Kamis, Juli 30, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Murah, Legendaris, dan Beda: Lontong Kupang Favorit Warga Madiun

by jeje
Mei 8, 2026
in Culture, Food
A A
Home Culture
Share on FacebookShare on Twitter
Indonesia punya banyak kuliner khas dengan identitas kuat di tiap daerah. Salah satunya lontong kupang, makanan khas pesisir Jawa Timur yang identik dengan Surabaya. Sekarang, warga Madiun tidak perlu pergi jauh untuk mencicipinya. Mereka bisa langsung datang ke Lontong Kupang Pak Dhamos yang sudah lama jadi incaran pecinta kuliner lokal.

Tabooo.id: Lifestyle – Lontong Kupang Pak Dhamos berdiri sejak 2003 di Jalan Setiaki, Kota Madiun. Setelah Pak Dhamos meninggal, Raisa melanjutkan usaha ini bersama ibunya.

“Dulu kami sempat jualan di depan GOR sekitar delapan bulan. Setelah itu pindah ke Jalan Setiaki sampai sekarang,” ujar Raisa.

Raisa tidak hanya meneruskan usaha, tapi juga menjaga rasa yang sudah dikenal pelanggan selama puluhan tahun.

Resep Khas yang Disesuaikan

Pak Dhamos membawa resep asli dari Surabaya. Namun, keluarga ini tidak berhenti di situ. Mereka menyesuaikan rasa agar lebih cocok dengan lidah warga Madiun.

“Kami tetap pakai cita rasa asli kupang, tapi kami sesuaikan sedikit. Jadi rasanya lebih pas dan banyak yang suka,” kata Raisa.

Ini Belum Selesai

Lontong Kikil Surabaya: Warisan Rasa yang Diam-Diam Terancam

Di Balik Kebaya, Ada Sejarah Perempuan yang Jarang Diceritakan

Satu porsi lontong kupang berisi lontong potong, kupang segar, petis, dan bumbu rempah yang kuat. Mereka menambahkan bawang goreng dan lento untuk memperkaya rasa.

Harga Stabil, Rasa Konsisten

Raisa mempertahankan harga Rp13.000 per porsi sejak delapan tahun lalu. Ia memilih menjaga keterjangkauan agar semua kalangan bisa menikmati kuliner ini.

“Kalau makan di sini dapat bonus lento. Kalau dibungkus juga bisa, Rp7.000 dapat 10 biji plus sambal petis,” jelasnya.

Strategi ini membuat pelanggan tetap datang tanpa merasa terbebani harga.

Bahan Langsung dari Surabaya

Untuk menjaga kualitas, Raisa rutin mengambil bahan langsung dari Surabaya setiap minggu.

“Kami kulakan seminggu sekali. Sekalian karena keluarga bapak masih di sana,” ujarnya.

Langkah ini memastikan rasa tetap autentik, meskipun dijual di kota berbeda.

Pembeli Datang dari Berbagai Kota

Warung ini buka setiap pukul 11.00 WIB. Dalam waktu singkat, tempat ini menarik perhatian banyak orang, bahkan dari luar kota.

“Banyak yang datang dari Solo, Semarang, Pacitan, sampai Ponorogo. Mereka mampir ke sini daripada harus ke Surabaya,” kata Raisa.

Selain lontong kupang, mereka juga menjual lontong balap dan sate kerang sebagai pilihan tambahan.

Lebih dari Sekadar Makanan

Lontong Kupang Pak Dhamos bukan hanya soal rasa. Usaha ini menunjukkan bagaimana tradisi bisa bertahan lewat adaptasi dan konsistensi.

Di satu sisi, Raisa menjaga resep keluarga. Di sisi lain, ia menyesuaikan diri dengan pasar lokal.

Hasilnya sederhana: kuliner pesisir bisa hidup di tengah kota, tanpa kehilangan identitasnya. @jeje

Tags: Jawa Timurkuliner madiunMakanan Khas

Kamu Melewatkan Ini

Pempek: Akulturasi Sungai Musi yang Melahirkan Kuliner Palembang

Pempek: Akulturasi Sungai Musi yang Melahirkan Kuliner Palembang

by Anisa
Juli 23, 2026

Pempek tidak lahir hanya dari tangan yang pandai mengolah ikan. Kuliner khas Palembang ini tumbuh dari limpahan sumber daya Sungai...

Rawon dan Cara Leluhur Menaklukkan Racun

Rawon dan Cara Leluhur Menaklukkan Racun

by Anisa
Juli 22, 2026

Rawon menjadi salah satu sedikit warisan sejarah yang masih bisa dinikmati dengan sendok, bukan hanya dipandangi dari balik etalase museum....

Saat Kedai Jadi Perpustakaan: Budaya Membaca Sedang Mencari Rumah Baru

Saat Kedai Jadi Perpustakaan: Budaya Membaca Sedang Mencari Rumah Baru

by teguh
Juli 13, 2026

Di sudut sebuah kedai ramen di Kota Mojokerto, aroma kuah hangat bercampur dengan wangi kertas buku yang mulai menguning. Seorang...

Next Post
Bahlil Ancam Denda Rp20 Juta soal Listrik Rumah? Cek Faktanya!

Bahlil Denda Rp20 Juta soal Listrik Rumah? Cek Faktanya!

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id