Tabooo.id: Nasional – Ketua Komisi V DPR, Lasarus, menyoroti lonjakan mobilitas masyarakat menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2026. Dalam rapat kerja dengan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Senin (8/12/2025), Lasarus menekankan pemerintah jangan sampai lalai mengamankan arus mudik, meski energi negara tengah tersedot menangani bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“PemerKetua Komisi V DPR, Lasarus, menyoroti lonjakan mobilitas masyarakat menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2026. Dalam rapat kerja dengan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Senin (8/12/2025), Lasarus menegaskan pemerintah tidak boleh lalai mengamankan arus mudik.
“Pemerintah harus membagi energi. Di satu sisi, kerahkan kekuatan untuk menangani bencana. Di sisi lain, kawal pergerakan masyarakat yang biasanya besar menjelang Nataru,” ujar Lasarus.
Prediksi Puncak Arus Mudik dan Balik
Kemenhub memprediksi puncak arus mudik Natal terjadi pada Rabu, 24 Desember 2025, dan puncak arus balik pada Jumat, 2 Januari 2026. Rute padat seperti Jabodetabek dan jalan tol menuju destinasi wisata menjadi fokus pengendalian lalu lintas.
Persiapan Lalu Lintas dan Transportasi
Lasarus meminta Korlantas Polri menyiapkan rekayasa lalu lintas, memperkuat koordinasi lintas instansi, dan memastikan layanan transportasi darat, laut, dan udara berfungsi optimal.
“Waktu persiapan sangat singkat. Strategi harus matang. Jangan sampai karena terburu-buru, mudik dan balik Nataru kacau,” tegas Lasarus.
Siapa Diuntungkan dan Dirugikan
Jika arus mudik lancar, masyarakat mendapat keuntungan: keamanan dan kenyamanan terjaga. Namun, bila persiapan kurang, pengendara, penumpang transportasi, dan warga di jalur rawan kemacetan menghadapi risiko tinggi. Pemerintah dan operator transportasi pun menanggung tekanan besar: menangani bencana sekaligus menjaga ribuan kendaraan bergerak dengan aman.
Refleksi Akhir
Di tengah bencana alam dan libur panjang yang bersamaan, satu hal terlihat jelas energi negara sering habis untuk mengatur kepentingan, bukan melindungi rakyat. Semoga “bagi energi” kali ini bukan sekadar jargon. @dimas




