Tabooo.id: Film – Cinta tak selalu jatuh di daratan. Kadang, ia tumbuh di ketinggian 30 ribu kaki dan jatuhnya bisa jauh lebih menyakitkan. Penerbangan Terakhir, film drama terbaru Indonesia, membawa penonton masuk ke dunia penerbangan yang tampak glamor di luar, tapi penuh intrik di balik pintu kokpit.
Film ini mengangkat skandal asmara pilot dan pramugari, bukan sebagai gosip murahan, tapi sebagai potret relasi kuasa, manipulasi emosi, dan cinta yang berubah jadi jebakan.
Pilot, Pramugari, dan Rahasia di Udara
Teaser trailer yang telah dirilis menampilkan Kapten Deva (Jerome Kurnia), pilot karismatik dengan dua kehidupan cinta. Di satu sisi, ia menjalin hubungan dengan Tiara (Nadya Arina), pramugari yang terbang bersamanya. Di sisi lain, Deva juga terlibat asmara dengan Nadia (Aghniny Haque).
Dua perempuan. Satu laki-laki. Dan banyak kebohongan yang terbang terlalu tinggi untuk disembunyikan.
Film ini tidak hanya bicara soal perselingkuhan, tapi juga tentang bagaimana perhatian bisa berubah jadi alat kontrol, dan bagaimana relasi romantis bisa berujung pada luka psikologis.
Drama yang “Fresh”, Tapi Terlalu Dekat dengan Realita
Disutradarai Benni Setiawan dan diproduseri Tony Ramesh serta Shalu T.M., Penerbangan Terakhir menjadi upaya VMS Studio menghadirkan drama Indonesia dengan latar yang jarang disentuh.
“Kami ingin memvisualkan cerita penerbangan yang sering kita dengar, tapi tidak pernah benar-benar kita lihat,” ujar Tony Ramesh.
Film ini dijadwalkan tayang 15 Januari 2026 di bioskop.
Jerome Kurnia dan Wajah Playboy yang Meyakinkan
Benni Setiawan menyebut Jerome Kurnia sebagai pilihan ideal untuk memerankan Kapten Deva. Bukan hanya soal tampilan, tapi juga kedalaman riset.
“Jerome meriset attitude pilot sampai pengetahuan teknis. Dan ia sangat pas menampilkan sosok laki-laki dengan sisi playboy,” kata Benni.
Jerome sendiri mengakui, Kapten Deva adalah tipe yang seharusnya masuk daftar merah.
“Karakter ini mungkin harus diwaspadai dan dijauhi. Jangan terlalu percaya sebelum benar-benar mengecek latar belakang seseorang,” ujarnya.
Pesan yang sederhana, tapi sering diabaikan.
Love Bombing dan Luka yang Diam-diam
Nadya Arina menggambarkan Tiara sebagai sosok polos yang keliru menafsirkan perhatian.
“Tiara tidak sadar bahwa semua yang diberikan Deva adalah bentuk love bombing,” ucapnya.
Sementara bagi Aghniny Haque, film ini berbicara tentang luka yang lebih dalam.
“Nadia adalah korban manipulasi pasangan. Itu membuatnya tumbuh jadi pribadi yang toksik dan destruktif,” katanya.
Di sini, film tidak menunjuk siapa yang paling salah tapi menunjukkan bagaimana relasi yang tidak sehat bisa merusak semua pihak.
Cinta di Udara, Kontrol di Darat
Penerbangan Terakhir bukan sekadar drama perselingkuhan. Ia adalah cerita tentang kuasa, manipulasi, dan kepercayaan yang disalahgunakan, dibungkus dalam dunia penerbangan yang selama ini terlihat rapi dan profesional.
Pertanyaannya sekarang bukan siapa yang jatuh cinta.
Tapi siapa yang sebenarnya sedang dikendalikan.
Dan ketika pesawat mendarat, apakah semua luka ikut turun atau justru tertinggal di udara? @jeje







