Selasa, April 28, 2026
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
tabooo.id

Di Balik Daycare Yogyakarta: Saat Ruang Aman Anak Berubah Jadi Ruang Ketakutan

by dimas
April 26, 2026
in Deep
A A
Home Deep
Share on FacebookShare on Twitter
Di sebuah tempat penitipan anak di Yogyakarta, dugaan perlakuan tak manusiawi terhadap balita memicu kemarahan para orang tua. Anak-anak yang seharusnya tumbuh dalam ruang aman justru diduga mengalami kekerasan di balik pintu tertutup daycare. Sebuah video yang beredar menampilkan sejumlah balita dalam kondisi mengenaskan, sementara rekaman tersebut memperlihatkan pihak yang diduga mengikat tangan dan kaki mereka, melepas pakaian, dan membiarkan mereka hanya mengenakan pampers. Seorang mantan karyawan akhirnya memilih membuka kasus ini ke publik karena tak lagi sanggup menyaksikan perlakuan tersebut.

Tabooo.id: Deep – Aparat Polresta Yogyakarta menggerebek tempat penitipan anak Little Aresha PG-TK Daycare Program Plus di kawasan Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta, Jumat (24/4/2026). Polisi bergerak setelah menerima laporan dugaan kekerasan terhadap balita di fasilitas tersebut.

Di Yogyakarta, ruang yang seharusnya menjadi tempat aman bagi anak-anak justru berubah menjadi ruang yang memicu trauma. Di balik pintu tertutup daycare Little Aresha di Sorosutan, dugaan kekerasan terhadap balita mengguncang publik.

Video yang beredar menampilkan pemandangan yang mengejutkan. Beberapa balita tampak berada dalam kondisi terikat, tanpa pakaian, dan hanya mengenakan pampers.

Ketika Kepercayaan Orang Tua Retak

Kasus ini terbongkar bukan dari sistem pengawasan resmi, melainkan dari keberanian seorang mantan karyawan. Ia memilih berbicara setelah tidak lagi sanggup menyaksikan perlakuan yang ia nilai tidak manusiawi terhadap anak-anak di tempat itu.

Ia mengambil keputusan besar: meninggalkan pekerjaan dan sekaligus lingkungan yang ia anggap sudah melewati batas moral.

Ini Belum Selesai

Bukan Tekanan, Bukan Penyakit. Ini Pola Pikir!

Bupati Kaya, Rakyat Sengsara: Pola Lama yang Tak Pernah Mati

“Dia tidak sanggup lagi melihat itu,” ungkap sumber yang kemudian membuka jalan bagi penyelidikan aparat.

Polresta Yogyakarta bergerak cepat. Polisi menggerebek lokasi daycare di Jalan Pakel Baru Utara, Sorosutan pada Jumat (24/4/2026). Garis polisi langsung terpasang di area bangunan yang sebelumnya tertutup dari akses orang tua.

Dua Dunia: Janji Nyaman, Realita yang Retak

Dari luar, daycare ini menampilkan citra fasilitas pengasuhan modern. Pengelola menawarkan lingkungan aman, pengasuhan profesional, dan ruang bermain yang nyaman bagi anak-anak.

Namun kesaksian sejumlah orang tua menunjukkan gambaran yang berbeda.

Norman (41), salah satu orang tua, menyebut anaknya sering jatuh sakit setelah dititipkan di tempat tersebut. Ia bahkan mencatat anaknya pernah mengalami diagnosis pneumonia.

Ia juga menemukan luka kecil di tubuh anaknya. Setelah berdiskusi dengan orang tua lain, ia mengetahui pengalaman serupa juga terjadi pada beberapa anak lain.

Sri (63) menceritakan pengalaman yang lebih mengejutkan. Ia menyebut cucunya yang berusia empat tahun pernah bercerita bahwa pengasuh mengunci dirinya di kamar mandi.

Pengalaman-pengalaman itu terjadi di ruang yang seharusnya menjadi perpanjangan rumah, tempat anak merasa aman saat orang tua bekerja.

Ketika Anak Tidak Mampu Bercerita

Salah satu tantangan terbesar dalam kasus ini muncul dari keterbatasan korban. Anak-anak balita tidak mampu menjelaskan secara runtut apa yang mereka alami.

Yang terlihat hanya jejak: perubahan perilaku, luka fisik, dan tanda-tanda trauma yang belum bisa mereka ungkapkan dengan kata-kata.

Video yang beredar juga memperlihatkan beberapa anak berada di ruang sempit. Identitas mereka tidak terlihat jelas, sehingga menyisakan ruang abu-abu yang hanya bisa dijelaskan melalui keterangan orang dewasa.

Kasus ini akhirnya tidak hanya bertumpu pada bukti visual, tetapi juga pada upaya membaca apa yang tidak bisa disampaikan oleh anak-anak.

Negara Turun Tangan, Tapi Pertanyaan Tetap Ada

Kasus ini kemudian menarik perhatian nasional. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menegaskan bahwa dugaan kekerasan ini merupakan pelanggaran serius terhadap hak anak.

Ia menekankan bahwa negara tidak hanya harus memproses hukum, tetapi juga memastikan pemulihan korban berjalan.

Polisi menetapkan 13 orang sebagai tersangka, termasuk pengasuh dan pihak pengelola yayasan. Namun kasus ini juga membuka persoalan yang lebih luas dari sekadar individu pelaku.

