Selasa, November 3, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

BPIP Undang Semua Mantan Presiden ke Hari Lahir Pancasila, Siapa yang Datang?

by teguh
Mei 29, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Hari Lahir Pancasila tahun ini terasa lebih dari sekadar seremoni negara. Di tengah dinamika politik nasional, publik mulai bertanya: siapa elite yang benar-benar hadir di panggung persatuan ini?

Tabooo.id: Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengundang seluruh mantan presiden dan wakil presiden untuk menghadiri upacara Hari Lahir Pancasila pada Senin, 1 Juni 2026. Upacara akan berlangsung di Lapangan Gedung Pancasila, Jalan Taman Pejambon, Jakarta Pusat, pukul 10.00 WIB.

Namun hingga Jumat (29/05/2026), BPIP belum menerima kepastian dari para tokoh nasional tersebut.

Sekretaris Utama BPIP Tonny Agung Arifianto menegaskan pihaknya telah mengirim undangan kepada seluruh mantan kepala negara dan wakil kepala negara.

“Semua presiden maupun wakil presiden pastinya kita undang semuanya. Nanti tepatnya di hari Sabtu besok kepastian terkait konfirmasi siapa saja yang hadir, nanti akan kami sampaikan pada media semuanya,” kata Tonny di Kantor BPIP, Jakarta, Jumat (29/05/2026).

Prabowo Pimpin Upacara, Gibran dan Kabinet Hadir

Presiden RI Prabowo Subianto akan memimpin langsung upacara sebagai Inspektur Upacara. BPIP juga mengundang Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan jajaran Kabinet Merah Putih.

BPIP memilih format terbatas untuk upacara tingkat nasional tahun ini. Karena itu, masyarakat tidak hadir secara massal di lokasi.

Ini Belum Selesai

Ketika Polisi Dilarang Nge-Vape, Siapa yang Mengawasi Pengawas?

Banjir Lahar Dingin Semeru Jebol Tanggul, Akses Jalan Lumajang Terputus

Sebagai gantinya, BPIP membuka akses siaran langsung melalui televisi nasional dan kanal digital resmi. Langkah ini memberi ruang bagi masyarakat untuk tetap mengikuti momen kebangsaan dari tempat masing-masing.

Tonny menilai partisipasi publik tetap penting, meski masyarakat tidak datang langsung ke lokasi.

“Masyarakat ikut bisa terlibat di dalamnya sehingga diharapkan masyarakat juga betul-betul memiliki rasa ikut memperingati Hari Lahir Pancasila,” ujarnya.

Kerja Bakti Nasional Jadi Simbol Gotong Royong

BPIP juga mengajak masyarakat ikut kerja bakti nasional pada 31/05/2026. Imbauan itu menyasar kementerian, lembaga, sekolah, hingga komunitas warga.

Langkah ini ingin menghidupkan kembali semangat gotong royong. Pemerintah berharap warga tidak hanya menyaksikan seremoni, tetapi juga ikut merayakan nilai Pancasila lewat tindakan nyata.

Kehadiran Elite Jadi Sorotan Politik

Pengamat politik Ujang Komarudin menilai kehadiran mantan presiden dalam acara simbolik seperti Hari Pancasila memiliki pesan politik tersendiri.

“Acara seperti ini bukan sekadar seremoni. Kehadiran mantan pemimpin negara bisa menunjukkan komunikasi politik dan stabilitas elite,” ujarnya.

Sosiolog Musni Umar juga melihat publik sering membaca simbol politik dari momen seperti ini.

“Kadang publik tidak fokus pada pidato. Publik justru memperhatikan siapa yang hadir dan siapa yang memilih absen,” katanya.

Ini Bukan Sekadar Upacara

Hari Pancasila memang menjadi ruang refleksi kebangsaan. Namun di tengah dinamika politik, simbol sering berbicara lebih keras daripada pidato.

Kehadiran atau ketidakhadiran elite bisa mengirim pesan politik tersendiri. Publik akan membaca apakah para pemimpin menunjukkan persatuan atau masih menjaga jarak.

Karena itu, Hari Pancasila tahun ini terasa penting. Publik tidak hanya menunggu upacara dimulai. Publik juga menunggu siapa yang berdiri bersama di panggung negara. @teguh

Tags: BPIPGibran RakabumingHari PancasilaHari Pancasila2026Kabinet Merah PutihNasionalPemerintahanPolitik NasionalPrabowo SubiantoPresiden RI

Kamu Melewatkan Ini

Terorisme Lingkungan: Jangan Sampai Garang di Pidato, Lunak di Pengadilan

Terorisme Lingkungan: Jangan Sampai Garang di Pidato, Lunak di Pengadilan

by teguh
Oktober 27, 2026

Prabowo menyebut pembakaran hutan sebagai terorisme lingkungan. Namun, publik membutuhkan lebih dari istilah yang terdengar garang tapi penegakan hukum yang...

Terorisme Lingkungan: Api Membakar Hutan, Siapa yang Menikmati Keuntungannya?

Terorisme Lingkungan: Api Membakar Hutan, Siapa yang Menikmati Keuntungannya?

by teguh
Oktober 27, 2026

Ada yang kehilangan rumah ketika api melahap hutan. Ada pula warga yang harus menghirup asap, menghadapi gangguan pernapasan, dan menjalani...

Sidang kabinet Paripurna Bicara Kinerja, MSCI Justru Menagih Transparansi

Sidang kabinet Paripurna Bicara Kinerja, MSCI Justru Menagih Transparansi

by teguh
Oktober 25, 2026

Presiden Prabowo Subianto memuji kinerja kabinetnya dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana pada Rabu, 21/10/2026. Ia menilai pemerintah telah bekerja...

Next Post
Anti-Swapraja: Ketika Feodalisme Dianggap Musuh

Anti-Swapraja: Ketika Feodalisme Dianggap Musuh

Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id