Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Terra Drone Pernah Petakan Sawit Sumatra, Kini Gedungnya Hangus

by sigit
Desember 11, 2025
in Talk
A A
Home Talk
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Talk – Bayangin kita nongkrong di kafe. Kopi baru gue seruput, terus seseorang nyeletuk,
“Eh, lu dengar gedung Terra Drone kebakaran? 22 orang meninggal. Dan… ada yang bilang itu sengaja.”

Refleks lu pasti mikir,
“Hah? Sengaja gimana maksudnya?”

Topik “kebakaran yang mungkin bukan sekadar kebakaran” memang otomatis bikin alis naik. Tapi sebelum kita ngebut ke teori yang kelewat liar, yuk kita bedah pelan-pelan santai, tapi tetap tajam.


Kebakaran yang Penuh Cerita

Di Indonesia, tragedi sering jalan bareng isu politik, konflik lahan, atau kepentingan ekonomi yang ukurannya jauh lebih besar daripada keberanian para pemainnya.

Kebakaran gedung Terra Drone di Kemayoran perusahaan yang bukan cuma nerbangin drone, tapi juga memetakan lahan sawit dan proyek infrastruktur strategis langsung memancing pertanyaan nakal:

Ini Belum Selesai

Demokrasi Tidak Mati Karena Kritik, Tapi Karena Fanatisme Politik

Kreativitas Tidak Selalu Tenang, Kadang Datang Saat Hidup Berantakan

“Ini benar kecelakaan… atau ada sesuatu yang lebih besar dari sekadar api?”

Retoris? Jelas.
Ngeri? Iya.
Dan wajar pertanyaan itu muncul, karena konteksnya memang berlapis.


Versi Resmi vs Rasa Gatal Publik

Versi resmi sementara menyebut baterai drone meledak sebagai sumber api. Masuk akal baterai LiPo memang bisa jadi “bom mini” kalau rusak.

Tapi kalau kita lihat jejak kerja Terra Drone, wajar publik merasa ada yang perlu ditanya.

Terra Drone Indonesia bukan pemain kecil. Mereka:

  • memetakan lahan sawit skala besar lewat Terra Agri,
  • bekerja sama dengan IFC memantau petani sawit swadaya,
  • menyelesaikan pemetaan udara untuk proyek Tol Cisumdawu, yang kebetulan pernah terseret kasus korupsi pembebasan lahan.

Dengan data sebesar itu, kita bisa membayangkan sensitivitas informasinya:
siapa pemilik lahan sebenarnya, berapa luas perkebunan, mana yang dibuka ilegal, dan ekspansi siapa yang ditutup-tutupi.

Data seperti ini jelas bisa bikin panik berbagai pihak kalau bocor.

Makanya muncul pertanyaan wajar:
“Apa mungkin ada pihak yang lebih takut data kebuka daripada gedung kebakar?”

Ini bukan tuduhan. Ini cuma logika warung kopi: kalau kepentingannya besar, motif biasanya ikut membesar.


Jangan Asal Ngegas: Kadang Kebakaran Ya Cuma Kebakaran

Di sisi lain, ada juga yang bilang:

“Bro, jangan lebay. Baterai drone meledak itu hal random. Jangan semua hal ditarik ke konspirasi lahan.”

Dan itu valid.

Gedung teknologi yang menyimpan banyak baterai memang punya risiko kebakaran. Ledakan bisa aja terjadi tanpa skenario thriller apa pun.

Selain itu, perusahaan internasional seperti Terra Drone hampir pasti punya:

  • backup cloud,
  • server luar negeri,
  • sistem redundansi data.

Membakar gedung bukan cara logis buat menghapus jejak digital.

Menuding sabotase tanpa bukti justru bikin kita mirip penganut teori konspirasi, bukan analis yang waras.

Fair point:
Kadang kebakaran ya cuma kebakaran. Dan tragedi sebesar ini terlalu menyakitkan untuk dipelintir sembarangan.


Refleksi: Kritis, Tapi Tetap Waras

Tabooo bukan tim “percaya semua teori”, bukan juga tim “telan mentah versi resmi.” Kita cuma percaya satu hal:

Setiap kejadian besar punya konteks dan konteks itu pantas dibahas.

Pengalaman sosial kita menunjukkan pola:
isu lahan, terutama sawit dan infrastruktur, sering membuat informasi hilang “secara misterius.”
Dokumen lenyap, data rusak, arsip berubah, catatan audit raib.
Cerita seperti itu bukan hal baru.

Jadi ketika sebuah perusahaan pemetaan terbakar, publik otomatis bertanya:
“Ada yang ditutupin nggak, sih?”

Bukan karena kita sok jadi detektif.
Tapi karena sejarah negara ini bikin kita susah percaya kebetulan beruntun.

Tetap saja, kita nggak boleh menuduh tanpa bukti. Sikap paling sehat adalah menuntut:

  • penyelidikan transparan,
  • audit forensik digital,
  • penjelasan jelas soal data yang hilang (kalau ada).

Satu hal pasti: kalau sampai ada pihak yang mengorbankan nyawa demi nutupin kebusukan, itu bukan “kesalahan baru.” Itu kejahatan moral.


Penutup: Ayo Ngobrol

Jadi menurut lo gimana?

Kebakaran Terra Drone ini cuma tragedi teknis yang sial banget?
Atau “kebetulan”-nya terlalu banyak buat dianggap biasa?

Lo ada di kubu yang mana? (red)

Tags: kebakaranPETAsumatra

Kamu Melewatkan Ini

DNA Bisa Bocorin Masa Depan: Indonesia Mulai Bangun Peta Genetik Sendiri

DNA Bisa Bocorin Masa Depan: Indonesia Mulai Bangun Peta Genetik Sendiri

by teguh
Mei 8, 2026

Tabooo.id: Health - Pernah kepikiran kalau tubuh kamu sebenarnya sudah “menyimpan” potensi penyakit sejak lahir? Bukan mitos. Itu nyata dan...

Damkar Tuban Diminta Siram Jagung: Antara Kekeringan dan Batas Tugas Negara

Damkar Tuban Diminta Siram Jagung: Antara Kekeringan dan Batas Tugas Negara

by teguh
April 7, 2026

Tabooo.id: Nasional - Apa yang kamu lakukan saat kemarau terlalu panjang dan tanaman mulai mati? Seorang petani di Tuban memilih...

Kopi Arabika Terancam: Ketika Bumi Memanas, Rasa Pahit Itu Jadi Nyata

Kopi Arabika Terancam: Ketika Bumi Memanas, Rasa Pahit Itu Jadi Nyata

by teguh
Maret 31, 2026

Tabooo.id: Deep - Pagi itu dimulai seperti biasa. Aroma kopi mengepul dari cangkir, hangat, akrab, hampir seperti pelukan kecil sebelum...

Next Post
Indonesia Raih Emas Perdana SEA Games 2025

Indonesia Raih Emas Perdana SEA Games 2025

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id