Rabu, September 16, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Di Depan Monumen Pers, Koran Masih Punya Pembaca

by eko
Agustus 31, 2026
in Vibes
A A
Home Vibes
Share on Facebook
Share on Twitter
Warga masih membaca koran di depan Monumen Pers Solo. Di tengah era digital, kebiasaan membaca belum benar-benar hilang.

Di tengah derasnya informasi dari layar ponsel, pemandangan ini terasa berbeda.

Sejumlah warga berdiri di depan papan kaca. Mereka membaca halaman koran yang terpajang di sana. Tak ada gerakan scroll. Tak ada notifikasi yang mengejar perhatian.

Mereka hanya berhenti, melihat, lalu membaca. Pemandangan itu terlihat di depan kawasan Monumen Pers Nasional, Solo. Aktivitas sederhana tersebut menunjukkan bahwa budaya membaca koran belum sepenuhnya hilang.

Ketika Berita Membuat Orang Berhenti

Hari ini, berita datang dengan sangat cepat.

Ponsel memberi notifikasi. Media sosial terus menawarkan informasi baru. Satu berita muncul, lalu berita lain segera mengambil perhatian.

Ini Belum Selesai

Dari Kelapa ke Sawit: Siapa yang Mengubah Isi Wajan Kita?

Silat Panglipur: Sejarah, Filosofi dan Warisan Abah Aleh

Semua terasa serba cepat.

Namun, membaca koran di papan informasi membutuhkan ritme berbeda. Pembaca harus mendekat, melihat halaman, lalu memilih berita yang menarik perhatian.

Tidak ada tombol scroll.

Tidak ada video yang otomatis berjalan.

Hanya pembaca dan koran.

Kertas di Tengah Era Digital

Internet mengubah cara masyarakat mencari berita.

Dulu, orang menunggu koran untuk mengetahui kabar terbaru. Kini, ponsel bisa membawa berita langsung ke tangan pembaca.

Perubahan itu membuat media cetak menghadapi tantangan besar.

Namun, kebutuhan manusia tetap sama.

Kita tetap ingin tahu apa yang terjadi. Kita tetap ingin memahami perubahan di sekitar kita.

Bedanya, sekarang kita punya lebih banyak pintu untuk mencari informasi.

Koran menjadi salah satu pintu lama. Ponsel menjadi pintu baru.

Membaca Bukan Sekadar Melihat Headline

Ada perbedaan antara melihat berita dan membaca berita.

Media sosial membuat orang berpindah dari satu informasi ke informasi lain dengan cepat. Sebuah headline bisa menarik perhatian pagi ini, lalu hilang dari ingatan beberapa jam kemudian.

Koran menawarkan pengalaman berbeda.

Pembaca melihat satu halaman secara utuh. Mereka memilih berita, mereka membaca isinya dan mereka juga bisa menemukan berita lain dalam halaman yang sama.

Ritme seperti ini memberi ruang untuk berpikir.

Bukan berarti cara lama selalu lebih baik. Namun, pemandangan di depan Monumen Pers menunjukkan bahwa cara lama masih punya tempat.

Ketika Perhatian Jadi Barang Mahal

Pemandangan warga membaca koran terlihat sederhana.

Namun, ada cerita lain di baliknya.

Kita hidup dalam lautan informasi. Berita datang dari media sosial, aplikasi, situs berita, hingga grup percakapan.

Masalah kita bukan lagi kekurangan informasi.

Masalahnya, kita semakin sulit memberi perhatian.

Kita membaca judul tanpa membuka berita, kita melihat potongan video tanpa mencari konteks dan kita ikut berkomentar sebelum memahami persoalan.

Karena itu, aktivitas membaca koran menghadirkan sebuah jeda.

Pembaca tidak perlu terburu-buru.

Mereka hanya perlu membaca.

Ini Bukan Sekadar Koran

Pemandangan di depan Monumen Pers bukan cuma tentang media cetak.

Ini tentang kebiasaan manusia dalam mencari tahu.

Teknologi terus berubah. Cara kita mengakses berita juga ikut berubah.

Namun, rasa ingin tahu tetap sama.

Orang masih ingin mengetahui apa yang terjadi di sekitarnya. Mereka masih mencari cerita, fakta, dan informasi.

Koran mungkin tidak lagi mendominasi ruang informasi seperti dulu.

Tetapi selama masih ada orang yang berhenti untuk membacanya, cerita itu belum selesai.

Sebab berita bukan cuma soal siapa yang paling cepat menyampaikan informasi.

Berita juga soal siapa yang mau berhenti, membaca, lalu memahami.@eko

Tags: BeritaInformasiKoranMembacaMonumen PersSolo

Kamu Melewatkan Ini

Doa dan Lilin Jurnalis Solo untuk 5 Rekan Hilang di Anak Krakatau

Doa dan Lilin Jurnalis Solo untuk 5 Rekan Hilang di Anak Krakatau

by dimas
September 15, 2026

Jurnalis Solo menggelar doa dan menyalakan lilin untuk lima rekan yang hilang saat perjalanan menuju kawasan Anak Krakatau. Tabooo.id: Surakarta...

1.750 Pesilat Berlaga di Piala Panglima TNI Solo

1.750 Pesilat Berlaga di Piala Panglima TNI Solo

by eko
September 11, 2026

1.750 pesilat mengikuti Open Turnamen Pencak Silat Piala Panglima TNI di Solo, lengkap dengan coaching clinic dan door prize sepeda...

Solo Bidik Peluang Kerja dan Belajar di Selandia Baru

Solo Bidik Peluang Kerja dan Belajar di Selandia Baru

by eko
September 10, 2026

Solo menjajaki kerja sama dengan Selandia Baru di bidang tenaga kerja, pendidikan, dan pertanian. Ada peluang belajar dan transfer pengalaman....

Next Post
September Hitam: Ketika Luka Sejarah Menolak Dilupakan

September Hitam: Ketika Luka Sejarah Menolak Dilupakan

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id