Sabtu, Oktober 24, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

BEM Surabaya Dituding Jual Gerakan, Rp39 Juta Jadi Sorotan

by dimas
Oktober 24, 2026
in Edge
A A
Home Edge
Share on Facebook
Share on Twitter
Aliansi BEM Surabaya membantah tudingan menjual gerakan terkait dana Rp39 juta dari Polda Jatim. Angka tersebut disebut sebagai total RAB, bukan dana yang diterima.

Tabooo.id – Gerakan mahasiswa kerap berdiri di garis depan untuk mengkritik kekuasaan. Namun, ketika isu pendanaan menyeret nama organisasi mahasiswa sendiri, pertanyaan tentang independensi muncul ke permukaan.

Aliansi BEM Surabaya kini menghadapi sorotan setelah unggahan media sosial menuding mereka menjual gerakan mahasiswa kepada Polda Jawa Timur senilai Rp39 juta. Unggahan itu menyertakan tangkapan layar percakapan yang diduga melibatkan Ketua Aliansi BEM Surabaya, Nasrawi Ibnu Dahlan, dengan pihak kepolisian terkait permintaan dana.

Tuduhan tersebut belum membuktikan bahwa Aliansi BEM Surabaya menjual gerakannya. Namun, isu ini membuka pertanyaan yang lebih mendasar: bagaimana organisasi mahasiswa menjaga independensi ketika menjalin kerja sama pendanaan dengan institusi yang kerap menjadi sasaran kritik?

Rp39 Juta dalam RAB, Bukan Angka Penerimaan

Nasrawi membantah tuduhan bahwa dirinya menjual gerakan mahasiswa. Ia menjelaskan bahwa panitia mengajukan proposal kerja sama untuk mendukung pelantikan pengurus Aliansi BEM Surabaya pada November 2025.

Menurut Nasrawi, pihak Intelkam Polda Jatim lebih dahulu menghubunginya dan menawarkan bantuan. Ia menyebut panitia membutuhkan dukungan untuk sejumlah keperluan acara, termasuk penyewaan sistem suara dan konsumsi.

Ini Belum Selesai

Gestur Sayat Leher Rudy Mas’ud Picu Amarah Mahasiswa

Rocky Gerung Puji Dua Tahun Prabowo-Gibran, Mana Buktinya?

Nasrawi juga menegaskan bahwa angka Rp39 juta merujuk pada total Rencana Anggaran Biaya (RAB), bukan jumlah uang yang ia terima. Ia menyebut pihaknya hanya memperoleh sebagian kecil dari kebutuhan pendanaan tersebut.

Panitia, lanjutnya, juga mengajukan proposal sponsor kepada pihak lain. Penjelasan ini menempatkan pengajuan dana dalam konteks pembiayaan kegiatan organisasi, bukan otomatis sebagai transaksi untuk menukar sikap politik.

Meski demikian, penjelasan Nasrawi belum dengan sendirinya menutup seluruh pertanyaan. Publik tetap perlu mengetahui berapa dana yang benar-benar masuk, siapa pemberinya, bagaimana panitia menggunakannya, dan apakah ada kesepakatan yang melekat pada bantuan tersebut.

Ketika Proposal Bertemu Independensi

Mengajukan proposal sponsor bukan tindakan yang otomatis mencederai gerakan mahasiswa. Organisasi membutuhkan dana untuk menjalankan kegiatan. Mereka juga dapat menjalin kerja sama dengan berbagai pihak selama prosesnya terbuka dan tidak mengorbankan prinsip.

Masalah muncul ketika publik tidak memperoleh penjelasan yang cukup. Terlebih, pendanaan itu disebut melibatkan institusi kepolisian, lembaga yang memiliki kewenangan besar dalam menjaga keamanan sekaligus menangani berbagai aksi demonstrasi.

Di titik ini, persoalannya bukan sekadar siapa mengirim uang kepada siapa. Pertanyaan utamanya menyangkut batas antara dukungan kegiatan dan potensi konflik kepentingan.

Situasi ini memunculkan pertanyaan tentang potensi konflik kepentingan dan transparansi penggunaan dana.

Pertanyaan-pertanyaan itu tidak membuktikan adanya transaksi kepentingan. Namun, organisasi yang ingin menjaga kepercayaan publik perlu menjawabnya dengan dokumen dan keterangan yang bisa diperiksa, bukan hanya dengan bantahan.

