Kamis, Juni 11, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Bali Naikkan Standar: Saldo Wisman Bakal Dicek

by sigit
Januari 15, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Bali bersiap menaikkan standar tamu. Pada 2026, Pemerintah Provinsi Bali merancang kebijakan kontroversial: mengecek saldo rekening tabungan wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Pulau Dewata. Targetnya jelas Bali hanya ingin dikunjungi wisatawan yang “berkualitas”, kuat secara ekonomi dan tertib secara perilaku.

Namun hingga kini, kebijakan itu masih sebatas rencana. Kepala Seksi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Husnan Handano, menegaskan bahwa pengecekan saldo belum berlaku. Wisman masih masuk Bali dengan skema lama.

“Tidak ada (wisman harus menyertakan bukti tabungan saat masuk ke Bali),” kata Husnan, Kamis (15/1/2026).
“Iya, masih Visa on Arrival,” sambungnya.

Bali Tak Mau Lagi Jadi Tujuan Wisata Murah

Gubernur Bali I Wayan Koster sebelumnya terang-terangan membuka arah kebijakan baru itu. Ia menyebut saldo tabungan wisman dalam tiga bulan terakhir akan menjadi salah satu indikator masuk.

“Salah satu aspek pariwisata berkualitas adalah berapa uangnya tiga bulan terakhir di buku tabungan,” ujar Koster di Gianyar, Kamis (1/1/2026).

Ini Belum Selesai

Harga Pertamax Melonjak, Dompet Rakyat Kian Tercekik

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Tak hanya uang, Pemprov Bali juga ingin memeriksa rencana perjalanan wisman: berapa lama tinggal, ke mana pergi, dan apa saja aktivitasnya. Bali ingin tahu sejak awal siapa yang datang dan dengan niat apa.

Koster berdalih, aturan ini soal kesetaraan. Banyak negara sudah lebih dulu menerapkan syarat finansial ketat kepada WNI. Bali, katanya, hanya menyamakan posisi.

Angka Wisman Tinggi, Masalah Ikut Mengalir

Data Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian (SIMKIM) menunjukkan, 15 juta perlintasan keluar-masuk terjadi di Bandara I Gusti Ngurah Rai sepanjang 2025. Angka itu naik 14 persen dibanding tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, 6,9 juta merupakan wisatawan mancanegara.

Namun ramainya kunjungan tak selalu berbanding lurus dengan ketertiban. Sepanjang 2025, Imigrasi menolak 1.326 WNA masuk Indonesia. Selain itu, petugas juga menunda keberangkatan 1.221 orang, gabungan WNA dan WNI.

Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Winarko, menyebut langkah itu sebagai upaya preventif menjaga keamanan dan kepatuhan hukum. Sepanjang tahun, imigrasi mencatat 2 kasus pidana keimigrasian dan 912 tindakan administratif, mulai dari deportasi hingga pembatalan izin tinggal. Tim intelijen bahkan turun lewat 1.196 patroli dan 450 kegiatan pengawasan.

Siapa Diuntungkan, Siapa Tertekan?

Jika aturan saldo tabungan benar-benar berlaku, Bali diuntungkan. Pariwisata berpotensi lebih tertib, citra pulau terjaga, dan beban sosial bisa ditekan. Pelaku usaha kelas menengah-atas juga bakal senyum, karena pasar yang datang lebih “siap belanja”.

Sebaliknya, wisatawan ransel tipis dan turis bermodal pas-pasan terancam tersingkir. Bali tak lagi ramah bagi siapa pun yang sekadar datang tanpa bekal—baik uang maupun etika.

Bali tampaknya ingin mengirim pesan tegas: pintu masih terbuka, tapi tidak untuk semua orang. Sebab di Pulau Dewata, mulai sekarang, liburan bukan cuma soal niat jalan-jalan, tapi juga soal isi rekening. (red)

Tags: balibandaraimigrasi

Kamu Melewatkan Ini

NIK Bocor, OTP Jebol: Salah Hacker atau Negara Terlambat?

NIK Bocor, OTP Jebol: Salah Hacker atau Negara Terlambat?

by teguh
Mei 17, 2026

Pernah tiba-tiba dapat OTP padahal kamu tidak login apa-apa? Atau mendadak muncul SMS pinjaman yang tidak pernah kamu ajukan? Kalau...

NIK Kamu Sudah Dijual, Negara Baru Sibuk di Hilir

NIK Kamu Sudah Dijual, Negara Baru Sibuk di Hilir

by teguh
Mei 16, 2026

Bayangkan NIK Kamu sudah dijual seseorang? mereka memakai identitasmu untuk membuka akses digital, membeli nomor telepon, lalu melewati sistem keamanan...

Kejahatan Siber Naik Level: Indonesia Tak Lagi Sekadar Pasar, Tapi Markas

Kejahatan Siber Naik Level: Indonesia Tak Lagi Sekadar Pasar, Tapi Markas

by dimas
Mei 10, 2026

Kejahatan siber di Indonesia kian terorganisir dan lintas negara. Namun di balik penggerebekan besar jaringan judi online di Jakarta dan...

Next Post
Masjid Kuncen, Jejak Awal Islam dan Kekuasaan di Madiun

Masjid Kuncen, Jejak Awal Islam dan Kekuasaan di Madiun

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id