Oktober 15, 2025
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo: News – Kasus dugaan korupsi proyek digitalisasi SPBU Pertamina kembali menjadi sorotan. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi bahwa dua saksi yang dijadwalkan hadir pada Senin (13/10/2025) tidak memenuhi panggilan tanpa memberikan alasan.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan, kedua saksi tersebut adalah Direktur Utama PT Hanindo Citra John Tangkey dan pegawai TRG Investama Aya Natalia. “Saksi satu dan dua tidak hadir tanpa ada konfirmasi,” kata Budi di Jakarta, Selasa (14/10/2025).

Dua Saksi Lain Ajukan Penjadwalan Ulang

Selain dua saksi tersebut, KPK juga memanggil Iskandarsyah selaku Business Development Head PT Hanindo Citra. Mereka juga memanggil Suhendra Kurniawan selaku Manajer Keuangan PT Hanindo Citra. Keduanya belum hadir, namun sudah mengajukan penjadwalan ulang pemeriksaan.

Menurut Budi, pemeriksaan saksi menjadi bagian penting dari proses penyidikan. Terutama dalam kasus yang melibatkan proyek digitalisasi SPBU di PT Pertamina (Persero) periode 2018–2023. KPK menilai ada indikasi penyimpangan sejak tahap awal pengadaan proyek ini.

Perjalanan Panjang Kasus

KPK menaikkan status perkara ini dari penyelidikan menjadi penyidikan pada September 2024. Beberapa bulan kemudian, tepatnya Januari 2025, lembaga antirasuah tersebut mulai memanggil sejumlah saksi. Tiga orang akhirnya ditetapkan sebagai tersangka pada 31 Januari 2025.

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Kini, penyidikan kasus ini memasuki tahap akhir. KPK bekerja sama dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk menghitung potensi kerugian negara yang muncul dari proyek bernilai besar tersebut.

Tersangka Lama Kembali Disorot

Pada 6 Oktober 2025, KPK mengungkapkan bahwa salah satu tersangka dalam kasus digitalisasi SPBU juga terlibat dalam perkara lain. Perkara tersebut adalah korupsi pengadaan mesin Electronic Data Capture (EDC) di Bank Rakyat Indonesia (BRI) periode 2020–2024.

Tersangka bernama Elvizar. Saat proyek digitalisasi SPBU, ia menjabat sebagai Direktur PT Pasifik Cipta Solusi. Kini ia menjadi Direktur Utama perusahaan yang sama dalam kasus EDC.

Refleksi atas Proyek Digital

Kasus digitalisasi SPBU menunjukkan bahwa proyek berbasis teknologi tidak selalu bebas dari praktik korupsi. Sistem digital dirancang untuk menciptakan transparansi, tetapi tanpa integritas pelaku, teknologi bisa menjadi tameng baru bagi penyimpangan.

KPK kini berupaya menuntaskan kasus ini. Tujuannya agar publik tahu bahwa transparansi sejati tidak lahir dari sistem semata. Tetapi dari komitmen manusia di baliknya. @jeje

Tags: digitalisasiKorupsi di IndonesiaKPKPertaminaspbu

Kamu Melewatkan Ini

Harley, Valas, dan Uang Rp145 Miliar: Jejak Korupsi Silmy Karim

Harley, Valas, dan Uang Rp145 Miliar: Jejak Korupsi Silmy Karim

by dimas
Juni 6, 2026

KPK menyita mobil sport, Harley, perhiasan, dan valas dari rumah Silmy Karim. Penyidik menelusuri dugaan korupsi izin tinggal WNA senilai...

Minyak, PKI, dan Militer: Kisah Permigan yang Hilang dari Sejarah

Minyak, PKI, dan Militer: Kisah Permigan yang Hilang dari Sejarah

by dimas
Mei 29, 2026

Permigan pernah menjadi saingan serius Pertamina. Di baliknya tersimpan kisah perebutan minyak, ideologi, dan kekuasaan yang membentuk sejarah Indonesia. Tabooo.id...

Rel Uang di Balik Rel Kereta: Ketika Proyek Negara Jadi Jalur Fee Elite

Rel Uang di Balik Rel Kereta: Proyek Negara Jadi Jalur Fee Elite?

by teguh
Mei 29, 2026

Rel kereta seharusnya membawa orang sampai tujuan. Namun dalam kasus dugaan korupsi proyek jalur kereta di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA)...

Next Post
Bus Terbakar di Tol Kelapa Gading, Kerugian Capai Rp 2 Miliar

Bus Terbakar di Tol Kelapa Gading, Kerugian Capai Rp 2 Miliar

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id