Minggu, Agustus 23, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Warga Banyurejo Tolak Portal Besi: UMKM dan Akses Pertanian Terancam

by eko
Agustus 16, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter
Warga sekitar Exit Toll Banyurejo, Kapanewon Tempel, Sleman, tolak rencana pemasangan portal besi dan pagar sepanjang sekitar satu kilometer di ruas Jalan Provinsi DIY.

Tabooo.id – Warga menyampaikan penolakan itu dalam aksi Sabtu (16/8/2026). Mereka menilai rencana tersebut dapat membatasi akses, mengganggu aktivitas pertanian, dan memukul UMKM yang mulai tumbuh di kawasan tersebut.

UMKM Terancam Kehilangan Pembeli

Koordinator Forum Warga Terdampak Exit Toll Banyurejo, Agus Wintolo, mengatakan warga menolak rencana itu karena dampaknya langsung menyentuh aktivitas ekonomi mereka.

Menurut Agus, portal dan pagar dapat mengurangi arus pengguna jalan menuju kawasan usaha warga. Kondisi itu berpotensi membuat UMKM kehilangan pelanggan sebelum sempat berkembang.

“Dengan adanya pemasangan portal besi ini, UMKM warga kami akan mati sebelum berkembang. Bagaimana mungkin pengguna jalan dari jalur utama dialihkan ke jalur bantuan yang lebarnya tidak sesuai ekspektasi?” ujar Agus di lokasi aksi, Sabtu pagi.

Bagi warga, akses jalan bukan sekadar jalur kendaraan. Jalan juga menjadi pintu masuk pembeli, pekerja, dan aktivitas ekonomi sehari-hari.

Ini Belum Selesai

Bukan Cuma Soal Motor, Ketika Komunitas Jadi Tempat Mencari Arah

Desa Adat Sade Terbakar, Ratusan Rumah Sasak Ludes dalam Semalam

Jalur Alternatif Dinilai Terlalu Sempit

Warga juga menyoroti jalur alternatif yang muncul dalam rencana tersebut.

Menurut mereka, lebar jalur itu tidak cukup untuk menopang aktivitas kendaraan warga. Kendaraan pertanian dan mobil pengangkut hasil panen bisa kesulitan ketika berpapasan.

Jika kondisi itu terus terjadi, arus kendaraan dapat melambat dan memicu kemacetan. Aktivitas warga pun ikut terganggu.

Bagi petani, persoalannya sederhana. Mereka membutuhkan jalan yang cukup lebar untuk membawa hasil panen tanpa menghambat kendaraan lain.

Harga Tanah Ikut Jadi Taruhan

Agus juga menyoroti dampak lain yang menurut warga tidak kalah serius, yakni nilai tanah.

Ia menilai pembatasan akses dapat menurunkan harga tanah di sekitar kawasan Exit Toll Banyurejo. Padahal, banyak warga menganggap tanah sebagai aset keluarga untuk masa depan.

“Tanah itu aset anak cucu kami. Kalau ada pemagaran dan portal, otomatis akses terbatas, harga tanah anjlok. Ini kerugian jangka panjang yang tidak bisa dikembalikan,” tegas Agus.

Karena itu, warga melihat rencana portal bukan hanya sebagai persoalan lalu lintas. Mereka melihatnya sebagai persoalan ekonomi keluarga dan masa depan aset warga.

Warga Minta Sultan Mediasi

Warga mengaku sudah menyampaikan keberatan kepada PT Jasa Marga. Namun, menurut Agus, pihak pengelola jalan tol belum memberikan solusi yang sesuai dengan aspirasi warga.

Karena itu, Forum Warga Terdampak Exit Toll Banyurejo berencana mengirim surat kepada Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Warga meminta Sultan memediasi mereka dengan PT Jasa Marga.

“Kami akan meminta Kanjeng Sinuhun Ngarsa Dalem untuk memediasi masyarakat Exit Toll Banyurejo dengan pihak Jasa Marga. Kami berharap beliau dapat membantu memberikan solusi yang adil bagi rakyat,” kata Agus.

Warga meminta PT Jasa Marga mencabut rencana pemasangan portal besi dan pagar tersebut.

Mereka juga menyatakan akan menempuh langkah lanjutan jika pihak terkait tetap mengabaikan aspirasi warga.

Ini bukan sekadar soal portal. Ini soal akses, usaha, sawah, dan nilai tanah yang menjadi sandaran hidup warga.@eko

Tags: Exit TollslemanTol Banyurejotolak pagar besiYogyakarta

Kamu Melewatkan Ini

Aksi Mahasiswa Papua di Gondomanan Memanas, Mengapa?

Aksi Mahasiswa Papua di Gondomanan Memanas, Mengapa?

by dimas
Agustus 17, 2026

Aksi Mahasiswa Papua di Gondomanan memanas hingga terjadi saling dorong dengan aparat. Apa yang memicu kericuhan tersebut? Tabooo.id: Yogyakarta -...

Festival Udin 2026: Tiga Dekade, Mengapa Kasusnya Masih Gelap?

Festival Udin 2026: Tiga Dekade, Mengapa Kasusnya Masih Gelap?

by dimas
Agustus 15, 2026

Festival Udin 2026 kembali membuka kasus wartawan Udin yang belum tuntas setelah tiga dekade. Mengapa kebenaran masih belum menemukan ujung?...

Jogja Merah Putih: Bendera 481 Meter Membelah Malioboro

Jogja Merah Putih: Bendera 481 Meter Membelah Malioboro

by dimas
Agustus 15, 2026

Jogja Merah Putih digelar di Malioboro dengan pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 481 meter menyambut HUT ke-81 RI. Tabooo.id: Yogyakarta...

Next Post
17-8-45: Formasi Paskibraka dan Makna di Baliknya

17-8-45: Formasi Paskibraka dan Makna di Baliknya

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id