Kamis, Juni 11, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

AS Ngotot Caplok Greenland, Eropa Pasang Pasukan, Warga Lokal Cuma Nonton

by sigit
Januari 13, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Ketegangan geopolitik di Arktik meningkat setelah Presiden AS Donald Trump kembali menegaskan ambisinya menguasai Greenland. Ia menyebut pulau itu vital untuk keamanan nasional dan strategi menahan pengaruh Rusia serta China. Sementara itu, Kepala NATO Mark Rutte menekankan bahwa aliansi sedang merancang cara memperkuat keamanan Arktik tanpa mendukung klaim Trump secara langsung.


AS Ingin Greenland, Eropa Geli

Trump tidak sekadar bicara: ia menegaskan Amerika Serikat harus memiliki Greenland “dengan cara apa pun.” Ia menekankan pulau itu krusial untuk mencegah Rusia dan China mengambil alih wilayah strategis.

Langkah Trump membuat banyak sekutu di Eropa geleng-geleng kepala. Pemerintah Greenland dan Denmark menolak keras kemungkinan pengambilalihan AS dan menegaskan akan memperkuat pertahanan mereka melalui NATO.

Di sisi lain, para pemimpin Eropa mengusulkan penempatan pasukan NATO di Greenland agar Washington tidak mendominasi kawasan. Diskusi tentang strategi baru ini masih berlangsung, tetapi belum ada keputusan konkret.


Siapa yang Diuntungkan?

Amerika Serikat (Trump): Trump menilai Greenland sebagai aset strategis. Pulau ini penting karena lokasi, sumber daya, dan posisi militernya di tengah persaingan global dengan China dan Rusia. Pernyataannya menunjukkan bahwa AS siap melakukan apa saja untuk mengamankan pulau itu.

Ini Belum Selesai

Harga Pertamax Melonjak, Dompet Rakyat Kian Tercekik

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Sekutu NATO yang Ingin Keamanan Arktik Negara-negara Eropa dan Kanada menerima sinyal bahwa NATO semakin memperhatikan keamanan Arktik. Namun, mereka tetap menghindari konflik internal antaranggota aliansi.


Siapa yang Dirugikan?

Greenland dan Denmark: Pemerintah Greenland dan Denmark menegaskan pulau itu tidak “untuk dijual.” Ambisi AS bisa merusak hubungan bilateral dan memicu krisis kedaulatan.

NATO Secara Kolektif: Tekanan atau ancaman militer dari anggota besar bisa melemahkan solidaritas aliansi. Beberapa analis bahkan menyebut tindakan militer terhadap Greenland berpotensi menghancurkan NATO.

Masyarakat Arktik: Warga lokal Greenland berisiko terjebak di antara klaim negara-negara kuat, padahal mereka punya sedikit suara menentukan masa depan wilayah mereka.


Ketegangan yang Menjadi Cerita Dunia

Washington menyatakan tujuan mereka demi keamanan global, tetapi lawan bicara menyebut langkah itu imperialistik dan berpotensi merusak tatanan internasional. Meskipun kesepakatan kolektif terdengar ideal, perbedaan antara klaim kedaulatan dan kerja sama kini semakin nyata.

Pada akhirnya, cerita ini bukan sekadar soal siapa menguasai pulau es terbesar dunia. Pertanyaannya adalah apakah kekuatan besar akan terus menyusun ulang peta dunia sambil mengabaikan suara mereka yang paling terdampak. Di tengah drama politik global, kita pun harus bertanya apakah keamanan sejati lahir dari kerja sama, atau dari dominasi yang dipaksakan? (red)

Tags: ArktikASDenmarkDonald TrumperopaGreenlandNATOpresiden

Kamu Melewatkan Ini

Dua Musuh, Satu Kepentingan

Dua Musuh, Satu Kepentingan

by dimas
Juni 7, 2026

Di balik ancaman dan negosiasi yang tak berujung, AS dan Iran ternyata terjebak dalam kepentingan yang sama: sama-sama membutuhkan lawannya...

Damai atau Jeda Perang? AS dan Iran Mulai Mainkan Narasi Baru

Damai atau Jeda Perang? AS dan Iran Mulai Mainkan Narasi Baru

by dimas
Mei 24, 2026

AS dan Iran menunjukkan sinyal damai baru. Namun di balik negosiasi dan pembukaan Selat Hormuz, dunia masih mencium ancaman konflik...

Sertifikasi Naik, Tekanan Ikut Naik: Kisah Sunyi di Balik Profesi Guru

Sertifikasi Naik, Tekanan Ikut Naik: Kisah Sunyi di Balik Profesi Guru

by teguh
Mei 2, 2026

Pagi itu, di sebuah ruang kelas sederhana pada masa awal kemerdekaan, seorang guru berdiri tanpa seragam resmi, tanpa tunjangan, bahkan...

Next Post
Prabowo Percepat Gedung Legislatif & Yudikatif di IKN

Prabowo Percepat Gedung Legislatif & Yudikatif di IKN

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id