Sabtu, Juni 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Alasan BRIN Gaspol Bangun Bandar Antariksa di Papua

by teguh
Mei 8, 2026
in Reality, Teknologi
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Teknologi – Pernah kepikiran nggak, di tengah harga kopi susu yang makin mahal dan scroll TikTok yang makin panjang, negara ini malah sibuk mikirin roket? Kedengarannya absurd, ya. Tapi faktanya, Indonesia sedang serius menyiapkan Bandar Antariksa Nasional di Pulau Biak, Papua. Bukan buat gaya-gayaan, tapi karena hidup modern termasuk hidup kamu pelan-pelan makin bergantung pada ruang angkasa.

Mulai dari Google Maps, ramalan cuaca, sinyal internet, sampai aplikasi ojek online, semuanya numpang lewat satelit. Jadi, ketika BRIN tancap gas bicara soal bandar antariksa, sebenarnya mereka sedang bicara soal masa depan gaya hidup kita juga.

Roket, Regulasi, dan Rencana Jangka Panjang

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat kerja sama lintas sektor untuk mempercepat pembangunan Bandar Antariksa Nasional di Biak. Langkah ini bukan ide dadakan. Pemerintah menyiapkan fondasi hukumnya sejak lama.

Plt Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan BRIN, Anugerah Widiyanto, menjelaskan Indonesia sudah punya Undang-undang Keantariksaan sejak 2013. Selain itu, Perpres tentang Rencana Induk Keantariksaan dan PP soal penguasaan teknologi antariksa ikut mengatur arah mainnya.

BRIN juga hampir merampungkan Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Penyelenggaraan Bandar Antariksa. Artinya, proyek ini tinggal menunggu lampu hijau operasional. Anugerah bahkan mendorong pembaruan rencana induk hingga 2045 supaya sejalan dengan visi Indonesia Emas.

Ini Belum Selesai

TABOOO Corner Hadir di Winongo, Buka Ruang Membaca Realitas

Spektra Carnival 2026: Saat Madiun Menyalakan Identitasnya

Singkatnya, negara ini nggak sedang bermimpi kosong. Mereka sedang menyiapkan cetak biru.

Kenapa Harus Biak? Ini Bukan Kebetulan

Pulau Biak bukan dipilih karena eksotis atau sekadar simbol pemerataan. Lokasinya dekat garis khatulistiwa, dan itu soal fisika, bukan politik. Roket yang meluncur dari daerah khatulistiwa butuh energi lebih kecil untuk mencapai orbit rendah bumi.

Efeknya sederhana tapi signifikan biaya peluncuran lebih murah dan efisiensi lebih tinggi. Dalam dunia antariksa, selisih kecil bisa berarti jutaan dolar. Jadi, Biak memberi Indonesia keunggulan alami yang jarang dimiliki negara lain.

Kajian soal Biak sendiri sudah berjalan sejak 1990. BRIN kini memperbaruinya agar relevan dengan teknologi mutakhir, kebutuhan nasional, dan kondisi lingkungan terkini.

Ekonomi Antariksa Itu Nyata, Bukan Sci-Fi

Kalau kata “ekonomi antariksa” terdengar terlalu futuristik, coba lihat angkanya. Menurut BRIN, ekonomi antariksa global menyumbang sekitar 5 persen dari PDB dunia. Angka itu bukan kecil.

Bandar antariksa bukan cuma tempat roket lepas landas. Ia membuka pintu ke industri peluncuran, jasa satelit, riset teknologi, hingga diplomasi internasional. Negara yang punya akses mandiri ke antariksa tidak perlu selalu menyewa jasa negara lain.

Dampaknya juga terasa di darat. Pembangunan ini menciptakan lapangan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, dan menarik investasi. Bagi Papua, ini peluang besar untuk keluar dari narasi “daerah tertinggal” dan masuk ke percakapan global.

