Minggu, November 8, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
RADIO
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Maulid Nabi Berdarah di Aceh, Satu Warga Tewas akibat Insiden Bendera

by dimas
November 5, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality Regional
Insiden bendera saat peringatan Maulid Nabi di Aceh menewaskan satu warga dan melukai enam orang. TNI menyatakan masih mendalami kejadian tersebut.

Tabooo.id: Aceh – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, Rabu (4/11/2026), berakhir tragis. Insiden penurunan bendera Bulan Bintang di halaman musala memicu ketegangan antara warga dan personel TNI.

Peristiwa itu menewaskan satu warga dan melukai enam orang lainnya. Namun, hingga kini, kronologi lengkap serta penyebab jatuhnya korban masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut.

Sejumlah warga menghalangi personel TNI yang hendak menurunkan bendera Bulan Bintang. Situasi kemudian memanas di sekitar lokasi kegiatan Maulid.

Amran, salah seorang warga yang menyaksikan kejadian tersebut, mengaku melihat personel TNI melepaskan tembakan ke arah kerumunan. Ia menyebut tembakan itu tidak lagi mengarah ke udara.

“Cukup jelas tembakan itu diarahkan ke kami ada banyak korban luka-luka akibat kena tembak dan ada yang meninggal,” kata Amran dikutip dari Kendaripos.

Kesaksian tersebut menjadi salah satu keterangan penting dalam mengungkap peristiwa itu. Meski demikian, dugaan penembakan terhadap warga masih memerlukan verifikasi melalui pemeriksaan saksi dan penyelidikan aparat penegak hukum.

Satu Warga Meninggal, Enam Orang Terluka

Insiden tersebut menimbulkan korban jiwa. Abzalul Rizal (20) dilaporkan meninggal dunia.

Sementara itu, enam warga mengalami luka-luka. Mereka terdiri atas Basri (46), Muhammad (48), Musliadi (40), Darul Kamal (52), Juanda (62), dan Mutia (38).

Warga membawa para korban ke RSUD Tgk Abdullah Syafii, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, untuk mendapatkan penanganan medis.

Jatuhnya korban dalam kegiatan keagamaan ini menyisakan pertanyaan serius. Publik perlu mengetahui bagaimana proses penurunan bendera berlangsung hingga berujung pada insiden yang merenggut nyawa.

TNI Mengaku Sudah Menempuh Pendekatan Persuasif

Di sisi lain, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Brigjen Donny Pramono membenarkan adanya insiden tersebut.

Donny menjelaskan, TNI dan Polri sebelumnya telah berkomunikasi dengan panitia kegiatan. Aparat juga menempuh mediasi secara persuasif untuk meminta panitia menghentikan pengibaran bendera Bulan Bintang.

Namun, upaya tersebut belum menghasilkan kesepakatan. Panitia tetap bersikeras mempertahankan bendera itu.

“Namun, upaya tersebut belum mencapai kesepakatan karena panitia tetap bersikeras mempertahankannya,” ujar Donny dalam keterangannya, Kamis (5/11/2026).

Sementara itu, Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Teuku Mustafa Kamal menyatakan pihaknya masih mendalami informasi mengenai kejadian tersebut.

“Masih kita dalami info tersebut,” katanya.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa aparat masih mengumpulkan informasi. Karena itu, penyelidikan perlu menjawab secara terbuka bagaimana benturan terjadi, siapa yang melepaskan tembakan, dan dalam situasi seperti apa warga mengalami luka maupun meninggal dunia.

Ketegangan Simbolik dan Batas Penegakan Hukum

Bendera Bulan Bintang memiliki kaitan historis dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Simbol tersebut juga menjadi bagian dari dinamika politik dan sejarah panjang Aceh.

Konteks itu membuat pengibaran bendera tersebut kerap memunculkan persoalan sensitif. Namun, sensitivitas simbol politik tidak boleh mengaburkan kewajiban aparat untuk melindungi keselamatan warga.

Aparat memang memiliki kewenangan menjaga keamanan dan menegakkan hukum. Akan tetapi, setiap tindakan harus berjalan secara proporsional dan menghormati hak masyarakat.

Di titik inilah persoalan utama muncul. Penertiban bendera tidak cukup dinilai dari berhasil atau tidaknya aparat menurunkan simbol tersebut. Publik juga berhak mengetahui apakah aparat menjalankan prosedur secara tepat dan menghindari penggunaan kekuatan yang membahayakan warga.

Jika saksi menyebut personel menembak ke arah kerumunan, penyelidikan harus menguji kesaksian itu melalui bukti lapangan, keterangan medis, rekaman, dan pemeriksaan pihak-pihak yang terlibat.

Kematian Abzalul Rizal dan luka yang dialami enam warga tidak boleh berhenti sebagai angka dalam laporan kejadian. Peristiwa ini menuntut penjelasan yang terang, pemeriksaan yang objektif, serta pertanggungjawaban sesuai hasil penyelidikan.

Sebab, penegakan hukum tidak boleh kehilangan batas kemanusiaan. Ketika penertiban berujung pada hilangnya nyawa, publik berhak menuntut jawaban: apa yang sebenarnya terjadi di Pulo Keunari? @dimas

Tags: AcehBendera Bulan BintangInsiden TNIMaulid NabiPenembakan WargaPidie

Kamu Melewatkan Ini

Dana Ada, Rekening Kosong: 3.698 PPPK Lhokseumawe Terjebak di Meja Administrasi

Dana Ada, Rekening Kosong: 3.698 PPPK Lhokseumawe Terjebak di Meja Administrasi

by teguh
Oktober 4, 2026

Ada ironi besar di balik persoalan gaji 3.698 PPPK Lhokseumawe. Anggaran tersedia, tetapi rekening ribuan pegawai masih menunggu. Mereka belum...

3.698 Pegawai Pemerintah Lhokseumawe Menunggu Gaji: Dana Ada, Rekening Kosong

3.698 Pegawai Pemerintah Lhokseumawe Menunggu Gaji: Dana Ada, Rekening Kosong

by teguh
Oktober 3, 2026

Sebanyak 3.698 Pegawai Pemerintah Kota Lhokseumawe, Aceh dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Masih menunggu pembayaran gaji yang tertunda. Tabooo.id: Lhokseumawe -...

Benarkah Prabowo Perintahkan Tangkap Warga Aceh?

Benarkah Prabowo Perintahkan Tangkap Warga Aceh?

by eko
Agustus 19, 2026

Viral di Facebook, Presiden Prabowo Subianto disebut memerintahkan TNI dan Polri menangkap semua masyarakat Aceh. Benarkah? Berikut fakta hasil penelusuran....

◉
TABOOO RADIOVERSE
SATU BUMI · RIBUAN FREKUENSI
RADIO ONLINE
Dimulai dari Indonesia, jelajahi seluruh dunia
Menyiapkan peta dunia…
Putar bumi · Klik titik kota · Dengarkan radio
🌏 INDONESIA FOCUS
JELAJAHI SUARA DUNIA

Temukan frekuensimu.

Pilih kota, lalu dengarkan siarannya.

⌕

Radio pilihan

— stasiun
Memuat direktori radio…
1 / 1
♫
SIAP MENDENGARKAN
Pilih stasiun radio
Jelajahi frekuensi dari seluruh dunia
◖))
Belum ada siaran
Powered by TABOOO · Radioverse v1.2Audio disiarkan oleh stasiun pihak ketiga · Radio Browser · Peta © OpenStreetMap

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
    • Pattern
  • Figures
  • Radioverse

© 2026 Tabooo.id