• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Sabtu, Maret 28, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News Regional

Kopi Makin Hits, Inflasi Ikut Panas: Wali Kota Solo Soroti Ledakan Coffee Shop

Januari 4, 2026
in Regional
A A
Kopi Makin Hits, Inflasi Ikut Panas: Wali Kota Solo Soroti Ledakan Coffee Shop

Ilustrasi: Wali Kota Solo, Jawa Tengah, Menyebut Menjamurnya Kafe Kopi atau Coffee Shop Turut Berkontribusi Terhadap Tekanan Inflasi di Daerahnya. (Foto: Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Kopi Makin Ramai, Harga Ikut Panas

Tabooo.id: Regional – Solo sedang harum kopi. Tapi di balik aroma arabika dan latte art yang estetik, ada angka yang ikut naik pelan-pelan inflasi.

Wali Kota Solo, Jawa Tengah, Respati Ardi, menyoroti menjamurnya coffee shop sebagai salah satu faktor yang ikut menekan ekonomi daerah. Pernyataan ini ia sampaikan usai mendampingi Menko Pangan Zulkifli Hasan membuka Pasar Murah di Solo, Jumat (02/01/2026). Pesannya singkat tapi nyeletuk kopi kini bukan cuma gaya hidup, tapi urusan harga.

RelatedPosts

Ruang Aman yang Dikhianati: Kasus Pemerkosaan Guncang Pariwisata Bali

Bersua Sang Raja: Momen Langka Warga Bisa Bertatap Langsung dengan Raja Surakarta

Bukan Cuma Cabai, Kopi Ikut Nyumbang

Respati mengakui, komoditas klasik seperti bawang merah, bawang putih, dan cabai masih menjadi penyumbang inflasi tertinggi. Namun cerita inflasi Solo tak berhenti di dapur rumah tangga.

Dalam beberapa tahun terakhir, coffee shop tumbuh seperti jamur habis hujan. Konsumsi kopi meningkat, permintaan biji kopi ikut melonjak, dan harga bahan baku terdorong naik.

“Coffee shop juga menjadi penyumbang inflasi di ekonomi kita,” ujar Respati.

Ia menilai lonjakan permintaan membuat harga biji kopi bergerak tak wajar. Ada kenaikan yang menurutnya terasa janggal dan berpotensi mengganggu keseimbangan pasar.

174 Coffee Shop, Gaya Hidup yang Mahal

Data Pemkot Solo mencatat 174 coffee shop baru berdiri di kota ini. Angka yang besar untuk kota dengan ritme hidup yang relatif tenang.

Respati menyebut fenomena ini sebagai bagian dari tren gaya hidup. Nongkrong, kerja dari kafe, hingga ngopi harian sudah jadi kebiasaan baru. Namun ia mengingatkan, pertumbuhan satu sektor yang terlalu cepat bisa berisiko.

“Kalau satu industri peningkatannya drastis pasti tidak sehat. Pemerintah harus hadir sebagai penengah,” tegasnya.

Siapa Untung, Siapa Tekan Dompet?

Ledakan coffee shop jelas menguntungkan pemilik usaha, pedagang biji kopi, dan sebagian petani. Pasar membesar, permintaan stabil, dan harga jual naik.

Sebaliknya, konsumen harus merogoh kocek lebih dalam. Di level yang lebih luas, inflasi sektor makanan dan minuman ikut terdorong, dan daya beli masyarakat bisa tergerus perlahan.

Jurus Pemkot: Jaga Pasokan, Redam Harga

Untuk menahan laju harga, Pemkot Solo memilih jalur pasokan. Pemerintah menjalin kerja sama dengan daerah penghasil kopi seperti Temanggung agar harga lebih stabil.

Tujuannya jelas: memastikan rantai pasok tidak saling sikut dan pasar tetap sehat.

“Supaya harganya bisa stabil dan tidak saling bunuh,” kata Respati.

Angka Bicara: Inflasi Masih Terkendali, Tapi Waspada

Berdasarkan data BPS, inflasi tahunan (YoY) Kota Solo per Oktober 2025 tercatat 2,73 persen. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya memimpin dengan 12,29 persen, disusul makanan, minuman, dan tembakau 4,21 persen, serta restoran 3,69 persen.

Angka ini memang belum mengkhawatirkan. Tapi pesannya jelas gaya hidup punya harga.

Kopi boleh pahit, latte boleh manis. Tapi ketika segelas kopi ikut mengerek inflasi, mungkin sudah saatnya kita bertanya ini kita ngopi biar rileks, atau justru bikin ekonomi ikut deg-degan? . @teguh

Tags: Bahan BakuEkonomiGaya HidupHargaInflasiKenaikanKomoditasKopiMenko PanganPasar MurahPasokanPemkot SoloSolowalikota
Next Post
5 cm Kembali, Tapi Mimpinya Sudah Berubah

5 cm Kembali, Tapi Mimpinya Sudah Berubah

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • Konsep Otomatis

    Kenapa Kota Makin Ramai, Tapi Manusia Makin Sepi?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kpop Melemah, BTS Datang Layaknya Superhero

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Capek Perang, Istirahat Sebentar: AS dan Iran Mau duduk bareng

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berkreasi Kini Kena Pajak?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PSSI Awards 2026: Kenapa Jay Idzes Justru Paling Layak?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.