Jumat, Agustus 21, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Guru Windri: Ia Memilih Mengajar Anak-Anak yang Sering Dilupakan Jarak

by teguh
Agustus 19, 2026
in Life
A A
Home Life
Share on Facebook
Share on Twitter
Di Natuna, laut bukan hanya pemandangan. Bentangan air juga menjadi bagian dari perjalanan seorang guru menuju ruang kelas. Guru Windri, 35 tahun, memahami kenyataan itu selama sekitar satu dekade menjadi seorang guru.

Tabooo.id – Guru Windri mengajar Kimia di SMA Negeri 1 Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, tersebut menjalani profesi yang sudah ia cita-citakan sejak kecil. Statusnya sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) membuatnya tetap mengajar di wilayah kepulauan. Lebih dari itu, Windri memilih bertahan di daerah asalnya. Baginya, anak-anak di pulau terdepan juga berhak mendapatkan pendidikan yang layak.

Ketika Laut Menjadi Bagian dari Pekerjaan

Windri berasal dari Pulau Panjang, wilayah yang berada di antara Pulau Serasan dan Pulau Subi.

Kondisi geografis itu membuat perjalanan antarpulau menjadi bagian dari kehidupannya. Jarak tidak sekadar menunjukkan posisi sebuah tempat, tetapi juga menentukan waktu, biaya, dan akses.

“Tahun 2017 saya di SMA Timur, setelah itu PPPK-nya di SMA Serasan. Antara Serasan ke Subi itu ada pulau lagi, yaitu kecamatan baru, (namanya) Pulau Panjang,” kenang Windri kepada Kompas.com, Senin, 17/08/2026.

Meski menghadapi kondisi tersebut, ia tidak menjadikan jarak sebagai alasan untuk meninggalkan profesi.

Ini Belum Selesai

30 Menit Anak-anak Najaten Melawan Jarak

Dua Penyandang Disabilitas Masuk Dunia Kerja, Kesempatan Jadi Nyata

Ketika ditanya mengenai penghasilan, jawabannya pun singkat.

“Alhamdulillah.”

Dua kata itu menjadi gambaran sederhana tentang bagaimana Windri menjalani pekerjaannya. Ia tidak sedang mencari simpati. Ia hanya ingin terus mengajar.

Pelatihan Guru yang Harus Menyeberang Pulau

Tantangan terbesar Windri bukan kemauan untuk belajar.

Justru sebaliknya, ia ingin terus meningkatkan kemampuan sebagai guru. Persoalannya muncul ketika pelatihan berada jauh dari tempat tugas.

“Untuk mengikuti pelatihan itu kami harus menyeberang pulau. Kalau biaya terbatas, kami tidak bisa ikut,” kata Windri.

Teknologi memang membantu. Selama ini, ia mengikuti pelatihan melalui Zoom. Namun, pengalaman daring menurutnya belum sepenuhnya menggantikan pertemuan langsung.

“Selama ini lewat Zoom, tapi ada keterbatasan ilmu yang didapatkan, tidak seefektif tatap muka langsung. Untuk pelatihan pendidikan, kami masih merasa kurang. Itu tantangannya,” ungkapnya.

Masalah tersebut menunjukkan bahwa pemerataan pendidikan tidak berhenti pada keberadaan sekolah atau guru. Kesempatan untuk berkembang juga harus merata.

Bagi guru di kota, pelatihan mungkin hanya membutuhkan waktu dan perangkat. Sementara itu, tenaga pendidik di wilayah kepulauan perlu memperhitungkan ongkos perjalanan, transportasi, serta waktu tempuh dan Jarak akhirnya berubah menjadi biaya.

Guru Juga Harus Belajar Menghadapi Perubahan

Persoalan lain muncul di ruang kelas menurut Windri, perubahan karakter siswa membuat guru perlu semakin hati-hati ketika menerapkan disiplin. Aturan perlindungan anak ikut membuat batas tindakan guru menjadi lebih sensitif.

Guru tetap harus membangun kedisiplinan namun, ketegasan tidak boleh berubah menjadi tindakan yang merugikan siswa.

Karena itu, Windri berharap pemerintah menghadirkan pelatihan teknis yang sesuai dengan kebutuhan guru di daerah. Salah satu yang ia harapkan adalah pelatihan public speaking.

