Jumat, September 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Wisata Guci Tegal Diterjang Banjir Bandang, Kolam Air Panas Hilang

by dimas
Desember 21, 2025
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Regional – Objek Wisata Guci di Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, berubah drastis pada Sabtu siang hingga sore (20/12/2025). Banjir bandang menerjang kawasan wisata air panas tersebut, merusak fasilitas utama dan memaksa pengelola menghentikan seluruh aktivitas wisata.

Peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, kerusakan yang ditinggalkan cukup parah dan berdampak langsung pada sektor pariwisata serta ekonomi warga sekitar.

Hujan Lebat Dorong Sungai Meluap

Kepala Pelaksana Harian BPBD Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, menjelaskan hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan Guci sejak siang hari. Debit air sungai meningkat tajam dan meluap ke area wisata.

“Curah hujan dengan intensitas tinggi mendorong aliran sungai meluap dan menerjang kawasan Wisata Guci, tepatnya di Objek Wisata Air Panas Pancuran 13,” ujar Bergas dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/12/2025).

Air bah yang bercampur lumpur, pasir, dan bebatuan mengalir deras tanpa hambatan. Arus tersebut langsung menghantam fasilitas wisata yang berada di jalur sungai.

Ini Belum Selesai

Pemerintah Tarik 25 Merek Beras Fortifikasi, Ada Apa?

Bakar Sampah Berujung Kebakaran Kabel PT Sangsaka di Bantul

Kolam Air Panas Terseret Arus, Jembatan Hilang

Banjir bandang menghancurkan infrastruktur utama yang menjadi daya tarik Pancuran 13. Arus deras menyeret kolam pemandian air panas hingga lenyap dari lokasi semula.

“Banjir menggerus Kolam Air Panas Pancuran 13. Jembatan kecil di area tersebut juga rusak dan hilang. Material lumpur, pasir, serta batu menutup sebagian besar kawasan wisata,” jelas Bergas.

Kerusakan itu membuat area Pancuran 13 tidak lagi aman bagi pengunjung. Petugas langsung mengambil langkah pengamanan.

Petugas Evakuasi Pengunjung, Area Ditutup

BPBD bersama pengelola segera mengevakuasi pengunjung yang masih berada di kawasan wisata saat banjir terjadi. Setelah air surut, petugas mensterilkan lokasi dari aktivitas publik.

“Kami menutup sementara Area Pancuran 13. Petugas mengevakuasi seluruh pengunjung dan memastikan lokasi aman. Saat ini air sudah surut dan tidak ada korban,” ujar Bergas.

Meski kondisi mulai stabil, pihak berwenang tetap mewaspadai potensi cuaca ekstrem lanjutan di kawasan pegunungan.

Pengelola Akui Kerusakan Terparah Sepanjang Pengalaman

Pengelola Pancuran 13 Guci, Zami, mengatakan hujan mulai turun sejak pukul 11.30 WIB dan semakin deras menjelang pukul 14.30 WIB. Sekitar pukul 15.00 WIB, banjir bandang langsung menghantam kawasan wisata.

“Kejadiannya cepat. Tidak ada korban jiwa, tapi kerusakannya sangat parah,” ujar Zami.

Ia menyebut pasir dan bebatuan kini menutupi hampir seluruh area Pancuran 13. Arus sungai menyeret kolam pemandian dan merobohkan jembatan kecil yang biasa dilalui pengunjung.

“Saya menangis melihat kondisinya. Selama mengelola tempat ini, baru kali ini saya melihat kolam pemandian benar-benar hilang,” tuturnya.

Aktivitas Wisata Dihentikan Total

Pengelola memutuskan menutup total Pancuran 13 Guci demi keselamatan pengunjung dan pekerja. Petugas mengosongkan area wisata dan menutup pintu masuk utama dengan pengamanan ketat.

“Kami menutup semuanya. Petugas mengevakuasi pekerja dan pengunjung dari area Pancuran,” tambah Zami.

Penutupan ini langsung berdampak pada aktivitas ekonomi warga sekitar yang menggantungkan penghasilan dari sektor wisata.

Alam Mengingatkan Batas

Banjir bandang di Guci kembali memperlihatkan rapuhnya kawasan wisata alam ketika cuaca ekstrem datang tanpa peringatan panjang. Infrastruktur pariwisata yang berdiri di jalur alam terbuka harus berhadapan langsung dengan risiko lingkungan.

Di balik air panas yang menenangkan dan lanskap pegunungan yang menjual, alam menyimpan kekuatan yang tak bisa dinegosiasikan. Saat hujan turun tanpa kompromi, status “ikon wisata” pun tak lagi memberi perlindungan. @dimas

Tags: Banjir BandangbencanaBPBDCuaca EkstremjatengPariwisata

Kamu Melewatkan Ini

Banjir Nepal-Tibet Tewaskan 633 Orang, 2.980 Masih Hilang

Banjir Nepal-Tibet Tewaskan 633 Orang, 2.980 Masih Hilang

by dimas
Agustus 29, 2026

Banjir bandang dan longsor menerjang Nepal-Tibet, menewaskan 633 orang dan membuat 2.980 lainnya masih hilang di tengah ancaman banjir susulan....

Banjir Nepal-China Tewaskan 162 Orang, Ratusan Belum Ditemukan

Banjir Nepal-China Tewaskan 162 Orang, Ratusan Belum Ditemukan

by dimas
Agustus 27, 2026

Banjir Nepal-China menewaskan sedikitnya 162 orang dan membuat ratusan lainnya belum ditemukan. Bencana dipicu longsoran es dan batu di kawasan...

Pawai Pembangunan Solo Digelar, Lingkungan Jadi Pesan Utama

Pawai Pembangunan Solo Digelar, Lingkungan Jadi Pesan Utama

by eko
Agustus 21, 2026

45 peserta meriahkan Pawai Pembangunan Solo 2026 dari Perempatan Gendengan menuju depan Bank Indonesia Solo dengan tema Sayangi Semesta, Hidup...

Next Post
Libur Akhir Tahun ke Gunungkidul? Ini Destinasi yang Wajib Dikunjungi

Libur Akhir Tahun ke Gunungkidul? Ini Destinasi yang Wajib Dikunjungi

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id