Senin, Agustus 24, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

500 Warga Kebumen ke Jakarta: Dukung Pemerintah, Tapi Tetap Kritik MBG

by teguh
Agustus 24, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter
Sebanyak 500 warga Kebumen, Jawa Tengah, bersiap menuju Jakarta pada 27/08/2026. Mereka membawa dukungan untuk program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Namun, mereka juga meminta pemerintah mengevaluasi tata kelola MBG.

Tabooo.id: Kebumen – Rencana itu digagas DPD Tani Merdeka Kebumen bersama Aliansi Kebumen Bersatu dan kelompok masyarakat lainnya. 500 warga Kebumen tersebut berasal dari petani, pedagang, sopir, buruh, nelayan, tukang becak, hingga relawan Prabowo.

500 Warga Kebumen, Satu Pesan

Ketua DPD Tani Merdeka Kebumen, Parjono, mengatakan massa akan menyampaikan aspirasi secara damai.

“Kami DPD Tani Merdeka Kebumen bersama Aliansi Kebumen Bersatu, petani, pedagang, nelayan dan para Relawan Prabowo siap berangkat ke Jakarta untuk menggelar aksi damai,” kata Parjono.

Ia menyampaikan pernyataan itu pada 24/08/2026. Parjono menegaskan dukungan warga terhadap sejumlah program strategis pemerintah. Salah satunya ialah Makan Bergizi Gratis atau MBG.

“Kami warga Kebumen dari elemen petani, pedagang, sopir, buruh dan para relawan sangat mendukung program strategis pemerintah Presiden Prabowo Subianto seperti MBG karena sangat dibutuhkan anak-anak,” ujarnya.

Ini Belum Selesai

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali, Kolom Abu Capai 250 Meter

Dana Aksi Warga Pati Diblokir, Demo ke DPR Tetap Jalan

Namun, dukungan itu datang bersama catatan. Parjono meminta pemerintah mengevaluasi tata kelola MBG. Ia juga meminta pemerintah memperkuat pengawasan terhadap seluruh SPPG.

“Langkah baiknya dibutuhkan evaluasi tata kelola, termasuk melakukan evaluasi terhadap seluruh SPPG,” katanya.

500 Warga Kebumen ke Jakarta: Dukung Pemerintah, Tapi Tetap Kritik MBG
500 warga Kebumen berasal dari petani, pedagang, sopir, buruh, nelayan, tukang becak, hingga relawan Prabowo

Program Didukung, Pengawasan Dipertanyakan

Warga Kebumen tidak meminta pemerintah menghentikan MBG. Mereka justru meminta pemerintah memperbaiki pengelolaannya.

Rahmatun, salah satu warga Kebumen, menyampaikan pandangan serupa.

“Jadi bukan program MBG-nya yang harus dihentikan, tetapi pengawasan SPPG harus lebih ditingkatkan karena program MBG sangat dibutuhkan anak-anak kami,” kata Rahmatun.

Pesan itu cukup sederhana, Programnya mereka dukung. Sistem pengawasannya mereka minta diperbaiki. Permintaan tersebut juga muncul dalam evaluasi pemerintah terhadap pelaksanaan MBG.

BPKP mengevaluasi sejumlah SPPG di berbagai daerah. Evaluasi itu mencakup penerima manfaat, rantai pasok, kualitas makanan, pengelolaan keuangan, dan potensi risiko penyimpangan.

Artinya, persoalan pengawasan SPPG bukan sekadar isu yang muncul dari masyarakat Kebumen. Pemerintah sendiri melihat aspek tersebut sebagai bagian penting dalam tata kelola MBG.

Pengawasan SPPG Jadi Sorotan

Pada 14/08/2026, pengamat kebijakan publik Trubus Rahardiansyah mendorong penguatan pengawasan MBG.

Ia menilai pemerintah perlu memperkuat pengawasan sampai tingkat sekolah dan SPPG. Pandangan itu memperlihatkan satu hal yaitu, Program berskala besar membutuhkan sistem pengawasan yang sepadan.

Pada 24/06/2026, peneliti BRIN Yanu Endar Prasetyo juga menyebut evaluasi MBG sebagai momentum memperbaiki tata kelola kebijakan publik.

Pemerintah pun melakukan evaluasi internal. Pada 21/07/2026, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Agustina Arumsari menjelaskan sejumlah fokus evaluasi MBG.

