Senin, Juni 29, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Pajak Mobil Listrik 0%: Insentif Hijau atau Strategi Politik?

by teguh
Mei 6, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan pajak kendaraan listrik tetap 0 persen. Keputusan ini muncul setelah arah kebijakan dari pemerintah pusat berubah. Pertanyaannya, ini murni dorongan transisi energi, atau sekadar penyesuaian birokrasi?

Tabooo.id: Nasional – Pemprov DKI Jakarta resmi mempertahankan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) untuk kendaraan listrik di angka nol persen. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menegaskan bahwa kebijakan ini mengikuti arahan pemerintah pusat.

“Pemerintah DKI Jakarta tentunya selalu mereferensi keputusan pemerintah pusat,” ujar Pramono, Selasa (05/05/2026).

Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri menerbitkan Permendagri Nomor 11 Tahun 2026 pada 1 April 2026. Aturan ini memberi ruang bagi pemerintah daerah untuk mengenakan pajak kendaraan listrik. Namun, hanya tiga minggu berselang, Kemendagri mengeluarkan Surat Edaran (22/04/2026) yang meminta gubernur memberi keringanan, bahkan pembebasan penuh.

DKI sempat menyusun skema pajak progresif berbasis harga kendaraan. Mobil listrik di bawah Rp300 juta direncanakan mendapat diskon 75 persen, sementara di atas Rp700 juta hanya 25 persen. Tapi rencana itu batal.

“Ini kan waktu itu diizinkan, kemudian direvisi. Maka kami menyesuaikan,” kata Pramono.

Analisis & Perspektif

Ekonom energi dari Universitas Indonesia menilai kebijakan ini bisa mempercepat adopsi kendaraan listrik. “Insentif fiskal adalah kunci transisi energi, tapi harus konsisten,” ujarnya.

Sosiolog perkotaan melihat sisi lain. “Kebijakan ini terlihat progresif, tapi juga menunjukkan ketergantungan daerah pada pusat,” katanya.

Ini Belum Selesai

Gus Ipul: Sekolah Rakyat Bukan Ruang Titipan

Suran Agung PSHWTM ke-123, Persaudaraan Jadi Kekuatan

Budayawan menambahkan, mobil listrik kini bukan sekadar alat transportasi, tapi simbol gaya hidup baru kelas urban.

Nyatanya Bukan Soal Pajak, Tapi Arah Kendali Kebijakan

Ini bukan sekadar soal pajak nol persen. Ini tentang bagaimana kebijakan daerah masih bergerak mengikuti ritme pusat bahkan saat menyangkut masa depan energi.

Yang Kena Dampak, Kamu atau Pasar?

Buat kamu, ini berarti satu hal harga kendaraan listrik jadi lebih terjangkau. Tapi di sisi lain, muncul pertanyaan apakah insentif ini benar-benar untuk publik luas, atau hanya untuk segmen tertentu?

Akhirnya Gratis, Tapi Siapa yang Sebenarnya Mengatur?

Jakarta sudah memilih pajak nol persen. Tapi arah kebijakan yang cepat berubah menyisakan satu tanya besar siapa sebenarnya yang mengendalikan permainan ini?. @teguh

Tags: EkonomGubernurJakartaKebijakanKendaraanMobil ListrikpajakUniversitas Indonesia

Kamu Melewatkan Ini

Api di Thamrin: 11 Tuntutan Mahasiswa Berujung Benturan

Api di Thamrin: 11 Tuntutan Mahasiswa Berujung Benturan

by dimas
Juni 15, 2026

Aksi mahasiswa di Jalan MH Thamrin memanas setelah pembakaran ban memicu benturan dengan aparat. Di balik kericuhan, 11 tuntutan besar...

Vape Rasa Buah Terasa Manis, Tapi Kenapa Ribuan Gen Tubuh Ikut Berubah?

Vape Rasa Buah Terasa Manis, Tapi Kenapa Ribuan Gen Tubuh Ikut Berubah?

by teguh
Juni 7, 2026

Mangga, semangka, stroberi, hingga campuran buah tropis membuat vape semakin populer di kalangan anak muda. Banyak pengguna juga meyakini vape...

Patung Pancoran: Monumen Pengorbanan atau Tamparan untuk Pemimpin?

Patung Pancoran: Monumen Pengorbanan atau Tamparan untuk Pemimpin?

by teguh
Juni 2, 2026

Di tengah badai ekonomi, ketegangan politik, dan masa depan Indonesia yang penuh ketidakpastian pada pertengahan 1960-an, Presiden Soekarno mengambil langkah...

Next Post
Outfit Keren, Tapi Tetap Tidak Percaya Diri? Ini Masalahnya

Outfit Keren, Tapi Tetap Tidak Percaya Diri? Ini Masalahnya

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id