Tabooo.id: Nasional – Di tengah naik-turun nasib sektor pertanian, suara tegas datang dari Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Pengusaha rokok Khairul Umam atau Haji Her mengajak para pengusaha, kepala desa, dan kiai untuk bersatu menjaga kesejahteraan petani tembakau.
Ia menyampaikan ajakan itu saat menghadiri silaturahmi kepala desa, pengusaha, dan kiai di Monumen Arek Lancor, Jumat malam, 17/04/2026. Forum tersebut membawa satu pesan jelas petani tidak boleh berjalan sendiri.
Harga Sudah Naik, Jangan Turun Lagi
Saat ditemui pada Sabtu, 19/04/2026, Haji Her menilai petani tembakau mulai bangkit dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, harga tembakau kini sudah lebih baik dan memberi napas bagi petani.
“Ini harus dipertahankan. Mereka harus sejahtera, salah satunya tembakau tetap harus terbeli mahal,” kata Haji Her, Sabtu, 18/04/2026.
Ucapan itu menegaskan satu hal penting. Petani tidak hanya membutuhkan musim panen. Mereka juga membutuhkan harga layak agar rumah tangga tetap bertahan.
Kepala Desa Harus Turun Tangan
Haji Her lalu menyoroti peran kepala desa. Menurutnya, kepala desa paling dekat dengan petani dan paling tahu persoalan di lapangan.
“Kita pengusaha harus kompak. Kepala desa juga harus kompak,” ujarnya.
Pesannya sederhana, tetapi kuat. Jika desa, pengusaha, dan tokoh agama bergerak bersama, petani punya peluang lebih besar menikmati hasil kerja mereka sendiri.
Forum Rutin dan Bernuansa Budaya
Haji Her juga ingin forum seperti ini hadir secara rutin. Ia menyiapkan konsep kolaborasi tradisi Samman dan Tembang Macapat bernuansa religi agar pertemuan terasa dekat dengan budaya masyarakat.
Ketua Pelaksana Silaturrahmi, Farid Afandi, langsung menyambut gagasan itu. Kepala Desa Tentenan Timur tersebut siap ikut mendorong kesejahteraan petani tembakau di Madura.
“Untuk mempererat hubungan antar-kepala desa dengan pengusaha dan kiai, forum ini kita gelar secara rutin,” kata Farid Afandi.
Ia menjelaskan, para penggagas sudah menyiapkan forum ini sejak beberapa bulan lalu sebelum akhirnya terlaksana tahun ini.
Beda Latar Belakang, Satu Tujuan
Lora Abbas menegaskan bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah. Menurutnya, semua pihak justru bisa mengubah keberagaman menjadi kekuatan bersama.
“Kita semua memiliki karakter yang berbeda. Tidak masalah kita berbeda, tetapi kita berharap bisa bersatu dalam kebaikan,” pungkasnya.
Tabooology: Saat Desa Memilih Bersatu
Ini bukan sekadar acara silaturahmi. Ini langkah politik ekonomi tingkat desa. Saat pengusaha, kepala desa, dan kiai duduk satu meja, petani mendapat ruang lebih besar untuk diperjuangkan.
Masalahnya, banyak daerah gemar bicara hasil panen, tetapi lupa membahas nasib petani setelah panen. Pamekasan mencoba memulai dari akar: menyatukan kekuatan lokal.
Pertanyaannya sekarang, siapa daerah berikutnya yang berani melakukan hal sama?. @teguh