Kemampuan komunikasi bagi seorang guru bukan sekadar keterampilan tambahan. Cara menyampaikan teguran dapat menentukan bagaimana siswa menerima arahan.

Begitu pula cara menjelaskan aturan bisa memengaruhi hubungan guru dengan murid. Guru tidak hanya mengajarkan mata pelajaran. Ia juga mengajarkan cara menghadapi kehidupan.

Anak Pulau Tidak Boleh Kalah karena Jarak

Windri menyimpan kebanggaan sebagai anak daerah perbatasan. Ia percaya anak-anak Natuna mampu bersaing dengan anak-anak yang tumbuh di perkotaan. Perbedaan lokasi, menurut semangat yang ia tunjukkan, tidak semestinya menentukan masa depan.

Dalam kesehariannya, rumah Windri hanya berjarak sekitar tujuh menit menggunakan sepeda motor dari sekolah, Jarak itu memang dekat namun, perjalanan profesinya jauh lebih panjang.

Selama bertahun-tahun, ia memilih tetap mengajar di wilayah kepulauan. Pilihan tersebut menjadi bentuk pengabdian sekaligus cara untuk menunjukkan bahwa anak daerah tidak kekurangan kemampuan karena yang sering kurang justru akses.

Jangan Romantisasi Guru yang Terus Berkorban

Kisah guru di daerah terpencil sering berakhir dengan satu label pahlawan. Pujian memang terdengar indah. Namun, sistem pendidikan tidak boleh berhenti pada apresiasi.

Guru tidak bisa membayar ongkos perjalanan dengan sebutan pahlawan. Pelatihan juga tidak otomatis menjadi dekat hanya karena masyarakat mengagumi perjuangan mereka.

Windri membutuhkan sesuatu yang lebih konkret akses, pelatihan, fasilitas, dan dukungan yang sesuai dengan kondisi geografis.

Pemerintah dapat membuat program., Lembaga pendidikan dapat menggelar pelatihan, Teknologi juga bisa membuka ruang belajar.

Namun, semua itu perlu menjangkau guru yang bekerja paling jauh dari pusat. Di situlah persoalan Windri menjadi lebih besar dari dirinya.

Pendidikan yang merata bukan hanya ketika anak-anak memiliki sekolah. Pendidikan juga harus memastikan gurunya memiliki kesempatan untuk terus berkembang.

Windri memilih tidak pergi ia tetap mengajar anak-anak di pulau. Sekarang, tantangannya bukan meminta guru seperti Windri terus berkorban.

Tantangannya adalah memastikan mereka tidak harus berjuang sendirian hanya karena lahir dan mengajar jauh dari pusat. @teguh

Tags: Guru 3TGuru IndonesiaHUT RI 81NatunaPemerintah IndonesiaPendidikan 3TPendidikan PerbatasanPulau TerluarWindri

Kamu Melewatkan Ini

Ratusan Siswa Tarakanita Ramaikan Karnaval Merdeka

Ratusan Siswa Tarakanita Ramaikan Karnaval Merdeka

by eko
Agustus 21, 2026

Ratusan siswa SD dan SMP Tarakanita Solo Baru menggelar karnaval HUT RI ke-81 dengan pakaian adat dan semangat nasionalisme. Tabooo.id:...

Negara Hadir di Pulau Terluar, Tapi Sudahkah Hadir untuk Gurunya?

Negara Hadir di Pulau Terluar, Tapi Sudahkah Hadir untuk Gurunya?

by teguh
Agustus 17, 2026

Pada 17/08/2026, Merah Putih berkibar dari kota hingga pulau terluar Indonesia. Negara hadir di pulau terluar seperti di pulau Serasan,...

Upacara Kemerdekaan di Gerbang Sritex: Saat Buruh Masih Menunggu Haknya

Upacara HUT RI di Gerbang Sritex: Saat Buruh Masih Menunggu Haknya

by dimas
Agustus 17, 2026

Upacara HUT RI ke-81 di gerbang Sritex menjadi momen eks karyawan menuntut pesangon dan THR yang belum terselesaikan. Tabooo.id: Sukoharjo...

Next Post
Hampir Seabad “Indonesia Raya”, Siapa yang Menjaga Warisan W.R. Soepratman?

Hampir Seabad “Indonesia Raya”, Siapa yang Menjaga Warisan W.R. Soepratman?

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id