Selasa, November 3, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Di Tengah Scroll Tanpa Henti, Solo Memilih Menari

by eko
April 29, 2026
in Deep
A A
Home Deep
Sore itu, Solo tidak sibuk seperti biasanya. Alih-alih terburu-buru, orang-orang justru berhenti. Mereka menonton. Mereka menyaksikan. Dan di saat itulah, kota ini memilih melambat.

Tabooo: Deep – Sebanyak 1.700 penari kipas memenuhi jalanan untuk melaksanakan Solo Menari 2026. Dari berbagai sudut kota, mereka bergerak menuju satu titik. Lalu, mereka menyatu dalam satu ritme yang sama memperingati hari tari sedunia.

Bukan sekadar tampil, mereka menghidupkan sesuatu yang sering kita lupakan: rasa memiliki terhadap budaya.

Di Era Digital, Apa yang Masih Bertahan?

Sekarang, kita hidup di zaman yang serba cepat.
Setiap hari, kita scroll lebih sering daripada membaca. Bahkan, kita lebih cepat memberi “like” daripada benar-benar memahami.

Akibatnya, banyak hal terasa instan.
Namun, di sisi lain, hal-hal yang butuh waktu seperti tari tradisional mulai dianggap ketinggalan.

Padahal, di balik setiap gerakan, tersimpan cerita panjang tentang identitas kita.

Ini Belum Selesai

Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Penggeledahan Ponpes, Ini Kronologi Lengkapnya

Kenduri Dawet: Etika Masyarakat Jatinom dalam Merawat Alam

Menurut Heru Mataya, Solo Menari bukan sekadar pertunjukan.
“Ini pertemuan antara seni tari, musik, dan manusia. Semua orang bisa terlibat, tanpa batas,” jelasnya.

Karena itu, kekuatan acara ini tidak hanya ada di panggung, tapi juga di maknanya.

Tradisi Tidak Hilang Ia Hanya Jarang Dilihat

Sebenarnya, budaya kita tidak hilang.
Namun, kita jarang memberinya ruang.

Sementara itu, algoritma media sosial terus mendorong tren global ke layar kita. Akibatnya, budaya lokal perlahan tersisih bukan karena kalah, tapi karena tidak terlihat.

Namun, di Solo, situasinya berbeda.

Penari dari berbagai latar belakang mulai dari penyandang disabilitas, penyintas kanker, hingga pekerja berdiri di panggung yang sama. Mereka menari bersama tanpa sekat.

Dengan demikian, panggung itu bukan hanya tempat tampil.
Ia menjadi ruang setara.

Tradisi vs Dunia yang Terus Bergerak

Di satu sisi, dunia terus berlari.
Teknologi berkembang. Tren berubah setiap saat.

Namun, di sisi lain, tari tradisional tetap bergerak dengan ritme yang sama pelan, teratur, dan penuh makna.

Di sinilah konflik muncul.

Apakah kita masih punya waktu untuk sesuatu yang tidak instan?

Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani, melihat fenomena ini sebagai tanda positif.
“Seni tari masih hidup dan dicintai masyarakat,” katanya.

Namun, pertanyaannya belum selesai di situ.

Ini Bukan Sekadar Pertunjukan. Ini Pertahanan

Solo Menari 2026 bukan hanya soal jumlah penari.
Bukan juga soal rekor.

Sebaliknya, ini adalah cara budaya bertahan di tengah perubahan zaman.

Karena budaya tidak hilang secara tiba-tiba.
Ia memudar perlahan, saat kita berhenti melihatnya, berhenti merasakannya, dan akhirnya berhenti menjaganya.

Oleh karena itu, momen ini menjadi penting.
Bukan karena besar, tapi karena bermakna.

Apa Artinya Buat Kita?

Di tengah 1.700 penari yang bergerak serempak, ada satu pesan yang terasa jelas.

Identitas tidak dibentuk oleh apa yang viral.
Sebaliknya, identitas lahir dari apa yang kita jaga.

Kita boleh mengikuti tren global.
Kita boleh hidup di era digital.

Namun, jika kita kehilangan budaya sendiri lalu apa yang tersisa?@eko

Tags: Balaikota SoloEvent Budaya Kota SoloJawa TengahSolo Menari 2026Surakarta

Kamu Melewatkan Ini

Karhutla Gunung Lawu Tembus 490 Hektare, Medan Curam Hambat Pemadaman

Karhutla Gunung Lawu Tembus 490 Hektare, Medan Curam Hambat Pemadaman

by dimas
Oktober 24, 2026

Karhutla Gunung Lawu mencapai 490 hektare. Medan terjal, kabut asap, dan angin tak menentu menghambat petugas menjangkau titik api dan...

Karhutla Gunung Sumbing Meluas, Api Mengancam Hutan dan Permukiman

Karhutla Gunung Sumbing Meluas, Api Mengancam Hutan dan Permukiman

by dimas
Oktober 21, 2026

Karhutla Gunung Sumbing meluas hingga 306 hektare. Petugas terus memadamkan api yang mengancam hutan pinus, lahan pertanian, dan permukiman warga...

Kabar OTT KPK Bupati Klaten Beredar, KPK Belum Beri Konfirmasi

Kabar OTT KPK Bupati Klaten Beredar, KPK Belum Beri Konfirmasi

by teguh
Oktober 15, 2026

Kabar OTT KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, beredar pada Kamis, 15/10/2026. Informasi itu turut menyebut nama...

Next Post
The Longest Wait: Ketika Timnas Jadi Tempat Bangsa Menaruh Harapan

The Longest Wait: Ketika Timnas Jadi Tempat Bangsa Menaruh Harapan

Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id