Di Balik Layar Peluncuran Roket

Peluncuran roket bukan acara tekan tombol lalu hitung mundur. BRIN memaparkan prosesnya secara detail, dari desain roket, manufaktur, verifikasi kesiapan, hingga penentuan go atau no go.

Tim juga mengurus notifikasi ruang udara dan laut lewat NOTAM dan NOTMAR, melakukan sosialisasi ke masyarakat, mengatur transportasi roket, sampai menangani fase pascapeluncuran. Semua tahap menuntut koordinasi ketat dan standar keselamatan tinggi.

Bandar antariksa juga butuh infrastruktur serius listrik stabil, jaringan telekomunikasi kuat, fasilitas kesehatan berstandar internasional, serta sistem keamanan dan logistik yang rapi. Ini bukan proyek setengah-setengah.

Antariksa dan Psikologi Bangsa

Di level lifestyle, proyek ini bicara soal cara bangsa memandang dirinya sendiri. Negara yang berani investasi di antariksa biasanya punya kepercayaan diri jangka panjang. Mereka tidak cuma mikirin besok pagi, tapi 20–30 tahun ke depan.

Buat Gen Z dan milenial, ini relevan. Kita hidup di era kecemasan kolektif soal kerja, iklim, masa depan. Proyek seperti bandar antariksa memberi narasi tandingan bahwa negara masih berani bermimpi besar dan membangun fondasinya.

Kepala BRIN Arif Satria menyebut pembangunan bandar antariksa sebagai amanah strategis negara. Ia menegaskan proyek ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 dan penguatan posisi Indonesia di panggung global. BRIN bahkan menargetkan pembukaan lahan di Biak mulai 2026.

Jadi, Apa Dampaknya Buat Kamu?

Mungkin kamu tidak akan melihat roket tiap hari. Tapi internet lebih stabil, sistem navigasi lebih akurat, dan kemandirian teknologi nasional akan langsung menyentuh hidupmu.

Bandar antariksa bukan soal mimpi ke luar angkasa semata. Ia soal keberanian melihat masa depan lebih jauh dari layar ponsel. Pertanyaannya sekarang kamu mau hidup di negara yang cuma jadi pengguna teknologi, atau ikut bangga saat negara sendiri ikut meluncurkannya?. @teguh

Tags: AntariksabrinInternasionalinternetInvestasiLogistikpapuaPembangunanPolitik IndonesiaproyeksatelitStrategi

Kamu Melewatkan Ini

Prabowo Subianto Klaim Tahu Pembayar Demo, Publik Menunggu Bukti

Prabowo Subianto Klaim Tahu Pembayar Demo, Publik Menunggu Bukti

by teguh
Juni 25, 2026

Presiden Prabowo Subianto mengaku mengetahui pihak yang diduga membiayai sejumlah aksi demonstrasi. Ia menyampaikan klaim itu saat menghadiri Puncak Pekan...

Memuliakan Kekuasaan atau Memuliakan Manusia?

Memuliakan Kekuasaan atau Memuliakan Manusia?

by dimas
Juni 21, 2026

Memuliakan kekuasaan atau memuliakan manusia? Ketika rakyat merasa terabaikan, kontrak sosial mulai retak, kepercayaan publik memudar, dan demokrasi kehilangan fondasi...

DPR dan Pemerintah Terlalu Dekat? Mahasiswa Soroti Fungsi Pengawasan yang Hilang

DPR dan Pemerintah Terlalu Dekat? Mahasiswa Soroti Fungsi Pengawasan yang Hilang

by teguh
Juni 20, 2026

Ribuan mahasiswa mendatangi Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Jumat (19/06/2026). Mereka membawa satu kegelisahan yang kini makin keras terdengar karena...

Next Post
Pemerintah Mulai Bangun Huntap Korban Bencana di Tapanuli

Pemerintah Mulai Bangun Huntap Korban Bencana di Tapanuli

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id