Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Jumeneng Dalem PB XIV: Babak Baru di Kraton Surakarta

by Tabooo
November 12, 2025
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Suksesi di Karaton Kasunanan Surakarta kembali jadi panggung drama sejarah. Setelah Sri Susuhunan Pakoe Boewono XIII berpulang, takhta bergeser cepat. Hanya tiga hari berselang, Rabu (5/11/2025), KGPAA Hamangkunegara resmi bersabda, naik tahta menjadi SISKS Pakoe Boewono XIV.

Proses ini begitu cepat, seolah waktu tak mau memberi ruang kosong di jantung Kraton. Deklarasi dilakukan di tengah duka, saat upacara pelepasan jenazah almarhum Raja di Sasana Sewaka, berlandaskan Kintaka Rukma, surat emas warisan Pakoe Boewono XIII yang disebut berisi mandat suksesi rahasia.

Langkah kilat ini memicu tanya, adakah percepatan ini bagian dari strategi menjaga wibawa, atau sekadar antisipasi perpecahan di internal Sentana Dalem?

Aksesi Duluan, Resepsi Belakangan

Fakta penting yang perlu dipahami adalah Jumeneng Dalem Nata Binayangkare S.I.S.K.S. Pakoe Boewono XIV yang bakal digelar pada 15 November 2025 mendatang bukanlah penetapan takhta, melainkan resepsi pengukuhan.

Dalam tradisi Karaton, ini semacam “pernikahan adat” antara raja dan rakyat, bukan ijab pertama, tapi pesta syukuran yang meneguhkan sabda yang sudah diucap.

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

“Raja sudah jumeneng (bertahta) pada tanggal 5 November 2025, ini adalah fakta. Acara hari Sabtu (15 November) adalah Jumeneng Dalem dalam artian perayaan, sebagai wujud syukur dan untuk mengukuhkan secara adat dan publik di hadapan seluruh Sentana dan Abdi Dalem. Tidak benar anggapan bahwa Beliau baru bertahta di tanggal 15,” ujar KPAAd. Nur Wijaya Adiningrat, Rabu (12/11/2025).

Sementara itu, KPA. H. Andri Winarso Wartonagoro menambahkan, “Kami mengapresiasi kecepatan suksesi ini karena menghindari potensi friksi. Jumeneng Dalem sebagai resepsi ini sangat penting untuk menunjukkan kepada publik bahwa kepemimpinan kraton tetap utuh dan berjalan. Sinuhun sudah resmi, sekarang saatnya kita semua mendukung visi kepemimpinan Beliau ke depan,”

Antara Tradisi dan Transisi

Suksesi kilat ini menunjukkan satu hal, Kraton tak lagi sekadar simbol masa lalu, tapi lembaga yang sadar akan waktu. Di era digital, bahkan darah biru pun dituntut gesit. Namun di balik akselerasi itu, ada pertanyaan besar, bisakah harmoni yang diwariskan leluhur bertahan di tengah percepatan zaman?

Dengan SISKS Pakoe Boewono XIV kini memegang komando, publik berharap Kraton tak hanya jadi museum adat, tapi pusat hidup kebudayaan Jawa yang adaptif. Sebuah momen untuk membuktikan pepatah tua: “Mikul dhuwur mendhem jero”—menjunjung tinggi yang luhur, mengubur yang retak.

Lalu, mampukah sang Raja muda merangkai harmoni di antara darah, adat, dan generasi baru? @tabooo

Tags: NewsSoloSurakarta

Kamu Melewatkan Ini

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

by Tabooo
Juni 10, 2026

DPR RI resmi sahkan RUU Polri menjadi undang-undang dalam rapat paripurna. DPR menyebut aturan baru ini memperkuat transformasi, pengawasan, netralitas,...

Dua Kirab Malam 1 Suro, Keraton Surakarta Masuk Zona Rawan?

Dua Kirab Malam 1 Suro, Keraton Surakarta Masuk Zona Rawan?

by Tabooo
Juni 9, 2026

Dua Kirab Malam 1 Suro di Keraton Surakarta disebut berpotensi digelar pada tanggal yang sama. Situasi ini memicu kekhawatiran karena...

Anti-Swapraja: Ketika Feodalisme Dianggap Musuh

Anti-Swapraja: Ketika Feodalisme Dianggap Musuh

by Tabooo
Mei 29, 2026

Gerakan anti swapraja Surakarta bukan sekadar penolakan terhadap keraton. Ia lahir dari benturan Republik, feodalisme, ketimpangan agraria, dan kemarahan kelas...

Next Post
Konsep Otomatis

Surakarta Kirim Undangan ke Yogyakarta: Tradisi, Diplomasi, dan Sentuhan Gen Z dari PB XIV

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id