Minggu, Juni 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Serpihan dan Dokumen Pilot Ditemukan Dalam Pencarian ATR 42-500

by dimas
Januari 18, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Pencarian pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang diduga jatuh di kawasan Gunung Maros, Sulawesi Selatan, memasuki fase krusial. Seiring berjalannya operasi SAR, sejumlah temuan penting mulai mengerucutkan dugaan lokasi kecelakaan sekaligus mempersempit ruang harapan.

Pesawat buatan tahun 2000 dengan nomor seri 611 itu sebelumnya dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026) siang, saat bersiap mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. Pesawat tersebut lepas landas dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta dan membawa sepuluh orang kru serta penumpang.

Dalam fase pendekatan ke Makassar, Air Traffic Control mendapati pesawat tidak berada di jalur seharusnya. Petugas lalu menginstruksikan koreksi posisi. Namun, tak lama berselang, komunikasi terputus.

Sejak itu, operasi pencarian bergerak melawan medan berat dan cuaca yang tak ramah.

Puing Pesawat dan Buku Pilot di Lereng Gunung

Titik terang pertama muncul dari lereng Gunung Bulusaraung. Seorang pendaki yang berada di kawasan tersebut menemukan enam serpihan yang diduga kuat bagian dari badan pesawat ATR 42-500. Tim SAR gabungan segera mengevakuasi temuan itu.

Ini Belum Selesai

Suran Agung PSHW ke-123: Madiun Mengawal Persaudaraan

TABOOO Corner Hadir di Winongo, Buka Ruang Membaca Realitas

Sekretaris BPBD Pangkep, Muhammad Arsyad, mengatakan serpihan tersebut mencakup bagian yang menyerupai dinding luar pesawat. Selain puing logam, tim juga menemukan dokumen yang diduga sebagai buku milik pilot.

Temuan itu langsung dibawa ke Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, sebelum akhirnya diamankan di Mapolres Pangkep untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Posko Didirikan, Helikopter Dikerahkan

Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, memastikan seluruh serpihan kini berada dalam pengamanan aparat. Ia menyebut temuan tersebut memberi harapan sekaligus tantangan baru bagi tim SAR.

Untuk mempercepat pencarian, tim gabungan mendirikan posko utama di Desa Tompobulu. Dari titik ini, personel akan kembali menyisir area sekitar lokasi temuan, baik melalui jalur darat maupun udara.

TNI AU juga menyiapkan satu unit helikopter Caracal untuk membantu pencarian dari udara. Namun, awan tebal dan jarak pandang terbatas sempat menghambat operasi sore sebelumnya.

“Pagi ini kami upayakan bergerak secepat mungkin begitu cuaca memungkinkan,”ujar Bangun.

Penumpang Termasuk Pegawai KKP

Di tengah pencarian, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengonfirmasi bahwa tiga pegawai KKP berada di dalam pesawat tersebut. Ketiganya menjalankan tugas negara berupa pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan dari udara.

Ketiga pegawai itu adalah Ferry Irawan, analis kapal pengawas; Deden Mulyana, pengelola barang milik negara; serta Yoga Naufal, operator foto udara. Kehadiran mereka menegaskan bahwa penerbangan ini bukan sekadar penerbangan biasa, melainkan bagian dari misi pengawasan negara.

Otoritas Pastikan Prosedur Penerbangan Dipatuhi

Dari sisi keberangkatan, PT Angkasa Pura Bandara Adi Sucipto Yogyakarta menegaskan bahwa pesawat telah menjalani seluruh prosedur standar penerbangan. General Manager Bandara Adi Sucipto, Kolonel Pnb. Wibowo Cahyono Soekadi, menyatakan pesawat lepas landas pukul 08.08 WIB tanpa kendala administratif maupun teknis di darat.

Ia menambahkan seluruh pemeriksaan keamanan, mulai dari X-ray hingga proses boarding, berjalan sesuai ketentuan. Data bandara juga mencatat jumlah penumpang dan kru sebanyak sepuluh orang.

Sementara itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyebut kondisi cuaca di jalur penerbangan relatif sedikit berawan, dengan jarak pandang sekitar delapan kilometer saat pesawat hilang kontak.

Dugaan KNKT: Tabrakan dengan Gunung

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mulai menyampaikan dugaan awal. Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menyebut kemungkinan pesawat menabrak gunung, yang dapat menjelaskan mengapa Emergency Locator Transmitter (ELT) tidak memancarkan sinyal darurat.

Menurut Soerjanto, benturan keras dengan medan pegunungan kerap merusak ELT hingga tak lagi berfungsi. Akibatnya, tim SAR kehilangan salah satu alat bantu utama untuk melacak lokasi jatuhnya pesawat.

“Kalau benar terjadi tabrakan dengan gunung, ELT bisa hancur dan tidak mengirim sinyal apa pun,” ujarnya.

Menunggu Jawaban di Medan Sunyi

Kini, harapan publik bertumpu pada puing-puing di Bulusaraung dan ketahanan tim SAR menembus medan ekstrem. Bagi keluarga penumpang, setiap serpihan bukan sekadar benda mati, melainkan potongan jawaban yang ditunggu dengan cemas.

Di pegunungan Maros, pencarian terus bergerak perlahan sementara waktu, cuaca, dan ketidakpastian berjalan lebih cepat. @dimas

Tags: ATR 42500BasarnasjatuhKeselamatanMarospenerbanganPesawatSulawesi Selatan

Kamu Melewatkan Ini

Ledakan dari Masa Lalu: Bom Sisa Perang Dunia II Paksa Warga Biak Tinggalkan Rumah

Ledakan dari Masa Lalu: Bom Sisa Perang Dunia II Paksa Warga Biak Tinggalkan Rumah

by teguh
Juni 3, 2026

Suara ledakan bom sisa perang dunia II itu mengakhiri ketenangan siang di pesisir Biak. Dalam hitungan detik, rumah-rumah berguncang, puing...

Bom Perang Dunia II: Ketika Sisa Bom Tahun 1944 Meledak di Tahun 2026

Bom Perang Dunia II: Ketika Sisa Bom Tahun 1944 Meledak di Tahun 2026

by teguh
Juni 2, 2026

Ledakan dahsyat yang mengguncang Kampung Yenures, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua, pada Minggu (31/05/2026) sore, awalnya terlihat sebagai...

Bom Perang Dunia II Meledak di Biak, Puluhan Rumah Hancur dalam Sekejap

Bom Perang Dunia II Meledak di Biak, Puluhan Rumah Hancur dalam Sekejap

by teguh
Juni 1, 2026

Ledakan dahsyat mengguncang Kampung Yenures, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua, Minggu (31/05/2026) sore. Bom Perang Dunia II yang...

Next Post
Pesawat ATR yang Hilang Kontak Ditemukan di Puncak Bulusaraung

Pesawat ATR yang Hilang Kontak Ditemukan di Puncak Bulusaraung

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id