Program yang seharusnya menyehatkan justru bikin siswa tumbang. Belasan anak SD di Madiun diduga keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG). Masalahnya bukan cuma menu tapi dapur yang belum lolos standar kesehatan.
Tabooo.id: News – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Madiun mendadak jadi sorotan. Belasan siswa SDN 1 Demangan diduga mengalami keracunan. Dapur penyedia makanan ternyata belum mengantongi sertifikat kelayakan.
Temuan ini langsung memicu pertanyaan: seberapa siap program ini berjalan?
Fakta Lapangan: Sertifikat Belum Rampung
Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, mengakui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Demangan 4 belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Ia langsung melaporkan temuan itu ke Badan Gizi Nasional (BGN).
“SLHS mereka ternyata belum selesai. Kami sudah melaporkannya langsung ke BGN,” ujar Bagus, Rabu (22/4/2026).
Tim Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) menemukan fakta tersebut saat turun ke lapangan. Setelah itu, Pemkot Madiun meminta pengelola SPPG Demangan 4 menghentikan operasional sementara.
Kewenangan di BGN, Pemkot Ambil Langkah Awal
Namun, Bagus menegaskan bahwa BGN memegang kewenangan penuh untuk menentukan sanksi.
“Kami hanya menyampaikan hasil temuan. BGN yang menentukan penindakan,” jelasnya.
DPRD Soroti: Seharusnya Mudah Dikontrol
Ketua DPRD Kota Madiun, Armaya, menyayangkan kejadian ini. Ia menilai wilayah kota yang relatif kecil justru memudahkan pengawasan distribusi makanan.
“Dengan luas 33 kilometer persegi, prosesnya harusnya lebih praktis. Kejadian seperti ini tidak semestinya terjadi,” tegasnya.
Evaluasi Total Jadi Tuntutan
Armaya mendorong pemerintah segera mengumpulkan seluruh pengelola MBG. Ia ingin semua pihak melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang.
“Pengelola harus kita kumpulkan. Jangan sampai ada keracunan lagi,” katanya.
Bukan Sekadar Satu Kasus
Kasus ini bukan cuma soal satu dapur. Kasus ini membuka celah dalam sistem ketika program berjalan lebih cepat daripada standar keamanannya.@eko





