Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Dokter Richard Lee akan Jalani Pemeriksaan di Polda Metro Hari Ini

by dimas
Januari 7, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Polda Metro Jaya kembali memanggil dr. Richard Lee untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen terkait produk dan “treatment” kecantikan. Polisi menjadwalkan ulang pemeriksaan, hari ini Rabu (7/1/2026) setelah Richard Lee tidak menghadiri panggilan pertama pada 23 Desember 2025.

Melalui pemanggilan ulang ini, penyidik memastikan proses hukum tetap berjalan tanpa hambatan.

Kuasa Hukum Tegaskan Klien Akan Hadir

Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat (Penmas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Reonald Simanjuntak, menyampaikan bahwa kuasa hukum Richard Lee telah mengonfirmasi kehadiran kliennya.

“Kuasa hukum sudah menyampaikan konfirmasi. Kliennya akan hadir,” kata Reonald. Meski begitu, penyidik masih menunggu kepastian jam kedatangan karena pemeriksaan diperkirakan berlangsung pada siang hari.

Laporan Konsumen Jadi Awal Kasus

Penyidik menetapkan Richard Lee sebagai tersangka pada 15 Desember 2025. Penetapan ini berawal dari laporan seorang konsumen pada 2 Desember 2024 dengan nomor LP/B/7317/XII/2024/SPKT Polda Metro Jaya.

Ini Belum Selesai

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Kasus ini bermula ketika konsumen yang disebut Reonald sebagai “doktif” membeli produk White Tomato seharga Rp670.000 melalui marketplace pada 12 Oktober 2024. Namun, setelah menerima barang, konsumen menemukan produk tersebut tidak mengandung White Tomato seperti yang tercantum dalam promosi.

Dugaan Produk Bermasalah Berulang

Selanjutnya, pada 23 Oktober 2024, konsumen membeli produk DNA Salmon seharga Rp1.032.700. Saat paket tiba, konsumen mendapati produk tanpa tutup dan kemasan yang terlihat telah dibuka ulang. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terkait kebersihan dan keamanan produk.

Kemudian, pada 2 November 2024, konsumen kembali membeli Miss V Stem Cell by Athena Group seharga Rp922.000. Polisi menemukan produk tersebut merupakan hasil repacking dari produk lain bernama REQ PINK.

Ancaman bagi Konsumen dan Industri Kecantikan

Kasus ini menyoroti tingginya risiko belanja daring, khususnya untuk produk kecantikan yang berkaitan langsung dengan kesehatan. Konsumen tidak hanya berpotensi mengalami kerugian finansial, tetapi juga menghadapi ancaman kesehatan akibat produk yang tidak memenuhi standar.

Pada saat yang sama, kasus ini mendorong publik menuntut pengawasan lebih ketat terhadap industri kecantikan agar kepercayaan masyarakat tidak terus terkikis.

Polisi Pastikan Penegakan Hukum

Polda Metro Jaya menegaskan komitmennya untuk mengusut kasus ini secara profesional dan transparan. Pemeriksaan terhadap Richard Lee menjadi langkah krusial untuk mengungkap dugaan pelanggaran hukum di bidang perlindungan konsumen dan kesehatan.

Selain itu, penyidik berupaya mencegah praktik serupa agar tidak kembali merugikan masyarakat di kemudian hari.

Peringatan bagi Konsumen dan Pelaku Usaha

Di tengah pesatnya pertumbuhan industri kecantikan dan belanja daring, konsumen perlu bersikap lebih kritis sebelum membeli produk. Sementara itu, pelaku usaha wajib menjaga kejujuran, transparansi, dan standar keamanan.

Sebab, ketika bisnis menyentuh keselamatan publik, kelalaian sekecil apa pun bisa berujung pada sanksi hukum dan runtuhnya reputasi. @dimas

Tags: KecantikanKesehatanKonsumenKriminal & HukumNasionalPerlindunganPolda Metro JayaProdukrichard leeSosial & Publiktransparansi

Kamu Melewatkan Ini

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

by jeje
Mei 13, 2026

Di banyak kota, aroma kopi kini terasa lebih mudah ditemukan di coffee Shop daripada ruang bicara yang jujur. Sudut jalan...

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

by jeje
Mei 12, 2026

Dandhy Laksono kembali jadi sorotan. Bukan karena kontroversi biasa, tetapi karena film dokumenternya, Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, memicu rasa...

Negara Bicara Pertumbuhan, Warung Kecil Bicara Cara Bertahan

Saat Negara Bicara Pertumbuhan, Warung Kecil Belum Selesai Bertahan

by jeje
Mei 9, 2026

Di tengah harga pangan yang terus naik, pedagang kecil mulai menghadapi dilema paling melelahkan: menaikkan harga jual dan kehilangan pelanggan,...

Next Post
Gunung Ile Lewotolok Meletus 218 Kali, Warga Diminta Waspada

Gunung Ile Lewotolok Meletus 218 Kali, Warga Diminta Waspada

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id