Antrean kendaraan mendadak berubah menjadi situasi berbahaya di Jalan Raya Padangan–Ngawi, Bojonegoro. Toyota Alphard KH Anwar Zahid dihantam truk trailer dari belakang saat berhenti dalam antrean sistem buka-tutup jalan.
Tabooo.id: Bojonegora – Peristiwa Alphard KH Anwar Zahid Dihantam Trailer itu terjadi pada Senin, 10 Agustus 2026, sekitar pukul 22.45 WIB. Kecelakaan berlangsung di Desa Prangi, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro. Saat itu, Alphard berhenti di belakang truk karena antrean kendaraan di sekitar proyek perbaikan jalan.
Trailer Datang dari Belakang
Kanit Gakkum Satlantas Polres Bojonegoro Ipda Septian mengatakan Alphard dikemudikan seorang santri berinisial A, 31 tahun.
Mobil tersebut berhenti karena sistem buka-tutup jalur di lokasi perbaikan jalan. Beberapa saat kemudian, truk trailer dari arah belakang menghantam Alphard.
Benturan membuat Alphard terdorong ke depan. Mobil tersebut kemudian menabrak kendaraan lain yang berada di depannya.
Polisi menduga pengemudi trailer mengantuk hingga kehilangan kendali.
“Diduga pengemudi truk mengantuk sehingga tidak mampu menguasai laju kendaraannya,” ujar Ipda Septian pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Bagian depan dan belakang Alphard mengalami kerusakan cukup parah. Namun, KH Anwar Zahid bersama penumpang lain dilaporkan selamat.
Polisi juga menyatakan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kecelakaan tersebut.
Mengantuk Bukan Masalah Sepele
Dugaan mengantuk dalam kecelakaan ini bukan persoalan kecil.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada 02/03/2026 menyebut kelelahan dan mengantuk masih menjadi faktor yang sering memicu kecelakaan, terutama perjalanan jarak jauh.
Dalam evaluasi tersebut, gagal menjaga jarak menjadi penyebab kecelakaan paling dominan dengan 1.156 kasus.
Pemerhati transportasi Budiyanto juga pernah menyoroti kombinasi jarak tidak aman dan kondisi mengantuk.
Pada 11 November 2024, Budiyanto mengatakan konsentrasi yang menurun membuat pengemudi tidak memiliki cukup waktu untuk mengerem atau bermanuver.
Masalahnya, kendaraan berat tidak punya ruang kesalahan sebesar mobil biasa.
Ketika truk kehilangan kendali, antrean di depannya bisa berubah menjadi domino kecelakaan dalam hitungan detik.
Ini Bukan Sekadar Alphard Ringsek
Kecelakaan ini memang melibatkan mobil KH Anwar Zahid. Namun, persoalannya jauh lebih besar dari siapa yang berada di dalam Alphard.
Titik antrean akibat buka-tutup jalan menjadi ruang yang membutuhkan kewaspadaan ekstra. Kendaraan harus memperlambat laju sebelum mencapai antrean.
Polisi mengimbau pengendara menjaga jarak aman dan mengurangi kecepatan ketika mendekati antrean kendaraan serta kawasan perbaikan jalan.
Praktisi hukum Asep Saepudin juga pernah mengingatkan pada 13 Juli 2026 bahwa keselamatan jalan tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja.
Menurutnya, keselamatan membutuhkan kepatuhan pengemudi, infrastruktur yang memadai, dan pengawasan yang konsisten.
Antrean yang Bisa Jadi Titik Maut
Ini bukan sekadar kecelakaan karena sopir mengantuk. Ini peringatan bahwa satu detik kehilangan konsentrasi bisa menghantam banyak orang.
Antrean proyek, kendaraan berat, jarak aman, pencahayaan, dan kondisi fisik pengemudi saling berkaitan. Hari ini Alphard KH Anwar Zahid yang ringsek tapi besok bisa saja kendaraan kita.
Jadi, ketika melihat antrean panjang di depan, jangan cuma injak rem. Pastikan kendaraan di belakang juga punya cukup waktu untuk berhenti. @teguh








