Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Negara Minta Atlet Berjuang, Siapa yang Menjamin Hidup Mereka?

by teguh
Desember 7, 2025
in Sports
A A
Home Reality Sports
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Sports – Sorotan lampu panggung Indonesia Sport Summit (ISS) 2025 malam itu seperti menyorot luka lama. Bukan tentang gol yang gagal, bukan tentang medali yang lepas, tapi tentang masa depan atlet Indonesia mereka yang berkeringat mengibarkan Merah Putih, namun kerap pulang dengan kecemasan finansial.

Di tengah riuh forum, Menpora Erick Thohir mengangkat isu yang selama ini terpendam Indonesia butuh dana pensiun atlet. Jaminan yang bisa menyelamatkan masa depan para pejuang olahraga saat tubuh tak lagi sekuat dulu.

Hasil “Pertandingan” Data Yang Tak Bisa Kita Tutupi

Erick bicara tanpa tedeng aling-aling. Ia menegaskan bahwa atlet merupakan aktor utama dalam industri olahraga nasional. Namun kesejahteraan mereka tidak pernah seragam.

Sebagian atlet menikmati kontrak miliaran. Sebagian lainnya berjuang membayar fisioterapi. Ada yang pulang dengan bonus besar, ada yang pulang dengan rasa sakit yang tak tersembuhkan.

“Jangan sampai orang tua bilang nggak usah jadi atlet. Miskin, susah. Padahal kalau lihat gaji pemain bola, miliaran,” ujar Erick. Kalimat itu memukul telak realita karier atlet selalu glamor di mata publik, namun tidak selalu aman untuk masa depan.

Ini Belum Selesai

Kesalahan Fatal Madrid di El Clasico

Arsenal vs PSG: Ketika Benteng Tangguh Bertemu Insting Membunuh

Untuk mengubah situasi, pemerintah sedang menyusun skema dana pensiun atlet program yang memastikan karier seorang atlet tidak berakhir sebagai cerita tragis setelah masa keemasan lewat.

Reaksi, Strategi, Tekanan Emosi

Erick tak hanya menggagas dana pensiun. Ia mendorong pendidikan atlet agar masa depan mereka tetap terbuka, bahkan ketika sepatu dan raket sudah digantungkan.

Ia memastikan pemerintah menambah jalur pendidikan melalui 100 beasiswa LPDP khusus atlet.

“Masa depannya harus terjamin. Mereka bagian penting industri olahraga,” tegasnya.

Di sisi lain, ia menilai Indonesia butuh kompetisi yang rutin, terutama di sekolah dan kampus. Atlet harus tumbuh dari sistem yang stabil, bukan dari kebetulan. Karena semakin sering mereka bertanding, semakin cepat bakat baru lahir.

Erick juga mengungkap rencana kurikulum baru siswa akan memilih 3–4 cabang olahraga dari 21 olahraga unggulan. Langkah ini membuka jalur pembinaan sejak dini.

Sebagai contoh, ia menyebut Jepang negara dengan populasi menua, tetapi tetap menghasilkan bintang kelas dunia seperti Shohei Ohtani dan Rui Ichimura. Negara itu tidak menyerah pada statistik usia; mereka membangun sistem yang membuat atlet terus lahir.

REFLEKSI: Apa Makna Semua ini?

Pertarungan ini bukan soal skor. Ini soal martabat. Indonesia tidak bisa memaksa atlet tampil heroik tanpa memberi jaminan hidup di hari tua.

Jika dana pensiun berhasil berjalan, Indonesia akhirnya memulai era baru: era ketika atlet tidak hanya dielu-elukan saat menang, tetapi juga dihargai setelah pensiun.

Dan kalau Jepang bisa bermimpi juara dunia meski populasinya menua, apakah Indonesia masih mau menunda mimpi hanya karena sistem lama?

Pertandingannya sudah dimulai. Kita harus menang bukan untuk trofi, tapi untuk masa depan para pejuang olahraga negeri ini. @teguh

Tags: AtletBeasiswaFinansialIndustriKesejahteraanLPDPOlah Raga

Kamu Melewatkan Ini

Roro Mendut dan Warisan Kuasa yang Belum Mati

Roro Mendut dan Warisan Kuasa yang Belum Mati

by teguh
April 27, 2026

Banyak orang menganggap Roro Mendut hanya legenda cinta dari tanah Jawa. Padahal, kisah itu menyimpan cerita tentang tubuh perempuan, ambisi...

Kampus dan Pabrik: Lulusan Membludak, Tenaga Siap Pakai Masih Langka?

Kampus dan Pabrik: Lulusan Membludak, Tenaga Siap Pakai Masih Langka?

by teguh
April 27, 2026

Di tengah ledakan jumlah sarjana setiap tahun, satu pertanyaan lama masih menggantung kenapa perusahaan terus mengeluh kekurangan tenaga kerja siap...

Saat Smartwatch Tak Lagi Buat Lari, Tapi Buat Push Rank

Saat Smartwatch Tak Lagi Buat Lari, Tapi Buat Push Rank

by teguh
Mei 8, 2026

Dulu orang memakai smartwatch untuk menghitung langkah, membakar kalori, atau membaca notifikasi rapat. Kini perannya bergeser. Infinix membawa jam pintar...

Next Post
Banjir Sumatera Update Terkini 914 Nyawa Hilang

Banjir Sumatera Update Terkini 914 Nyawa Hilang

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id