Tabooo.id: Nasional – Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) membagikan 7.000 paket sembako kepada warga di desa dan kelurahan sekitar bandara. Program ini bertujuan menekan lonjakan harga kebutuhan pokok yang biasanya melonjak menjelang libur akhir tahun.
Warga Sekitar Bandara Terima Bantuan Sembako
General Manager Bandara Soetta, Heru Karyadi, mengatakan pihak bandara menyalurkan paket kepada warga di 14 desa dan 13 kelurahan, termasuk Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Jakarta Barat, serta Kabupaten Serang dan Pandeglang.
“Kami menyalurkan paket agar warga tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok saat Nataru. Tahun ini jumlah paket meningkat dari 3.000 paket pada 2024 menjadi 7.000 paket, dengan anggaran Rp 1,24 miliar,” ujar Heru, Rabu (10/12/2025).
Setiap paket berisi beras 5 kg, minyak goreng 1 liter, gula pasir ½ kg, tepung terigu ½ kg, 10 bungkus mi instan, teh celup, dan garam. Menurut Heru, program ini membantu ketahanan pangan dan gizi masyarakat.
Selain warga sekitar bandara, Angkasa Pura Indonesia juga menyalurkan bantuan bagi korban banjir bandang di Sumatera dan Aceh. Tim bandara sudah berada di lokasi sejak hari kedua bencana dan terus menggalang bantuan dalam bentuk uang maupun barang.
Prediksi Lonjakan Penumpang dan Penataan Terminal
Selama Nataru 2025, Bandara Soetta diprediksi menerima lebih dari 175 ribu pergerakan penumpang per hari. Untuk mengantisipasi lonjakan, PT Angkasa Pura Indonesia menata operasional Terminal 1B. Maskapai domestik seperti Lion Air, Airfast Indonesia, Sriwijaya Air, dan NAM Air mulai melayani penerbangan dari Terminal 1B secara bertahap sejak November 2025.
Heru menjelaskan, penataan ini memastikan alur pergerakan penumpang lebih tertata. Langkah ini juga memberi ruang operasional lebih optimal bagi maskapai. Sebelumnya, Citilink dipindahkan ke Terminal 1C untuk mempermudah pemerataan distribusi penumpang.
“Rebalancing layanan ini membuat perjalanan penumpang lebih lancar dan maskapai bisa beroperasi lebih efisien,” jelas Heru.
Warga sekitar bandara yang menerima paket sembako, korban bencana, maskapai, dan bandara yang mendapatkan alur operasional lebih tertata. Program ini juga meningkatkan citra Bandara Soetta sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.
Refleksi Akhir
Program sembako dan penataan terminal menunjukkan bahwa Bandara Soetta tidak hanya fokus pada bisnis, tetapi juga memperhatikan masyarakat sekitar. Namun, pengamat politik mengingatkan bahwa setiap kunjungan resmi selalu membawa lapisan politik dan citra.
Sementara warga menerima paket dan maskapai mengatur terminal, masyarakat umum hanya bisa berharap keseimbangan ini benar-benar terasa di kantong dan perjalanan mereka. Kadang, kebaikan dan efisiensi tampak berbeda di mata yang melihat. @dimas




