• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Minggu, Maret 22, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News Nasional

Evakuasi Tuntas, Seluruh Penumpang ATR 42-500 Dinyatakan Tewas

Januari 23, 2026
in Nasional, News
A A
Evakuasi Tuntas, Seluruh Penumpang ATR 42-500 Dinyatakan Tewas

Evakuasi jenazah korban ATR 42-500 dari jurang terjal Gunung Bulusaraung, Pangkep, melalui jalur udara. (Foto: Polres Pangkep)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Duka menyelimuti Sulawesi Selatan saat tujuh mobil ambulans membawa jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, Jumat (23/1/2026) siang. Iring-iringan tersebut mengangkut seluruh korban yang tim SAR gabungan evakuasi dari lokasi jatuhnya pesawat di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep.

Kedatangan jenazah itu langsung memicu tahapan krusial penanganan lanjutan. Tim medis dan forensik segera memulai proses identifikasi untuk memastikan identitas korban. Bagi keluarga, rumah sakit kini menjadi tempat terakhir mencari kepastian atas nasib orang-orang tercinta yang tak pernah kembali dari penerbangan tersebut.

RelatedPosts

Harga Bitcoin Melemah di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

Ambulans Tiba Bersamaan, Tim DVI Bergerak Cepat

Pantauan di lapangan menunjukkan tujuh ambulans memasuki Instalasi Forensik RS Bhayangkara secara bersamaan sekitar pukul 14.36 WITA. Personel TNI dan Polri mengawal ketat perjalanan iring-iringan sejak keluar dari area evakuasi hingga tiba di rumah sakit.

Begitu ambulans berhenti, petugas Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan langsung menerima kantong-kantong jenazah melalui prosedur resmi. Tim medis kemudian menyiapkan pemeriksaan post-mortem guna mengidentifikasi korban secara bertahap dan akurat.

Petugas DVI menjalankan seluruh tahapan sesuai standar internasional. Mereka memeriksa kondisi fisik jenazah, mencocokkan data medis, serta menghimpun informasi pendukung dari keluarga korban untuk mempercepat proses identifikasi.

Jalur Udara Jadi Andalan di Medan Berbahaya

Medan ekstrem Gunung Bulusaraung memaksa tim SAR gabungan mengandalkan jalur udara sebagai satu-satunya cara evakuasi. Helikopter Caracal milik TNI Angkatan Udara mengangkut jenazah dari lokasi jatuh pesawat yang berada di jurang curam dan kawasan terjal.

Pada Jumat pagi sekitar pukul 08.25 WITA, helikopter lepas landas dari Base Ops Lanud Sultan Hasanuddin. Tiga belas menit kemudian, helikopter tiba di titik kecelakaan dan langsung mengangkat jenazah menggunakan teknik hoisting dengan jaring serta tali pengaman. Sekitar pukul 09.08 WITA, helikopter kembali ke pangkalan dengan membawa seluruh kantong jenazah yang berhasil tim kumpulkan.

Basarnas Pastikan Tak Ada Korban Selamat

Tim SAR gabungan akhirnya menyampaikan kepastian paling pahit. Kepala Basarnas Mohammad Syafii menegaskan seluruh penumpang pesawat ATR 42-500 meninggal dunia. Tim menemukan total sepuluh jenazah, baik dalam kondisi utuh maupun berupa bagian tubuh.

Syafii menjelaskan bahwa tim menemukan jenazah terakhir sekitar pukul 08.40 WITA. Ia juga menyoroti beratnya proses pencarian karena lokasi korban tersebar di jurang dengan kedalaman bervariasi, mulai dari 100 meter hingga lebih dari 500 meter dari puncak gunung.

Di lapangan, suasana emosional tak terhindarkan. Kasi Ops Basarnas Makassar, Andi Sultan, tampak menahan air mata saat menyampaikan kepastian bahwa kecelakaan ini tidak menyisakan satu pun korban selamat.

Keluarga Menanti, Negara Dapat Sorotan

Hingga sore hari, keluarga korban terus mendatangi Posko DVI di RS Bhayangkara Makassar. Mereka menunggu dengan cemas sambil berharap proses identifikasi berjalan cepat dan transparan agar pemakaman dapat segera dilakukan.

Tragedi ini kembali menyorot kesiapan sistem keselamatan penerbangan nasional sekaligus kecepatan negara dalam menangani krisis kemanusiaan. Di balik prosedur medis dan pengamanan ketat, keluarga korban harus menerima kenyataan pahit dalam sekejap.

Pesawat memang jatuh di pegunungan. Namun, publik kini bertanya lebih tajam apakah keselamatan penerbangan sungguh menjadi prioritas, atau hanya kembali diperhatikan setiap kali tragedi merenggut nyawa? @dimas

Tags: ATR 42500DukaEvakuasijatuhKecelakaanKeselamatanMakassarPangkeppenerbanganPesawatRS BhayangkaraSARSulawesiSelatantewasTragediUdara
Next Post
Kejar Jambret hingga Tewas, Pakar UGM: Tersangka Bisa Bebas

Kejar Jambret hingga Tewas, Pakar UGM: Tersangka Bisa Bebas

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

    KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trump Beri Ultimatum 48 Jam ke Iran untuk Buka Selat Hormuz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi dalam Dua Gelombang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gelar Griya di Istana, Prabowo Satukan Elite Politik dalam Suasana Lebaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Karaton ke Masjid Agung, Gunungan Garebeg Pasa Jadi Rebutan Ratusan Warga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.