Masalah yang Lebih Besar dari Satu Tempat

Data Kementerian PPPA menunjukkan gambaran yang mengkhawatirkan:

  • 44% daycare belum memiliki izin resmi
  • 66,7% pengasuh belum tersertifikasi
  • 20% tidak memiliki SOP pengasuhan yang jelas

Data tersebut menunjukkan bahwa sistem pengawasan layanan pengasuhan anak masih lemah dan belum berjalan optimal.

Kasus di Yogyakarta mungkin bukan satu-satunya. Bisa jadi, ini hanya satu titik yang berhasil terungkap.

Ruang Aman yang Tidak Benar-Benar Diawasi

Daycare hadir sebagai jawaban atas kebutuhan zaman modern, ketika orang tua harus bekerja dan anak membutuhkan pengasuhan di luar rumah.

Namun ketika sistem pengawasan tidak mengikuti pertumbuhan layanan, kondisi tersebut mengubah ruang aman menjadi ruang yang kehilangan kontrol.

Masalah ini tidak hanya menyentuh individu pengasuh atau pengelola, tetapi juga sistem yang lebih besar: bagaimana negara memastikan keselamatan anak di luar rumah.

Rasa Aman yang Retak

Bagi orang tua, kasus ini bukan sekadar berita kriminal. Kasus ini mengguncang kepercayaan yang selama ini mereka pegang.

Setiap hari, mereka menitipkan anak dengan keyakinan bahwa anak akan baik-baik saja. Namun kasus ini mengubah keyakinan itu menjadi keraguan yang terus menghantui.

Bagi anak-anak, dampaknya mungkin tidak langsung terlihat hari ini. Namun trauma tidak pernah bekerja dalam hitungan waktu singkat.

Ketika Keamanan Tidak Bisa Lagi Diasumsikan

Kasus daycare Yogyakarta menjadi pengingat keras bahwa rasa aman tidak bisa hanya bergantung pada klaim fasilitas atau janji layanan.

Pengawasan yang nyata, standar yang tegas, dan sistem yang benar-benar berjalan harus hadir secara konsisten.

Karena ketika ruang yang disebut aman ternyata tidak aman, kondisi itu tidak hanya meruntuhkan satu lembaga.

Tetapi juga rasa percaya masyarakat secara luas.

Dan pada akhirnya, pertanyaan paling sulit tetap menggantung jika ruang yang disebut “aman” saja bisa gagal, sebenarnya kita mempercayakan anak-anak pada apa? @dimas

Tags: Balita KorbanDaycare YogyakartaDugaan PenganiayaanHak AnakInvestigasi DaycareKasus DaycareKekerasan AnakKekerasan BalitaKriminal YogyakartaOrang Tua WaspadaPerlindungan AnakPolresta YogyakartaSistem Pengawasan LemahSorosutan UmbulharjoTaman Penitipan Anak

Kamu Melewatkan Ini

UU Perlindungan Anak Kuat, Tapi Implementasi Lemah

UU Perlindungan Anak Kuat, Tapi Implementasi Lemah

by Jery
April 27, 2026

Oleh: Jery Satria. B. P., S.H. (Head of Legal PT Tabooo Network Indonesia, Pengamat Hukum)  Tabooo.id: Talk – Negara bicara perlindungan anak...

Ujian Pertama UU PPRT: Negara Siap Melindungi atau Hanya Janji?

Ujian Pertama UU PPRT: Negara Siap Melindungi atau Hanya Janji?

by dimas
April 27, 2026

Di balik pintu rumah yang tertutup, pekerjaan rumah tangga sering berlangsung jauh dari pengawasan publik. Ruang domestik yang seharusnya aman...

PRT Tewas Sehari Usai UU PPRT Disahkan, Apakah Negara Akan Bertindak?

PRT Tewas Sehari Usai UU PPRT Disahkan, Apakah Negara Akan Bertindak?

by dimas
April 27, 2026

Hanya sehari setelah DPR mengesahkan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga pada 21 April 2026, tragedi menimpa dua pekerja rumah tangga...

Next Post
7 Cara Mengetahui Kamu Tidak Pernah Berpikir Sendiri

7 Cara Mengetahui Kamu Tidak Pernah Berpikir Sendiri

Pilihan Tabooo

Dari Layar ke Realita: Film”Unseen, Unannounced” Bongkar Kejujuran yang Lama Disembunyikan

Dari Layar ke Realita: Screning Film “Unseen, Unannounced” Bongkar Kejujuran yang Lama Disembunyikan

April 22, 2026

Realita Hari Ini

Vote Buying Terancam Punah? KPK Dorong Larangan Uang Kartal di Pemilu

Vote Buying Terancam Punah? KPK Dorong Larangan Uang Kartal di Pemilu

April 27, 2026

47.000 Kejahatan, 468 Terdakwa: El Salvador Hajar MS-13

April 27, 2026

Prabowo Dikabarkan Rombak Kabinet Hari Ini, Siapa Kehilangan Kursi?

April 27, 2026

Kabinet Selalu Berubah: Prabowo Sedang Merapikan atau Mengacak Kekuasaan?

April 27, 2026
tabooo.id

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap

Stay in the Loop

  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2026 Tabooo.id