Seruan boikot brand Indonesia muncul di Malaysia setelah Indonesia melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026. Rivalitas sepak bola ikut memanas di media sosial.
Tabooo.id – Indonesia melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026. Rivalitas dengan Malaysia pun memanas di media sosial hingga muncul seruan boikot terhadap sejumlah brand
Indonesia.Indonesia melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026.
Kemenangan itu ikut memanaskan rivalitas Indonesia dan Malaysia di media sosial.
Sejumlah pengguna media sosial Malaysia menyerukan boikot terhadap produk Indonesia.
Mereka menyampaikan seruan tersebut melalui Threads. Akun Instagram @mejakarta.keras kemudian membagikan kembali beberapa unggahan itu.
Brand Indonesia Masuk Seruan Boikot
Sejumlah pengguna mengajak masyarakat Malaysia berhenti membeli produk Indonesia.
Mereka juga membagikan daftar brand Indonesia yang beroperasi di Malaysia.
Nama Kopi Kenangan, Indomie, dan J.CO muncul dalam daftar tersebut.
Seruan itu juga merambah musik dan hiburan.
Salah satu pengguna mengajak masyarakat Malaysia berhenti menikmati musik dan hiburan dari Indonesia.
Ia menilai masyarakat Indonesia tidak menghormati Malaysia sebagai negara tetangga.
Namun, sebagian pengguna Malaysia menolak ajakan tersebut.
Seorang pengguna mempertanyakan alasan boikot produk halal hanya karena persoalan sepak bola.
“Produk halal pun diboikot perkara bola je?”
Respons tersebut menunjukkan adanya perbedaan sikap di kalangan pengguna media sosial Malaysia.
Persaingan Memanas di Grup A
Rivalitas Indonesia dan Malaysia kembali menguat setelah laga terakhir Grup A.
Malaysia menang 6-0 atas Singapura.
Indonesia juga menang besar 9-2 atas Bangladesh.
Kedua tim mengumpulkan tujuh poin.
Keduanya juga memiliki selisih gol +9.
Indonesia mencetak 11 gol sepanjang fase grup.
Sementara itu, Malaysia mencetak sembilan gol.
Selisih dua gol membawa Indonesia ke final.
Ketika Sepak Bola Masuk ke Ranah Konsumsi
Sepak bola memang menghadirkan rivalitas antarnegara.
Namun, persaingan bisa meluas ketika suporter membawanya ke kehidupan sehari-hari.
Produk, musik, dan hiburan Indonesia ikut masuk dalam perdebatan.
Brand tidak bermain di lapangan.
Musisi juga tidak menentukan hasil pertandingan.
Namun, sentimen suporter bisa memengaruhi cara publik melihat produk dan budaya dari negara tetangga.
Ini bukan lagi sekadar soal siapa yang masuk final. Rivalitas olahraga mulai menyentuh produk dan budaya.
Pada akhirnya, sepak bola tetap sebuah pertandingan.
Skor menentukan pemenang.
Namun, hubungan masyarakat Indonesia dan Malaysia jauh lebih besar daripada hasil satu pertandingan.@eko