Ia menyoroti validasi penerima manfaat dan skema insentif SPPG. Jadi, tuntutan warga Kebumen bertemu dengan agenda evaluasi pemerintah. Bedanya, warga menyampaikannya dari sisi penerima manfaat.

Dari Kebumen ke Jakarta

Dukungan warga tidak hanya menyentuh MBG. Mereka juga mendukung agenda swasembada pangan dan perbaikan distribusi pupuk bersubsidi. Bagi petani, dua isu tersebut menyentuh kebutuhan sehari-hari.

Parjono mengatakan petani ingin kebijakan pemerintah memperkuat sektor pertanian. Ia juga berharap distribusi pupuk berjalan lebih baik.

“Kami siap mengawal dan mendukung program strategis pemerintah, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan dan memperbaiki distribusi pupuk bersubsidi,” katanya.

Massa juga membawa pesan persatuan.

“Jaga Jakarta, jaga Indonesia. Kami ingin menjaga persatuan bangsa dan menolak aksi yang berpotensi memicu provokasi,” ujar Parjono.

Ia menyebut sekitar 500 orang akan mengikuti keberangkatan tersebut.

Kritik Bukan Berarti Menolak

Ada satu hal menarik dari rencana aksi warga Kebumen. Mereka tidak menempatkan dukungan dan kritik sebagai dua kubu berbeda.

Mereka mendukung MBG sekaligus meminta pemerintah memperketat pengawasan. Di titik ini, kritik tidak otomatis berarti penolakan tapi justru sebaliknya.

Warga ingin program tetap berjalan, tetapi pemerintah harus memastikan sistemnya bekerja. Itulah persoalan yang lebih besar dari sekadar aksi 500 orang.

MBG menyentuh anak-anak, keluarga, sekolah, petani, pelaku usaha, hingga anggaran negara. Karena itu, kualitas program tidak cukup pemerintah ukur dari jumlah penerima.

Pemerintah juga harus memastikan makanan sampai kepada anak yang tepat. Kualitasnya harus memenuhi standar. Pengelolaannya harus transparan.

Ini Dampaknya Buat Kamu

Kalau MBG berjalan baik, anak-anak mendapat manfaat langsung. Kalau pengawasannya lemah, masalahnya juga langsung menyentuh publik.

Uang negara ikut masuk ke dalam rantai program. Makanan masuk ke meja anak-anak.

Karena itu, pengawasan bukan aksesori. Pengawasan adalah bagian dari keberhasilan MBG.

Rencana keberangkatan 500 warga Kebumen pada 27/08/2026 akhirnya membawa pesan yang cukup jelas.

Mereka mendukung pemerintah namun, mereka juga meminta pemerintah bekerja lebih ketat.

Dukung programnya, Awasi sistemnya.Sebab, kritik yang sehat tidak selalu bertujuan menjatuhkan kebijakan. Kadang, kritik justru ingin memastikan kebijakan tetap berjalan sesuai tujuan. @teguh

Tags: JakartaKebumenMakan Bergizi GratisMBGPrabowo SubiantoSPPG

Kamu Melewatkan Ini

Kartu ATM MBG Viral, Benarkah Sudah Resmi?

Kartu ATM MBG Viral, Benarkah Sudah Resmi?

by eko
Agustus 23, 2026

Foto kartu ATM MBG viral di Facebook. Benarkah pemerintah sudah menerbitkannya? Penelusuran menemukan fakta berbeda. Tabooo.id - Sebuah foto yang...

Korporasi Diduga Main Api, Prabowo: Tindak Tegas Kalau Terbukti!

Korporasi Diduga Main Api, Prabowo: Tindak Tegas Kalau Terbukti!

by dimas
Agustus 22, 2026

Korporasi diduga terlibat karhutla di Kalimantan. Prabowo menegaskan akan menindak tegas jika keterlibatan mereka terbukti secara hukum. Tabooo.id - Negara...

81 Tahun Kemerdekaan Indonesia, Merdeka untuk Siapa?

81 Tahun Kemerdekaan Indonesia, Merdeka untuk Siapa?

by Tabooo
Agustus 20, 2026

Sehari setelah perayaan HUT ke-81 RI, mahasiswa turun ke jalan membawa delapan tuntutan. Di sana, makna kemerdekaan kembali dipertanyakan lewat...

Next Post
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali, Kolom Abu Capai 250 Meter

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali, Kolom Abu Capai 250 Meter

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id