Karnaval SD Tarakanita Solo Baru memberi ruang bagi anak mengenal budaya, membangun kreativitas, dan belajar kebersamaan di luar kelas.
Tabooo.id – Anak-anak tidak selalu belajar dari buku. Kadang, mereka belajar dari kostum yang mereka pakai, teman yang berjalan di samping mereka, dan sorak-sorai yang menggema di sepanjang jalan.
Karnaval HUT ke-81 Republik Indonesia yang diikuti siswa SD dan SMP Tarakanita Solo Baru menghadirkan pengalaman itu. Ratusan siswa mengenakan pakaian adat dan membawa atribut kemerdekaan.
Mereka berjalan bersama di bawah terik matahari. Mereka membawa semangat merah putih ke lingkungan sekitar.
Namun, ada makna yang lebih besar dari sekadar karnaval.
Anak Butuh Pengalaman, Bukan Hanya Hafalan
Di sekolah, anak-anak belajar sejarah Indonesia. Mereka mengenal pahlawan dan memahami berbagai peristiwa penting.
Namun, anak-anak juga membutuhkan pengalaman.
Mereka perlu melihat keberagaman, mereka perlu merasakan kebersamaan dan mereka juga perlu belajar bekerja sama dengan teman yang memiliki karakter berbeda.
Karnaval memberi ruang untuk pengalaman tersebut.
Saat seorang anak mengenakan pakaian adat, rasa ingin tahu dapat tumbuh. Anak itu mungkin bertanya tentang asal pakaian tersebut dan budaya yang mengiringinya.
Saat mereka berjalan bersama, mereka juga belajar menjaga kekompakan. Mereka belajar mengikuti kelompok dan menghargai teman.
Pengalaman sederhana seperti ini dapat meninggalkan kesan.
Kreativitas Anak Butuh Ruang
Setiap anak memiliki cara sendiri untuk mengekspresikan diri. Ada yang senang tampil di depan, ada yang lebih suka membuat aksesori.
Ada pula yang memilih membantu teman menyiapkan kostum.
Kegiatan bersama memberi ruang bagi setiap anak untuk mengambil peran.
Dalam karnaval Tarakanita, para siswa menampilkan kostum, aksesori, dan berbagai performa. Guru serta yayasan kemudian menilai kekompakan dan kreativitas mereka.
Namun, nilai terbesar tidak selalu muncul dari hasil lomba.
Anak-anak juga belajar menyiapkan sesuatu bersama. Mereka membagi tugas dan membantu satu sama lain.
Mereka belajar menyelesaikan persiapan hingga acara berakhir.
Kadang, anak tidak membutuhkan panggung terbesar. Mereka hanya membutuhkan ruang untuk mencoba.
Orang Tua Ikut Menjadi Bagian
Kegiatan sekolah seperti karnaval juga membuka ruang bagi orang tua. Mereka ikut membantu anak menyiapkan kebutuhan untuk acara.
Dari proses itu, muncul waktu kebersamaan.
Anak dan orang tua dapat memilih kostum bersama. Mereka dapat menyiapkan aksesori sambil berbagi cerita.
Orang tua juga dapat mengenalkan budaya Indonesia melalui proses sederhana tersebut.
Di tengah kesibukan sehari-hari, kegiatan seperti ini membuka ruang komunikasi. Orang tua tidak hanya datang untuk melihat anak tampil.
Mereka ikut mendampingi prosesnya.
Kebersamaan itu mungkin terlihat sederhana. Namun, waktu bersama sering memberi arti yang lebih dalam bagi anak.
Indonesia Tidak Hanya Ada di Buku
Anak-anak dapat mengenal Indonesia melalui banyak cara. Mereka dapat belajar melalui budaya, kegiatan sosial, dan pengalaman bersama.
Karnaval menjadi salah satu ruang untuk itu.
Kegiatan ini memang hanya berlangsung beberapa jam. Terik matahari akan berlalu. Jalanan juga akan kembali seperti biasa.
Namun, anak-anak dapat membawa pulang pengalaman dari hari itu.
Mungkin mereka akan mengingat kostum yang mereka kenakan. Mereka mungkin akan mengingat teman yang berjalan bersama.
Mereka juga mungkin mengingat suasana ketika semua orang merayakan kemerdekaan.
Ini bukan sekadar anak-anak berjalan di jalan dengan kostum. Ini tentang memberi mereka kesempatan untuk mengenal Indonesia melalui pengalaman.
Pada akhirnya, anak-anak tidak hanya membutuhkan jawaban tentang arti Indonesia. Mereka juga membutuhkan ruang untuk melihat, merasakan, dan memahami keberagaman itu sendiri.@eko







