Di tengah memanasnya kembali tensi antara Iran dan Amerika Serikat, jalur diplomasi justru bergerak senyap lewat Islamabad, Pakistan.
Tabooo.id: Global – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi tiba di Islamabad pada Jumat (24/4), membuka kembali ruang pembicaraan tidak langsung dengan Amerika Serikat di tengah ketegangan geopolitik dan isu nuklir yang belum mereda di kawasan.
Kedatangan di Tengah Pengamanan Ketat
Araghchi tiba di Islamabad pada Jumat (24/4/2026) waktu setempat. Kementerian Luar Negeri Pakistan mengonfirmasi kedatangannya dan memasukkan kunjungan itu dalam agenda diplomasi regional. Aparat keamanan juga mengerahkan personel tambahan dan memperketat penjagaan di sejumlah titik pusat kota.
Dua sumber pemerintah Pakistan menyebut Araghchi akan bertemu Menteri Luar Negeri Ishaq Dar di Hotel Serena. Lokasi itu sebelumnya juga menjadi titik awal pembicaraan tidak langsung Iran-AS.
Diplomasi Lewat Jalur Perantara
Araghchi menyampaikan melalui platform X bahwa kunjungan ini masuk dalam rangkaian lawatan diplomatik ke Oman dan Rusia. Ia menegaskan fokus pembicaraan mencakup penguatan koordinasi bilateral dan stabilitas kawasan.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran juga menegaskan bahwa Teheran tidak melakukan pertemuan langsung dengan Amerika Serikat di Islamabad. Iran memilih Pakistan sebagai perantara untuk menyampaikan posisi diplomatiknya.
Manuver Washington di Balik Layar
Washington ikut memperkuat tekanan diplomatik. Presiden AS Donald Trump menyebut Iran tengah mempertimbangkan sejumlah tawaran dari Amerika Serikat, meski ia tidak menjelaskan detailnya.
Gedung Putih mengonfirmasi rencana kunjungan utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Pakistan pada 25 April. Kunjungan itu bertujuan melanjutkan pembahasan terkait perkembangan negosiasi dengan Iran.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan peluang kesepakatan masih terbuka. Ia menekankan syarat utama: Iran harus menghentikan program senjata nuklir secara transparan dan dapat diverifikasi.
Perundingan yang Naik-Turun
Iran dan Amerika Serikat sebelumnya menggelar putaran awal perundingan di Islamabad pada pertengahan April. Namun kedua pihak gagal melanjutkan pertemuan pada 21 April. Iran menyatakan belum siap, sementara delegasi AS juga belum hadir di lokasi.
Di tengah situasi itu, Trump memperpanjang gencatan senjata secara sepihak selama dua pekan untuk memberi ruang tambahan bagi proses negosiasi.
Dampak yang Meluas ke Ekonomi Global
Ketegangan yang sejak 28 Februari terus meningkat ini tidak hanya berhenti di meja diplomasi. Gangguan di Selat Hormuz ikut menekan pasar energi global dan mendorong kenaikan harga minyak dunia.
Di permukaan, proses ini terlihat sebagai upaya damai. Namun di balik itu, Iran dan Amerika Serikat masih saling menekan lewat jalur politik, keamanan, dan ekonomi. Dunia kini menyaksikan satu hal: diplomasi berjalan, tetapi kepercayaan belum benar-benar terbentuk. @dimas