Jangan Mengubah Dugaan Menjadi Vonis

Tangkapan layar percakapan yang beredar di media sosial dapat menjadi petunjuk awal. Namun, publik tetap perlu memeriksa konteks, keaslian, rangkaian percakapan, serta dokumen pendukungnya.

Angka dalam RAB juga tidak bisa langsung disamakan dengan dana yang diterima. Proposal menunjukkan rencana kebutuhan, sedangkan bukti transfer, catatan kas, dan laporan pertanggungjawaban dapat membantu menjelaskan realisasi pendanaan.

Karena itu, publik perlu membedakan tiga hal: pengajuan proposal, penerimaan bantuan, dan dugaan pertukaran kepentingan. Ketiganya memiliki makna berbeda dan membutuhkan bukti yang berbeda pula.

Tanpa pemeriksaan tersebut, tuduhan “menjual gerakan” berisiko berubah menjadi vonis di ruang publik. Sebaliknya, bantahan juga tidak seharusnya menghentikan pertanyaan yang wajar tentang transparansi pendanaan.

Polda Jatim pun perlu memberikan keterangan mengenai komunikasi yang dipersoalkan, mekanisme bantuan, serta jumlah dana yang benar-benar mereka keluarkan. Konfirmasi ini penting agar publik tidak hanya bergantung pada satu versi cerita.

Gerakan Kritis Juga Harus Terbuka

Gerakan mahasiswa memperoleh legitimasi bukan semata-mata karena berani mengkritik kekuasaan. Kepercayaan juga tumbuh dari konsistensi sikap, keterbukaan pengelolaan organisasi, dan kesediaan mempertanggungjawabkan keputusan.

Jika mahasiswa menuntut transparansi dari pemerintah dan aparat, mereka juga perlu menerapkan standar serupa di dalam organisasinya. Prinsip itu bukan berarti setiap kerja sama pendanaan pasti bermasalah. Justru keterbukaan dapat membedakan kerja sama yang wajar dari praktik yang berpotensi mengganggu independensi.

Dalam perkara Aliansi BEM Surabaya, publik belum memiliki dasar yang cukup untuk menyimpulkan bahwa organisasi tersebut menjual gerakan seharga Rp39 juta. Nasrawi telah menyampaikan bantahan dan menjelaskan bahwa angka itu merupakan total RAB, bukan jumlah bantuan yang ia terima.

Kini, pertanyaan berikutnya membutuhkan jawaban berbasis dokumen: berapa dana yang masuk, dari mana sumbernya, untuk apa penggunaannya, dan adakah syarat yang menyertainya?

Sebab, gerakan mahasiswa tidak cukup hanya lantang ketika berhadapan dengan kekuasaan. Mereka juga harus berani membuka catatan ketika publik mulai mempertanyakan uang di balik gerakan tersebut. @dimas

Tags: BEM SurabayaDana Polisigerakan mahasiswaIndependensi MahasiswaRp 39 Juta

Kamu Melewatkan Ini

GERAM Gelar Aksi 27 Agustus di DPR, Bawa 10 Tuntutan

GERAM Gelar Aksi 27 Agustus di DPR, Bawa 10 Tuntutan

by dimas
Agustus 25, 2026

GERAM akan menggelar aksi 27 Agustus 2026 di DPR dengan sekitar 1.000 massa dan membawa 10 tuntutan terkait demokrasi, ekonomi,...

Demo Ada Paket Premium? Rp20 Juta Bisa Ganti Lokasi?

Demo Ada Paket Premium? Rp20 Juta Bisa Ganti Lokasi?

by teguh
Agustus 6, 2026

Dulu mahasiswa turun ke jalan untuk menawar kebijakan. Sekarang publik justru bertanya, apakah ada yang ikut menawar lokasi demonstrasi? Bahkan...

Gerakan Mahasiswa dan Krisis Integritas

Gerakan Mahasiswa dan Krisis Integritas

by teguh
Agustus 5, 2026

Sejak Indonesia merdeka, jalanan selalu menjadi ruang yang tidak pernah benar-benar kosong. Ketika ruang dialog menyempit, Gerakan Mahasiswa memenuhi trotoar,...

Next Post
Kontak Tembak di Nduga, Dua Orang Diduga Anggota OPM Tewas

Kontak Tembak di Nduga, Dua Orang Diduga Anggota OPM Tewas

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id