Senin, Juni 15, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

PSS Sleman Naik Liga 1: Sultan Bicara, “Naik Kelas Jangan Setengah Hati”

by teguh
April 30, 2026
in Reality, Sports
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter
Euforia mulai terasa di Yogyakarta. PSS Sleman berada di jalur promosi, dan harapan publik makin membesar. Tapi di tengah optimisme itu, Sri Sultan Hamengku Buwono X justru mengingatkan satu hal penting naik kasta bukan sekadar soal lolos tapi soal kesiapan menghadapi level yang lebih kejam.

Tabooo.id: Sports – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, merespons positif peluang PSS Sleman untuk promosi ke Liga 1 Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan pada Kamis, 30/04/2026, di Yogyakarta.

“Ya, kita harus bergembira karena memang naik kelas,” kata Sultan.

Namun, ia langsung memberi catatan tajam. Menurutnya, banyak klub gagal bertahan setelah promosi karena tidak berani meningkatkan kualitas tim secara serius.

Karena itu, ia menyoroti pola rekrutmen pemain klub di DIY yang dinilai masih “tanggung”.

Ini Belum Selesai

Kemasan Diseragamkan: Pemerintah Persempit Ruang Promosi Industri Rokok

77 Ribu Calon Siswa Belum Tertampung Sekolah Negeri Jabar Cari Solusi

“Kalau sudah naik, ya harus naik juga kualitas pemainnya,” tegasnya.

Bahkan, Sultan secara santai tapi menohok membandingkan strategi klub dengan kebijakan federasi. Ia menyinggung langkah PSSI yang gencar melakukan naturalisasi demi meningkatkan kualitas skuad nasional.

“Kalau yang main kualifikasi masih di bawah tapi minta juara, ya tidak bisa. Kudune kiper e papat,” ujarnya sambil tertawa.

Kalimat itu sederhana. Tapi pesannya jelas: ambisi tanpa investasi kualitas adalah ilusi.

Rivalitas? Justru Dibutuhkan

Di sisi lain, Sultan juga merespons kemungkinan pertemuan panas antara PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta jika keduanya berada di kasta yang sama.

Alih-alih khawatir, ia justru melihat rivalitas sebagai energi kompetisi.

“Rival gak ada masalah untuk kompetisi, asal sehat saja. Kompetisi itu bukan untuk berkelahi,” tegasnya.

Dalam konteks sepak bola modern, pernyataan ini sejalan dengan banyak pengamat. Rivalitas lokal justru sering menjadi motor pertumbuhan klub baik dari sisi performa, ekonomi, hingga loyalitas suporter.

Twist Tabooo

Ini bukan sekadar soal PSS Sleman mau promosi atau tidak. Ini tentang mental klub-klub Indonesia yang sering puas “sekadar naik” tapi lupa cara bertahan.

Human Impact

Buat kamu, ini bukan cuma urusan klub. Kalau PSS benar-benar naik dan siap, DIY bisa punya panggung sepak bola yang lebih hidup.

Derby lokal, atmosfer stadion, hingga ekonomi sekitar pertandingan bisa ikut naik. Tapi kalau setengah siap? Yang ada cuma numpang lewat di Liga 1.

Analisis Tabooo

Sultan tidak sekadar bicara sebagai kepala daerah. Ia sedang menampar realita sepak bola lokal banyak tim ingin cepat naik, tapi enggan berinvestasi serius. Padahal, Liga 1 bukan tempat belajar. Itu arena bertahan hidup.

Closing

PSS Sleman kini di ambang pintu. Pertanyaannya bukan lagi bisa naik atau tidak. Tapi lebih penting kalau naik, mereka siap bertarung atau cuma jadi penonton di level sendiri?. @teguh

Tags: GubernurPSSI

Kamu Melewatkan Ini

Mobil Listrik Pajak 0%, Rakyat Masih Ngantri BBM: Ini Insentif atau Ilusi?

Mobil Listrik Pajak 0%, Rakyat Masih Ngantri BBM: Ini Insentif atau Ilusi?

by teguh
Mei 6, 2026

Di satu sisi, negara bilang masa depan itu listrik bersih, hijau, modern. Namun di sisi lain, sebagian rakyat masih mikir:...

Pajak Mobil 0%: Kebijakan Lingkungan atau Desain Ekonomi Terselubung?

Pajak Mobil 0%: Kebijakan Lingkungan atau Desain Ekonomi Terselubung?

by teguh
Mei 6, 2026

Jakarta sedang menekan pedal gas untuk kendaraan listrik. Pemerintah mempertahankan pajak nol persen. Tapi pertanyaannya: ini benar soal lingkungan atau...

Pajak Mobil Listrik 0%: Insentif Hijau atau Strategi Politik?

Pajak Mobil Listrik 0%: Insentif Hijau atau Strategi Politik?

by teguh
Mei 6, 2026

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan pajak kendaraan listrik tetap 0 persen. Keputusan ini muncul setelah arah kebijakan dari pemerintah pusat...

Next Post
Pungli di Balik Jeruji: Oknum Lapas Blitar Jual “Sel Nyaman” Rp180 Juta

Pungli di Balik Jeruji: Oknum Lapas Blitar Jual “Sel Nyaman” Rp180 Juta

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id