Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Menhan, Panglima TNI, dan Titiek Soeharto Cek Lokasi Banjir Pidie Jaya

by dimas
November 30, 2025
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, kembali menjadi panggung dari drama tahunan yang tak pernah kita pesan banjir besar, lumpur menggunung, dan warga yang menunggu siapa pun yang datang membawa harapan. Sabtu (29/11/2025), rombongan pejabat negara mendarat dipimpin Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Foto-foto sepatu bot dan pelukan simbolis pun mulai beredar.

Tapi di balik gestur dan kunjungan kilat, ada pertanyaan lama yang kembali mengapung apa yang benar-benar berubah untuk masyarakat?

Kunjungan Pejabat, Krisis Nyata

Setiba di lokasi, rombongan langsung menyusuri Gampong Blang Awee, Kecamatan Meureudu salah satu titik terparah yang bahkan dari kejauhan sudah terlihat: rumah-rumah tertutup lumpur, jalan terputus, dan warga yang kelelahan setelah berhari-hari bergerak tanpa kepastian.

Menhan Sjafrie tak menutupi kondisi buruk di lapangan.
“Saya melihat situasi ini memprihatinkan yang memerlukan bantuan cepat hari ini sampai seterusnya,” ujarnya.

Pernyataan yang terdengar tegas meski publik sudah terlalu sering mendengar versi-serupa-setiap-bencana.

Ini Belum Selesai

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Turut hadir Mendagri Tito Karnavian dan Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto. Lengkap, bak rapat kabinet mini di tengah genangan.

Siapa Diuntungkan, Siapa Dirugikan?

Kunjungan tingkat tinggi tentu membawa efek instan berita bergerak cepat, anggaran biasanya ikut dipercepat, dan koordinasi antar-instansi lebih rapat. Dalam konteks ini, pemerintah diuntungkan karena bisa menunjukkan ke publik bahwa negara hadir, bergerak, dan tidak hanya mengandalkan pesan belas kasih di media sosial.

Namun, di sisi lain, masyarakatlah yang masih paling dirugikan. Puluhan desa seperti Blang Awee butuh lebih dari simbol kehadiran. Mereka butuh kejelasan: kapan listrik menyala, kapan air bersih kembali mengalir, kapan sekolah bisa digunakan lagi, kapan hidup mereka berhenti ditunda oleh bencana.

Bantuan logistik memang disalurkan bahan makanan, pakaian layak pakai, perlengkapan darurat. TNI pun menurunkan pasukan untuk evakuasi dan distribusi. Semua tindakan penting, tapi tetap bersifat tanggap darurat. Bukan solusi jangka panjang.

Bencana yang Berulang, Sistem yang Sama

Pidie Jaya bukan pemain baru dalam daftar banjir bandang di Aceh. Setiap tahun pola hampir sama hujan ekstrem, aliran sungai meluap, permukiman terseret. Namun mitigasi struktural berjalan perlahan, dan tata ruang kerap kali tak kunjung dievaluasi serius.

Krisis ini tak berdiri sendiri. Di beberapa wilayah Sumatera lain, banjir-longor juga melanda. Isu ini kini bergeser dari sekadar “musibah alam” menjadi cermin dari manajemen lingkungan dan kesiapsiagaan yang belum bergerak secepat intensitas cuaca ekstrem.

Ketika pejabat datang, pesan yang ingin ditunjukkan adalah kontrol. Tapi kenyataan di lapangan justru sekaligus menunjukkan betapa rentan dan tidak siapnya sistem menghadapi cuaca masa kini.

Pemulihan Cepat atau Pengulangan Cepat?

Harapan masyarakat di Pidie Jaya sederhana bantuan yang tidak hanya cepat datang, tetapi juga tidak cepat habis. Pemulihan infrastruktur dasar, normalisasi sungai, relokasi jika perlu, hingga pembangunan sistem peringatan dini. Semua itu bukan agenda singkat yang selesai setelah momen kunjungan viral.

Kehadiran Panglima TNI dan Menhan tentu penting untuk mempercepat koordinasi dan mobilisasi logistik. Tetapi bagi warga, yang paling menentukan bukan siapa yang datang hari ini, melainkan apa yang terjadi minggu depan dan tahun depan.

Karena banjir tidak peduli jabatan siapa yang turun, tapi peduli pada fondasi yang kita bangun.

Penutup

Kunjungan pejabat memang bisa mengangkat moral warga dan mempercepat gerak birokrasi. Tapi selama pola tata ruang tak dibenahi dan mitigasi hanya menjadi bab pembuka tiap musim hujan, masyarakat Pidie Jaya akan terus balik ke titik nol setelah setiap luapan sungai.

Pada akhirnya, yang paling menakutkan dari bencana bukan genangannya, tapi rasa familiar bahwa kita sudah pernah ada di sini lagi, dan lagi. @dimas

Tags: Banjir AcehPanglima TNIPenanganan Bencana

Kamu Melewatkan Ini

Mutasi Elite TNI Bergerak: Regenerasi atau Sekadar Rotasi Kekuasaan?

Mutasi Elite TNI Bergerak: Regenerasi atau Sekadar Rotasi Kekuasaan?

by teguh
Maret 27, 2026

Tabooo.id: Nasional - Aula Gatot Soebroto, Mabes TNI, Cilangkap, Kamis (26/3/2026), menjadi panggung penting. Di ruang itu, Agus Subiyanto langsung...

TNI Naikkan Status Siaga Level 1, Antisipasi Dampak Konflik Global

TNI Siaga 1, Publik Bertanya: Ancaman Nyata atau Mode Waspada?

by dimas
Maret 9, 2026

Tabooo.id: Edge - Bayangkan kamu sedang scroll timeline. Niat awalnya cuma mencari diskon kopi atau meme kucing. Namun tiba-tiba muncul...

Banjir Sumatra, Prabowo Tegaskan Bantuan Harus Jelas dan Ikhlas

Banjir Sumatra, Prabowo Tegaskan Bantuan Harus Jelas dan Ikhlas

by dimas
Januari 5, 2026

Tabooo.id: Nasional - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pemerintah membuka pintu selebar-lebarnya bagi bantuan untuk korban banjir dan longsor di...

Next Post
Kasus Pajak Djarum: Kenapa Victor Dikeluarkan dari Daftar Cekal?

Kasus Pajak Djarum: Kenapa Victor Dikeluarkan dari Daftar Cekal?

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id