Tabooo.id: Edge – Bir kini dijual bebas di Arab Saudi. Namun ini adalah bir dengan alkohol 0,0% Fenomena ini langsung menyedot perhatian publik karena tampilannya sangat mirip “minuman haram” yang telah dilarang di kerajaan itu sejak 1952.
“Saudi Lagi Buka Pub?” Klaim yang Bikin Netizen Salah Fokus
KLAIM
“Arab Saudi kini menjual bir kayak di Barat.”
FAKTA
Yang hadir cuma bir 0,0% alkohol. Rupa mirip, efek jauh berbeda.
PENJELASAN
Publik langsung heboh karena tampilannya bikin salah sangka. Botol, busa, bahkan cara penyajiannya mirip bir beneran padahal kadar “dosa”-nya tetap nol.
Kafe A12 di Riyadh mendadak naik kasta jadi “pub halal” paling hits. Anak muda datang demi sensasi gelas bir, kacang, dan layar olahraga raksasa.
Manajernya, Abdallah Islam, menyebut konsep itu sengaja dibuat supaya pengunjung punya pengalaman yang bisa dipamerkan di media sosial.
Pelanggan pun beragam. Ada laki-laki berjubah putih dan perempuan bercadar yang menyesap tanpa canggung. Tapi rasa bingung tetap muncul.
Sheikha (18) mengaku, Tampilannya menakutkan, kayak alkohol. Tapi rasanya segar juga.
“Ini Awal Legalisasi Alkohol?” Dugaan yang Terlalu Ambisius
KLAIM
Bir 0,0% ini tanda Arab Saudi mulai longgar soal alkohol.
FAKTA
Reformasi sosial memang ngebut, tapi alkohol tetap zona terlarang. Arab Saudi dan Kuwait masih jadi dua negara Teluk yang menutup pintu alkohol total.
PENJELASAN
Di bawah reformasi Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS), banyak hal berubah bioskop kembali buka, konser meriah, turis asing berdatangan.
Namun alkohol tidak ikut-ikutan. Posisi Arab Saudi sebagai pemimpin dunia Islam membuat isu ini super sensitif.
Peneliti Sebastian Sons dari CARPO menilai kerajaan sangat berhati-hati. Bahkan ketika toko minuman beralkohol khusus diplomat dibuka pada 2024, pemerintah menegaskan Piala Dunia 2034 tetap bebas alkohol.
Generasi muda Saudi tetap ingin mencoba suasana baru, asalkan syariah tidak dilanggar.
“0,0% Berarti Halal?” Pertanyaan yang Terdengar Logis, tapi…
KLAIM
Bir 0,0% otomatis halal.
FAKTA
Menurut HalalMUI, bir 0,0% belum memiliki sertifikasi halal.
PENJELASAN
Masalahnya bukan sekadar alkohol, tapi konsep tasyabbuh produk yang menyerupai barang haram.
Nama “bir”, tampilan “bir”, budaya “bir” semuanya masih membawa asosiasi ke khamr.
Jadi meski alkoholnya nol total, status halalnya tetap sulit.
Ahmed Mohammed (18), salah satu pembeli, bahkan menyimpulkan dengan lugas, “Di negara kami tidak ada alkohol. Dan kami tidak ingin ada alkohol.”
“Bir Halal” Ini Jadi Jembatan Budaya atau Sekadar Gimmick?
Fenomena bir 0,0% di Saudi memperlihatkan tarik ulur yang menarik rasa penasaran generasi muda versus batas syariah yang tetap ketat.
Hal yang terlihat sepele segelas bir tanpa alkohol mendadak jadi simbol benturan budaya modern dengan identitas religius.
Jadi menurut kamu, ini tren harmless yang bikin publik lebih rileks, atau justru eksperimen sosial yang bakal memicu debat panjang?. @teguh




