karhutla Arjuno–Welirang meluas hingga Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, pada Selasa 20/10/2026. Angin kencang menyulitkan tim gabungan mengendalikan api yang menjalar di kawasan pegunungan tersebut.
Tabooo.id: Mojokerto – Kepala UPT Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Agustiningtyas Marini, menjelaskan bahwa api yang sebelumnya membakar kawasan Arjuno–Welirang di wilayah Pasuruan kini bergerak ke sisi utara Welirang, menuju Mojokerto.
“Ini teman-teman Mojokerto sebagian juga sudah melakukan penanganan, pemantauan untuk wilayah Mojokerto,” kata Agustiningtyas, Selasa 20/10/2026.
Api menjalar ke sejumlah vegetasi, mulai dari ilalang, rumpun bambu, hingga semak belukar. Tim gabungan berupaya memadamkan titik api yang dapat mereka jangkau sekaligus membuat sekat bakar untuk membatasi pergerakan kobaran.
Karhutla Arjuno–Welirang: Api Bergerak, Petugas Berpacu dengan Angin
Agustiningtyas menyebut angin kencang pada siang hari menjadi salah satu kendala utama. Kondisi tersebut membuat petugas harus mengutamakan keselamatan ketika mendekati titik kebakaran.
“Sekat bakar sama penanganan yang bisa dijangkau kami lakukan pemadaman. Cuma kalau siang anginnya luar biasa, teman-teman tetap kami minta jaga kondisi, jaga keselamatan, jangan sampai terjebak api,” ujarnya.
Tahura Raden Soerjo juga berencana menutup jalur pendakian Gunung Pundak di Kecamatan Pacet. Langkah itu menyasar keselamatan pendaki sekaligus membantu petugas mengendalikan aktivitas di kawasan terdampak karhutla Arjuno-Welirang.
“Jadi sore ini yang pendakian Loka Wiyata Surya (LWS) akan kami tutup,” kata Agustiningtyas.
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin, membenarkan bahwa api telah mencapai Kecamatan Trawas pada Selasa 20/10/2026.
“Telah memasuki kawasan Kecamatan Trawas,” kata Rinaldi.
BPBD Jawa Timur, BPBD Mojokerto, Dinas Kehutanan Jawa Timur, UPT Tahura Raden Soerjo, relawan, dan Masyarakat Peduli Api bergabung menangani Karhutla Arjuno-Welirang. Mereka membuat sekat bakar di Watu Langak, Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, serta Bukit Bendolo, Kecamatan Pacet. Upaya tersebut bertujuan menahan api agar tidak bergerak menuju Bukit Peperan.
Tim pertama kali mendeteksi kebakaran pada Jumat 16/10/2026, di kawasan bawah Gunung Arjuno, wilayah Batu dan Malang. Kobaran kemudian meluas ke kawasan Welirang sebelum mencapai Trawas.
Ketika Angin Menguji Kesiapan Penanganan karhutla
Perluasan karhutla Arjuno–Welirang ini menunjukkan bahwa penanganan kebakaran di kawasan pegunungan tidak cukup mengandalkan pemadaman pada titik yang terlihat. Petugas juga perlu membaca arah angin, mengantisipasi pergerakan api, dan menjaga jalur evakuasi tetap aman.
Bagi warga sekitar dan pendaki, perkembangan situasi menuntut kewaspadaan. Masyarakat sebaiknya mengikuti informasi resmi BPBD dan pengelola Tahura serta menghindari kawasan yang masuk dalam area penanganan kebakaran.
Api dapat bergerak lebih cepat daripada kemampuan petugas menjangkaunya. Karena itu, keselamatan personel, pembatasan akses, dan koordinasi antarlembaga menjadi bagian penting dalam mencegah kebakaran kebakaran karhutla Arjuno meluas. @teguh







