Rabu, Oktober 21, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Karhutla Gunung Sumbing Meluas, Api Mengancam Hutan dan Permukiman

by dimas
Oktober 21, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality Regional
Share on Facebook
Share on Twitter
Karhutla Gunung Sumbing meluas hingga 306 hektare. Petugas terus memadamkan api yang mengancam hutan pinus, lahan pertanian, dan permukiman warga di tengah medan terjal.

Tabooo.id: Wonosobo – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng Gunung Sumbing, Jawa Tengah, telah menjangkau sekitar 306 hektare. Petugas berhasil memadamkan api di area seluas 140 hektare, tetapi dua titik kebakaran masih aktif dan mengancam kawasan di sekitarnya.

Petugas kini berupaya mencegah api merambat ke hutan pinus, lahan pertanian, dan permukiman warga. Medan yang terjal menjadi tantangan utama karena menyulitkan personel menjangkau titik api.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Roy Hardi Siahaan mengatakan personel terus berupaya membatasi pergerakan api. Mereka berjuang menjangkau area kebakaran sekaligus mencegah kobaran meluas.

“Personel di lapangan terus berjuang naik ke atas, membatasi dan melokalisir api agar tidak melebar,” kata Roy dalam keterangannya, Rabu (21/10/2026).

Medan Terjal Hambat Pemadaman

Petugas masih mengandalkan pemadaman langsung dengan peralatan konvensional dan bantuan warga. Namun, kondisi lereng yang ekstrem membatasi ruang gerak mereka untuk menjangkau sejumlah titik kebakaran.

Ini Belum Selesai

Komdigi Bantah Shadowban Konten Karhutla, Mengapa Views Kreator Turun?

Aliansi BEM Solo Raya Kritik Prioritas MBG, Aksi Demo Memanas saat Ban Dibakar

Karena itu, kepolisian menjajaki penggunaan helikopter untuk melakukan water bombing. Opsi tersebut bergantung pada kondisi medan dan kemungkinan pengerahan helikopter yang disiagakan dari kawasan Gunung Lawu.

“Saat ini kondisi masih menyala dan kita terus berupaya padamkan. Kami juga menjajaki pengerahan helikopter water bombing yang disiagakan dari Gunung Lawu jika kondisi medan memungkinkan,” ujar Roy.

Rencana tersebut menunjukkan besarnya tantangan pemadaman di kawasan pegunungan. Ketika petugas sulit menjangkau sumber api melalui jalur darat, mereka perlu mempertimbangkan cara lain untuk membatasi penyebaran kebakaran.

180 Personel Menjaga Titik Kritis

Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Pripurna Atmaja mengatakan pemerintah daerah bersama kepolisian menetapkan status tanggap darurat. Langkah ini bertujuan mempercepat dukungan penanganan karena kebakaran telah melampaui luas 100 hektare.

Sebanyak 180 personel kini bertugas di sejumlah titik kritis, termasuk kawasan Banyumudal. Mereka membuat sekat bakar atau firebreak untuk menghambat pergerakan api.

Warga setempat juga ikut membantu. Sejumlah petani mengerahkan mesin pompa air untuk membasahi area yang rawan terbakar.

“Sebanyak 180 personel yang terbagi dalam six peleton kami sebar ke titik-titik kritis, seperti kawasan Banyumudal. Selain membuat sekat bakar (firebreak), kami juga dibantu warga petani setempat yang mengerahkan mesin pompa steam air untuk membasahi area rawan,” ucap Ricky.

Dua titik kebakaran yang masih aktif diperkirakan mencakup area seluas 90 hektare dan 70 hektare. Petugas terus memantau kedua kawasan tersebut untuk menahan api agar tidak menjalar ke area lain.

162 Pendaki Dievakuasi

Kebakaran juga berdampak pada aktivitas pendakian. Kepolisian menutup seluruh jalur pendakian Gunung Sumbing serta jalur pendakian gunung lainnya di Jawa Tengah demi keselamatan masyarakat.

Tim pencarian dan pertolongan (SAR) telah mengevakuasi 162 pendaki dengan selamat. Petugas tetap bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api, terutama ketika angin kencang memperbesar risiko penyebaran kebakaran.

Penutupan jalur pendakian menjadi langkah pencegahan di tengah situasi yang belum sepenuhnya terkendali. Petugas perlu memastikan keselamatan pendaki sekaligus menjaga ruang gerak tim pemadam di kawasan terdampak.

Bukan Sekadar Kebakaran di Lereng Gunung

Karhutla di Gunung Sumbing bukan hanya persoalan memadamkan api. Kebakaran juga mengancam hutan, lahan pertanian, dan ruang hidup warga di sekitar lereng.

Besarnya area terdampak memperlihatkan pentingnya koordinasi antara petugas, pemerintah daerah, dan masyarakat. Sekat bakar serta pompa air membantu penanganan, tetapi petugas tetap harus mengendalikan titik api aktif dan mengantisipasi perubahan arah angin.

Hingga Rabu (21/10/2026), petugas masih berjuang memadamkan kebakaran. Fokus mereka kini mencakup pembatasan api, perlindungan kawasan di sekitar lereng, dan pencegahan agar kobaran tidak meluas. @dimas

Tags: Jawa TengahKarhutla Gunung SumbingKebakaran HutanKebakaran LahanWonosobo

Kamu Melewatkan Ini

Karhutla Gunung Arjuno Belum Padam, Titik Api Mengarah ke Puncak

Karhutla Gunung Arjuno Belum Padam, Titik Api Mengarah ke Puncak

by dimas
Oktober 17, 2026

Karhutla Gunung Arjuno belum padam. Dua titik api mengarah ke puncak Gunung Ringgit, sementara petugas mengandalkan pemadaman manual. Jalur pendakian...

100 Hektare Terbakar, Kebakaran Gunung Lawu Belum Terkendali

100 Hektare Terbakar, Kebakaran Gunung Lawu Belum Terkendali

by dimas
Oktober 16, 2026

Kebakaran Gunung Lawu di Karanganyar meluas hingga 100 hektare. Sebanyak 350 personel dikerahkan, tetapi angin kencang menghambat pemadaman dan mengancam...

Kabar OTT KPK Bupati Klaten Beredar, KPK Belum Beri Konfirmasi

Kabar OTT KPK Bupati Klaten Beredar, KPK Belum Beri Konfirmasi

by teguh
Oktober 15, 2026

Kabar OTT KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, beredar pada Kamis, 15/10/2026. Informasi itu turut menyebut nama...

Next Post
Arogansi Ajudan Gubernur Kaltim dan Bayang-Bayang Feodalisme

Arogansi Ajudan Gubernur Kaltim dan Bayang-Bayang Feodalisme

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id