Senin, Juni 15, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Thailand Kirim Marinir Rebut Wilayah yang Diduduki Kamboja

by dimas
Desember 10, 2025
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Suasana di perbatasan Thailand-Kamboja memanas. Thailand mengirim korps marinir Angkatan Laut untuk merebut kembali wilayah di Provinsi Trat yang sebelumnya dikuasai pasukan Kamboja. Operasi berlangsung di Ban Nong Ri, Tambon Chamrak, Distrik Muang, pada Selasa (9/12/2025), kata Komandan Satuan Tugas Marinir Trat, Kapten Thammanoon Wanna.

Tiga Rumah Jadi Fokus Operasi

Angkatan Laut Thailand menyerang tiga rumah di Ban Nong Ri, yang menjadi pusat kegiatan pasukan Kamboja. Thailand menilai Kamboja telah menguasai wilayah itu secara ilegal selama lebih dari 40 tahun. Ban Nong Ri berbatasan langsung dengan Provinsi Pursat di Kamboja. Berdasarkan citra udara, Kamboja menempatkan pasukan tambahan dan persenjataan, termasuk sniper dan peluncur roket ganda.

“Pendudukan ini mengancam keamanan Thailand,” ujar Juru Bicara Angkatan Laut, Laksamana Muda Paraj Ratanajaipan.

Ia menegaskan operasi ini mengusir pasukan Kamboja dan menegaskan kedaulatan Thailand.

Baku Tembak Menggema hingga Kota Trat

Baku tembak berlangsung hingga pukul 10.00 WIB, dan suara tembakan terdengar hingga pusat Kota Trat. Relawan pertahanan desa, Somchai Chaivej, melaporkan ledakan besar disusul belasan tembakan. Meski menghadapi bahaya, warga tetap bersemangat menghadapi bentrokan.

Ini Belum Selesai

Kemasan Diseragamkan: Pemerintah Persempit Ruang Promosi Industri Rokok

77 Ribu Calon Siswa Belum Tertampung Sekolah Negeri Jabar Cari Solusi

“Meski bentrokan serius, semangat warga tetap tinggi karena mereka terbiasa hidup di perbatasan,” ujar Somchai, yang bertahan di bunker desa sementara keluarganya mengungsi sejak Senin (7/12/2025).

Otoritas Provinsi Trat meminta warga di desa Bo Rai, Khlong Yai, dan sebagian Distrik Muang untuk mengungsi. Namun beberapa warga tetap tinggal, seperti petani Thittapha Nualwilai, yang masih menyadap getah karet demi kebutuhan keluarganya.

“Saya paham bahayanya, tetapi kebutuhan tidak pernah berhenti. Saya berharap bentrokan ini cepat berakhir,” ujarnya

Thailand mendapat keuntungan simbolis dan strategis karena operasi ini menegaskan kedaulatan wilayahnya. Namun masyarakat sipil menanggung risiko nyata kehilangan tempat tinggal sementara, terganggunya aktivitas ekonomi, dan trauma akibat bentrokan bersenjata. Di sisi Kamboja, pasukan yang memperkuat wilayah juga menanggung kerugian logistik dan risiko korban.

Refleksi dan Sindiran Ringan

Ketegangan di perbatasan menunjukkan bahwa ketika politik dan klaim wilayah bertemu kehidupan warga sehari-hari, yang paling dirugikan selalu mereka yang hanya ingin hidup normal. Di medan konflik, kedaulatan dan kebutuhan sehari-hari sering berjalan tidak seiring, sementara penguasa berperang di atas peta, warga tetap berjuang di bawah realita. @dimas

Kamu Melewatkan Ini

Rp352 Ribu, Ujian Anak, dan Seorang Ayah yang Terpaksa Mencuri

Rp352 Ribu, Ujian Anak, dan Seorang Ayah yang Terpaksa Mencuri

by teguh
Juni 15, 2026

Seorang ayah Langkahnya pelan ketika memasuki halaman rumah pemilik toko. Di sampingnya berdiri dua anak laki-laki yang terus menunduk. Tak...

Aksi Mahasiswa 12 Juni: Saat Generasi Membaca Kegelisahan Rakyat

Aksi Mahasiswa 12 Juni: Saat Generasi Membaca Kegelisahan Rakyat

by Tabooo
Juni 15, 2026

Mahasiswa turun ke jalan pada 12 Juni 2026 bukan hanya karena satu kebijakan. Mereka membawa kegelisahan yang lebih dalam tentang...

Ketangguhan Lahir dari Benturan, Bukan Dari Zona Nyaman

Ketangguhan Lahir dari Benturan, Bukan Dari Zona Nyaman

by dimas
Juni 15, 2026

Benturan bukan musuh kehidupan. Justru dari kegagalan, tekanan, kehilangan, dan tantangan yang berat, manusia belajar bertahan, tumbuh, dan menemukan ketangguhan...

Next Post
Slow Morning, Hidup Lebih Waras

Slow Morning, Hidup Lebih Waras

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id