Minggu, Juni 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Bukan Soal Bagus, Tapi Berani: Erros Djarot Sebut Musiknya Kurang Ndugal

by eko
Mei 8, 2026
in Culture, Musik
A A
Home Culture Musik
Share on FacebookShare on Twitter
Sabtu malam di Balai Sarbini dipenuhi nostalgia. Konser Badai Pasti Berlalu Live in Concert menghidupkan kembali karya-karya legendaris Erros Djarot. Namun, sang maestro justru memberi catatan: musiknya masih kurang berani.

Tabooo.id: Musik – Erros Djarot justru memberi kritik. Konser Badai Pasti Berlalu Live in Concert pada 25 April 2026 menandai 52 tahun perjalanan musiknya. Sejumlah karya legendaris kembali dibawakan. Lagu seperti “Badai Pasti Berlalu”, “Semusim”, “Merepih Alam”, dan “Pelangi” tampil dengan aransemen baru.

Selain itu, konser ini menghadirkan banyak musisi lintas generasi. Once Mekel, Titi DJ, Vina Panduwinata, Rio Febrian, Ardhito Pramono, dan Monita Tahalea tampil dalam satu panggung.

Namun, Erros memilih tidak banyak terlibat.

Ia memberi kebebasan penuh kepada tim promotor. Ia hanya hadir satu kali saat latihan. Setelah itu, ia membiarkan para musisi bekerja dengan cara mereka sendiri.

“Seniman perlu kebebasan. Saya tidak ingin mengintervensi,” ujarnya.

Ini Belum Selesai

Lirik Asli Genjer-Genjer: Lagu yang Dipaksa Memikul Dosa Politik

Film Jangan Buang Ibu: Kesepian di Balik Pengorbanan

Musik Terlalu Rapi

Aransemen konser terdengar megah. Musik dimainkan dengan sangat rapi. Namun, menurut Erros, justru di situ letak kekurangannya.

Ia merasa musiknya kurang berani.

“Saya bilang, harus lebih ndugal. Lebih bandel,” kata Erros.

Ia tetap mengapresiasi hasil konser tersebut. Namun, ia berharap para musisi bisa lebih eksploratif di masa depan.

Menurutnya, pengalaman akan membuat mereka lebih berani di panggung.

Tidak Ingin Hidup di Masa Lalu

Banyak orang menganggap Badai Pasti Berlalu sebagai karya terbaiknya. Meski begitu, Erros tidak ingin terjebak di sana.

Ia memilih terus bergerak ke depan.

“Kalau terlalu fokus ke masa lalu, kita tidak berkembang,” katanya.

Ketika ditanya karya favoritnya, ia menjawab singkat.

“Yang akan datang.”

Jawaban itu menunjukkan satu sikap. Ia masih ingin terus berkarya.

Lebih dari Sekadar Nostalgia

Konser ini bukan hanya tentang lagu lama. Konser ini juga menunjukkan cara generasi baru menafsirkan karya lama.

Di sisi lain, konser ini memunculkan pertanyaan.

Haruskah musik selalu aman?
Atau justru harus berani?

Bagi Erros, jawabannya jelas.

Musik harus hidup, harus berani, harus punya keberanian untuk keluar dari batas.@eko

Tags: musik indonesia

Kamu Melewatkan Ini

Ketika Franky Sahilatua Menulis Luka Bangsa dari Sebuah Terminal

Ketika Franky Sahilatua Menulis Luka Bangsa dari Sebuah Terminal

by teguh
Juni 4, 2026

Suara mesin bus meraung memecah siang. Debu beterbangan mengikuti langkah para penumpang yang datang dan pergi di sebuah terminal. Matahari...

Pesawat Tempurku: Ketika Gitar Iwan Fals Menembus Langit Kekuasaan

Pesawat Tempurku: Ketika Gitar Iwan Fals Menembus Langit Kekuasaan

by teguh
Juni 2, 2026

"Musik Iwan Fals bukan sekadar hiburan pop. Ia adalah dokumen sosial yang mencatat trauma ketimpangan struktural dan salah satu karya...

Yovie: AI Bisa Bikin Lagu, Tapi Tak Punya Hati

Yovie: AI Bisa Bikin Lagu, Tapi Tak Punya Hati

by eko
Mei 22, 2026

AI bisa bikin lagu, tapi tak punya hati. Kalimat itu menjadi kegelisahan utama Yovie Widianto saat berbicara dalam sesi Music...

Next Post
Ketika Pajak Meluas, Jalan Tol dan Kendaraan Listrik Tak Lagi Bebas?

Ketika Pajak Meluas, Jalan Tol dan Kendaraan Listrik Tak Lagi Bebas?

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id