Minggu, Juni 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Presiden Jerman Tuding Kebijakan Luar Negeri AS Hancurkan Tatanan Dunia

by dimas
Januari 10, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier melontarkan kritik keras terhadap arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat (AS) di bawah Presiden Donald Trump. Ia menilai Washington kini menjauh dari semangat kerja sama internasional yang selama puluhan tahun menopang stabilitas global.

Dalam pandangannya, kebijakan AS tidak lagi memperkuat tatanan dunia, tetapi justru menggerusnya. Steinmeier menegaskan, perubahan arah ini berisiko melemahkan solidaritas transatlantik yang menjadi fondasi politik global pascaperang.

Peringatan dari Berlin

Steinmeier menyampaikan kritik tersebut dalam sebuah simposium di Berlin, pada Rabu (8/1/2026) malam. Dalam pidato yang jarang ia sampaikan secara terbuka, ia mengingatkan dunia agar tidak membiarkan tatanan internasional berubah menjadi “lubang perampok”.

Ia menggambarkan kondisi itu sebagai situasi ketika negara kuat bebas mengambil keuntungan tanpa menghormati keadilan, hukum internasional, dan norma bersama. Menurutnya, dunia tidak boleh tunduk pada logika kekuatan semata.

Sekutu Lama, Nilai yang Memudar

Steinmeier menilai kebijakan luar negeri AS saat ini mencerminkan kemunduran nilai dari sekutu utama Eropa. Ia menyebut Washington sebagai salah satu arsitek tatanan dunia pascaperang yang kini justru melemahkan bangunan yang pernah ia dirikan sendiri.

Ini Belum Selesai

Suran Agung PSHWTM ke-123, Persaudaraan Jadi Kekuatan

Pemerintah Janji Redam PHK, Tapi Industri Sudah Mulai Berguguran

Ia menautkan kebijakan Trump dengan meningkatnya ketidakpastian global. Steinmeier menyinggung langkah AS terhadap Venezuela yang memicu kecaman luas dari komunitas internasional. Baginya, kebijakan tersebut menunjukkan berkurangnya komitmen AS terhadap kerja sama multilateral.

Seruan Menjaga Aturan Global

Dalam pidatonya, Steinmeier menyerukan keterlibatan lebih luas dari negara-negara besar lain. Ia menyebut Brasil dan India sebagai contoh kekuatan global yang perlu ikut menjaga hukum internasional.

Menurut Steinmeier, dunia tidak bisa lagi menggantungkan stabilitas global pada satu negara. Ia menekankan pentingnya tanggung jawab kolektif untuk mencegah runtuhnya tatanan berbasis aturan.

Kepercayaan Publik Jerman Tergerus

Kritik Steinmeier mencerminkan kegelisahan yang berkembang di Eropa. Survei terbaru dari broadcaster publik Jerman menunjukkan sekitar 76 persen warga Jerman menilai AS tidak lagi dapat diandalkan sebagai mitra strategis.

Sebaliknya, hanya sekitar 15 persen responden yang masih menaruh kepercayaan pada AS. Banyak warga Jerman kini merasa lebih dekat dan bergantung pada negara-negara Eropa lain, seperti Prancis dan Inggris.

Sejumlah pemimpin Eropa juga mulai menyuarakan sikap serupa. Mereka menilai kebijakan luar negeri AS yang berfokus pada kepentingan domestik telah melemahkan semangat multilateral dan solidaritas internasional.

Dampak Nyata bagi Dunia

Ketegangan hubungan transatlantik tidak berhenti di level diplomasi. Ketidakpastian ini memengaruhi pasar, kebijakan keamanan, dan arah kerja sama global. Negara-negara kecil dan berkembang menjadi pihak yang paling rentan.

Selama ini, negara-negara tersebut bergantung pada sistem multilateral untuk menjaga stabilitas dan keamanan. Ketika aturan global melemah, mereka menghadapi risiko terbesar dalam persaingan kekuatan besar.

Sektor strategis seperti perdagangan, teknologi, dan lingkungan juga ikut terdampak. Ketika AS mengedepankan agenda “Amerika dulu”, negara lain terpaksa menyesuaikan kebijakan ekonomi dan diplomasi mereka.

Refleksi Akhir

Pernyataan terbuka Steinmeier menandai babak baru ketegangan hubungan AS dan Eropa. Kritik itu bukan sekadar perbedaan politik, melainkan peringatan tentang rapuhnya tatanan dunia.

Di balik jargon kedaulatan dan kepentingan nasional, tersimpan ironi yang tajam. Ketika negara adidaya sibuk mengamankan kepentingannya sendiri, dampak terbesarnya justru dirasakan oleh mereka yang paling lemah warga dunia yang berharap aturan tetap lebih kuat daripada kekuasaan. @dimas

Tags: Donald TrumpKebijakanKonflik DuniaNicolas Maduro

Kamu Melewatkan Ini

Dua Musuh, Satu Kepentingan

Dua Musuh, Satu Kepentingan

by dimas
Juni 7, 2026

Di balik ancaman dan negosiasi yang tak berujung, AS dan Iran ternyata terjebak dalam kepentingan yang sama: sama-sama membutuhkan lawannya...

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

by jeje
Mei 24, 2026

Lucu, ya. Kita hidup di zaman ketika semua orang tampak marah. Timeline penuh kritik. Warung kopi berubah jadi ruang debat...

Damai atau Jeda Perang? AS dan Iran Mulai Mainkan Narasi Baru

Damai atau Jeda Perang? AS dan Iran Mulai Mainkan Narasi Baru

by dimas
Mei 24, 2026

AS dan Iran menunjukkan sinyal damai baru. Namun di balik negosiasi dan pembukaan Selat Hormuz, dunia masih mencium ancaman konflik...

Next Post
Konsep Otomatis

Koalisi Sipil Tolak Usulan TNI Atasi Teroris

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id