Minggu, Agustus 23, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Dugaan Pelecehan di Balik Ruang Pemeriksaan Polrestabes Medan, Masih Layakkah Dipercaya?

by dimas
Mei 6, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality Regional
Share on Facebook
Share on Twitter
Dugaan pelecehan seksual yang melibatkan oknum penyidik di lingkungan kepolisian Medan tidak hanya mengguncang institusi penegak hukum, tetapi juga membuka pertanyaan serius tentang bagaimana relasi kuasa bekerja di ruang pemeriksaan yang seharusnya menjamin keamanan dan keadilan. Isunya bukan sekadar dugaan tindakan individual, melainkan tentang rapuhnya sistem pengawasan di ruang yang justru memiliki otoritas penuh atas seseorang yang berstatus tersangka.

Tabooo.id: Regional – Ada satu ruang yang seharusnya menjadi tempat paling steril dari penyalahgunaan kekuasaan: ruang pemeriksaan kepolisian. Namun di ruang itu, seorang perempuan tersangka kasus pencurian berinisial IAS (22) mengaku mengalami dugaan pelecehan seksual saat penyidik memeriksanya di Satreskrim Polrestabes Medan. Kasus ini kemudian bergulir ke Polda Sumatera Utara dan memicu penempatan khusus terhadap salah satu oknum penyidik yang diduga terlibat.

IAS (22) melaporkan dugaan pelecehan seksual yang ia alami saat penyidik memeriksanya di Polrestabes Medan. Saat itu, IAS berstatus tersangka kasus pencurian.

IAS kemudian membawa kasus ini ke Polda Sumatera Utara. Tim Propam langsung menangani laporan tersebut dan mulai memeriksa sejumlah pihak yang terlibat dalam proses pemeriksaan.

Kronologi Versi Korban

Dalam video yang beredar luas di media sosial, IAS menjelaskan kronologi kejadian. Ia menyebut peristiwa itu terjadi pada Sabtu (10/1/2026) sekitar pukul 02.30 WIB.

Saat itu, penyidik memeriksanya di ruang Resmob Polrestabes Medan. IAS mengaku penyidik awalnya mengajaknya berbicara soal kondisi keluarga. Namun situasi berubah saat ia berhadapan dengan Brigadir SDS.

Ini Belum Selesai

Relawan Gugur Antar Bantuan Gempa NTT, Siapa Melindungi Mereka?

11 Desa, 21.171 Jiwa, Bantuan Terbatas: Camat Manggarai Protes

“Saya menolak, saya sempat berontak, tapi dia tidak menghiraukan,” kata IAS dalam video tersebut.

IAS juga menyebut kejadian lain terjadi setelah pemeriksaan selesai. Saat itu, petugas meminta IAS beristirahat di ruangan yang sama sekitar pukul 04.30 WIB.

Langkah Kuasa Hukum

Kuasa hukum IAS, Hendra Gunawan Hutabarat, mengonfirmasi laporan tersebut ke Polda Sumut. Ia meminta penyidik menelusuri seluruh pihak yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung.

Ia juga menyoroti dugaan keterlibatan penyidik lain.

“Ada dua penyidik lain yang diduga mengetahui peristiwa itu,” ujarnya.

Penanganan Propam

Kasi Propam Polrestabes Medan Kompol Raymond Hutagalung menyampaikan bahwa pihaknya telah menempatkan Brigadir SDS dalam penempatan khusus (patsus) di Propam Polda Sumut.

Polisi juga memeriksa dua penyidik lain sebagai saksi untuk memperjelas peran masing-masing.

Raymond menjelaskan bahwa tim Propam fokus mengusut dugaan pelanggaran etik, SOP, dan potensi unsur asusila. Hingga kini, Brigadir SDS tetap membantah seluruh tuduhan.

Sikap Polda Sumut

Kabid Humas Polda Sumatera Utara menegaskan bahwa penindakan terhadap Brigadir SDS berkaitan dengan dugaan pelanggaran prosedur pemeriksaan.

Ia menekankan bahwa pemeriksaan terhadap perempuan wajib melibatkan unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Prosedur ini tidak berjalan sesuai ketentuan dalam kasus tersebut.

Status Perkara IAS

IAS saat ini berstatus tersangka kasus pencurian uang di tempatnya bekerja sebagai cleaning service di sebuah pusat kebugaran di Medan. Ia diduga mengambil uang pelanggan dengan memanfaatkan akses kunci loker wanita.

Aksi itu berlangsung antara Oktober hingga Desember 2025 dengan total kerugian sekitar Rp15-16 juta.

Kasus tersebut kini berjalan di Pengadilan Negeri Medan dan masih dalam tahap persidangan.

Sorotan Publik

Kasus ini memicu perhatian publik luas. Isunya tidak hanya menyangkut dugaan tindak pidana pencurian, tetapi juga dugaan pelanggaran etik dalam proses pemeriksaan tersangka.

Polisi masih melanjutkan pendalaman untuk memastikan seluruh keterangan yang muncul benar-benar sesuai fakta di lapangan. @dimas

Tags: Hukum IndonesiaRelasi Kuasa

Kamu Melewatkan Ini

Masuk Kampus, Membayar Kuasa?

Masuk Kampus, Membayar Kuasa?

by teguh
Agustus 22, 2026

Masuk kampus seharusnya tidak mengenal harga pendidikan. Namun, dugaan korupsi dalam penerimaan mahasiswa baru Universitas Jenderal Soedirman atau Unsoed membuka...

Hari Pengayoman, Hukum Jangan Sekadar Kumpulan Aturan

Hari Pengayoman: Negara Punya Aturan, Rakyat Butuh Kepastian

by dimas
Agustus 20, 2026

Hari Pengayoman ke-81 menjadi momentum menguji apakah hukum benar-benar hadir untuk melindungi masyarakat, bukan sekadar menambah tumpukan aturan. Tabooo.id -...

KPK: Kepala Daerah Berganti, Mengapa Pola Korupsinya Tetap Sama?

KPK: Kepala Daerah Berganti, Mengapa Pola Korupsinya Tetap Sama?

by teguh
Juli 21, 2026

Operasi Tangkap Tangan Terus Berjalan, Tetapi Mesin Korupsi Daerah Seolah Tak Pernah Kehabisan Pengganti. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar kasus...

Next Post
Mobil Listrik Pajak 0%, Rakyat Masih Ngantri BBM: Ini Insentif atau Ilusi?

Mobil Listrik Pajak 0%, Rakyat Masih Ngantri BBM: Ini Insentif atau Ilusi?

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id