Sabtu, Agustus 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Nyaris Kehilangan Arah, Kini Peluang Revanno Magang ke Jepang

by teguh
Mei 16, 2026
in Life
A A
Home Life
Share on Facebook
Share on Twitter
Revanno Adrian Prasetyo pernah kehilangan arah. Saat SMP, semangat belajarnya meredup. Ia lebih sering diam, sulit percaya diri, dan memilih menjauh dari banyak hal. Namun hidupnya berubah pelan-pelan ketika ia masuk lingkungan yang memberinya ruang untuk tumbuh. Dan sekarang peluang Revanno magang ke jepang

Tabooo.id – Hari ini, siswa jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM) angkatan 2023–2026 keturunan Tionghoa beragama Katolik itu justru bersiap membuka jalan baru, Revanno magang ke Jepang.

SMK Muhammadiyah Pekalongan mencatat kisah yang jarang muncul. Revanno, siswa jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM) angkatan 2023–2024, berhasil meraih predikat lulusan terbaik kedua sekaligus memperoleh beasiswa magang ke Jepang. Sekolah mengumumkan pencapaian itu dalam acara pelepasan siswa kelas XII tahun ajaran 2025–2026 di Hotel Dafam Pekalongan, Selasa (12/05/2026).

Ini bukan sekadar kisah siswa berprestasi. Ini cerita tentang bagaimana rasa diterima bisa mengubah masa depan seseorang.

Dari Anak Pendiam Menjadi Penuh Semangat

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMK Muhammadiyah Pekalongan, Musthofa, melihat perubahan besar pada diri Revanno sejak awal masuk sekolah.

Orang tua Revanno sempat bercerita bahwa putranya kehilangan semangat belajar saat SMP. Namun setelah masuk SMK Muhammadiyah Pekalongan, Revanno mulai membuka diri. Ia pelan-pelan membangun pertemanan dan mulai nyaman dengan lingkungannya.

Ini Belum Selesai

30 Menit Anak-anak Najaten Melawan Jarak

Dua Penyandang Disabilitas Masuk Dunia Kerja, Kesempatan Jadi Nyata

“Setelah masuk di SMK Muhammadiyah Pekalongan, sedikit demi sedikit Revanno bisa berbaur dan bergaul dengan teman-temannya,” ujar Musthofa kepada Kompas.com, Jumat (15/05/2026).

Kepercayaan diri itu ikut mendorong prestasinya. Revanno menunjukkan nilai akademik yang kuat. Ia juga mengasah keterampilan praktik dengan serius.

“Bahkan keterampilan praktiknya pun baik,” kata Musthofa.

Perubahan itu terasa makin jelas ketika Revanno mulai menikmati proses belajar. Ia menaruh perhatian besar pada dunia otomotif, terutama modifikasi sepeda motor.

“Revanno nyaman dan tidak merasa adanya perbedaan dan semangat belajarnya sangat tinggi. Revanno hobi modifikasi sepeda motor,” lanjutnya.

Banyak remaja sebenarnya tidak kehilangan kemampuan. Mereka hanya kehilangan tempat yang membuat mereka percaya pada dirinya sendiri.

Ketika Sekolah Memilih Merangkul

Banyak orang masih memandang sekolah berbasis agama sebagai ruang yang tertutup bagi perbedaan. Namun pengalaman Revanno justru memperlihatkan cerita lain.

SMK Muhammadiyah Pekalongan memberi ruang bagi siswa non-Islam untuk tetap belajar sesuai keyakinannya. Sekolah tidak mewajibkan siswa non-Muslim mengikuti pelajaran agama Islam.

Sebagai gantinya, pihak sekolah mengatur jadwal khusus dan menghadirkan guru agama sesuai kebutuhan siswa. Revanno mengikuti pendidikan agama Katolik di SMAN 3 Pekalongan.

“Saat pembelajaran agama Islam, siswa dibebaskan atau tidak diwajibkan mengikuti pembelajaran. Dijadwalkan waktu dan guru khusus untuk mendapat pembelajaran agama yang dianutnya,” jelas Musthofa.

Sekolah juga mengajarkan toleransi melalui Pendidikan Pancasila dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Musthofa menegaskan bahwa sekolah menghargai semua siswa tanpa melihat latar belakang agama atau kondisi sosial.

“Jika memang anak tersebut berprestasi kita apresiasi, tanpa pandang bulu. Baru tahun ini ada siswa non-Islam yang sampai lulus dan menjadi salah satu siswa terbaik, serta mendapat beasiswa magang ke Jepang,” ujarnya.

Saat Penerimaan Mengubah Masa Depan

Sosiolog pendidikan dari Universitas Gadjah Mada, Arie Sudjito, pernah menilai bahwa sekolah yang membuka ruang aman sering membantu remaja membangun rasa percaya diri. Ketika anak merasa diterima, mereka lebih berani berkembang.

Psikolog anak Seto Mulyadi juga kerap mengingatkan bahwa penerimaan sosial punya pengaruh besar terhadap motivasi belajar. Anak biasanya tumbuh lebih cepat ketika lingkungan berhenti memberi label atau rasa takut.

Cerita Revanno terasa lebih besar dari sekadar angka kelulusan. Ia tidak hanya mengejar nilai bagus. Ia berhasil menemukan keberanian untuk percaya pada dirinya sendiri.

Kadang, masa depan berubah bukan karena seseorang tiba-tiba hebat. Masa depan berubah ketika seseorang akhirnya menemukan tempat yang berkata “Kamu punya ruang untuk tumbuh di sini.” @teguh

Tags: Human InterestJepangPendidikanPendidikan IndonesiaRemajaRevanno Adrian PrasetyoSekolahSMK Muhammadiyah PekalonganTabooo LifeTeknik Sepeda MotorToleransi

Kamu Melewatkan Ini

30 Menit Anak-anak Najaten Melawan Jarak

30 Menit Anak-anak Najaten Melawan Jarak

by teguh
Agustus 21, 2026

Pagi di SDN 2 Najaten, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, dimulai dengan buku. Selama sekitar 30 menit anak-anak Najaten melawan jarak,...

30 Menit Melawan Jarak: Ketika Akses Buku Belum Merata di Sekolah Pelosok

30 Menit Melawan Jarak: Ketika Akses Buku Belum Merata di Sekolah Pelosok

by teguh
Agustus 21, 2026

Pagi di SDN 2 Najaten, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, dimulai dengan aktivitas sederhana. Dibalik akses buku belum merata Sekitar 30...

Masuk Kampus Ada Jalurnya. Masuk KPK Juga Ternyata Ada Jalurnya

Masuk Kampus Ada Jalurnya. Masuk KPK Juga Ternyata Ada Jalurnya

by teguh
Agustus 21, 2026

Masuk kampus punya jalur. Ada jalur prestasi, jalur tes, sampai jalur mandiri. Namun, Kamis, 20/08/2026, publik melihat jalur lain di...

Next Post
NIK Kamu Sudah Dijual, Negara Baru Sibuk di Hilir

NIK Kamu Sudah Dijual, Negara Baru Sibuk di Hilir

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id