Sabtu, Juni 6, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Haji Her Satukan Kades dan Pengusaha Tembakau

by teguh
April 19, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Di tengah naik-turun nasib sektor pertanian, suara tegas datang dari Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Pengusaha rokok Khairul Umam atau Haji Her mengajak para pengusaha, kepala desa, dan kiai untuk bersatu menjaga kesejahteraan petani tembakau.

Ia menyampaikan ajakan itu saat menghadiri silaturahmi kepala desa, pengusaha, dan kiai di Monumen Arek Lancor, Jumat malam, 17/04/2026. Forum tersebut membawa satu pesan jelas petani tidak boleh berjalan sendiri.

Harga Sudah Naik, Jangan Turun Lagi

Saat ditemui pada Sabtu, 19/04/2026, Haji Her menilai petani tembakau mulai bangkit dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, harga tembakau kini sudah lebih baik dan memberi napas bagi petani.

“Ini harus dipertahankan. Mereka harus sejahtera, salah satunya tembakau tetap harus terbeli mahal,” kata Haji Her, Sabtu, 18/04/2026.

Ucapan itu menegaskan satu hal penting. Petani tidak hanya membutuhkan musim panen. Mereka juga membutuhkan harga layak agar rumah tangga tetap bertahan.

Ini Belum Selesai

Harley, Valas, dan Uang Rp145 Miliar: Jejak Korupsi Silmy Karim

Timnas Indonesia Hajar Oman 3-0, Herdman: Ini Kemenangan Kami Tunggu 38 Tahun

Kepala Desa Harus Turun Tangan

Haji Her lalu menyoroti peran kepala desa. Menurutnya, kepala desa paling dekat dengan petani dan paling tahu persoalan di lapangan.

“Kita pengusaha harus kompak. Kepala desa juga harus kompak,” ujarnya.

Pesannya sederhana, tetapi kuat. Jika desa, pengusaha, dan tokoh agama bergerak bersama, petani punya peluang lebih besar menikmati hasil kerja mereka sendiri.

Forum Rutin dan Bernuansa Budaya

Haji Her juga ingin forum seperti ini hadir secara rutin. Ia menyiapkan konsep kolaborasi tradisi Samman dan Tembang Macapat bernuansa religi agar pertemuan terasa dekat dengan budaya masyarakat.

Ketua Pelaksana Silaturrahmi, Farid Afandi, langsung menyambut gagasan itu. Kepala Desa Tentenan Timur tersebut siap ikut mendorong kesejahteraan petani tembakau di Madura.

“Untuk mempererat hubungan antar-kepala desa dengan pengusaha dan kiai, forum ini kita gelar secara rutin,” kata Farid Afandi.

Ia menjelaskan, para penggagas sudah menyiapkan forum ini sejak beberapa bulan lalu sebelum akhirnya terlaksana tahun ini.

Beda Latar Belakang, Satu Tujuan

Lora Abbas menegaskan bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah. Menurutnya, semua pihak justru bisa mengubah keberagaman menjadi kekuatan bersama.

“Kita semua memiliki karakter yang berbeda. Tidak masalah kita berbeda, tetapi kita berharap bisa bersatu dalam kebaikan,” pungkasnya.

Tabooology: Saat Desa Memilih Bersatu

Ini bukan sekadar acara silaturahmi. Ini langkah politik ekonomi tingkat desa. Saat pengusaha, kepala desa, dan kiai duduk satu meja, petani mendapat ruang lebih besar untuk diperjuangkan.

Masalahnya, banyak daerah gemar bicara hasil panen, tetapi lupa membahas nasib petani setelah panen. Pamekasan mencoba memulai dari akar: menyatukan kekuatan lokal.

Pertanyaannya sekarang, siapa daerah berikutnya yang berani melakukan hal sama?. @teguh

Tags: ForumJawa TimurKepala DesaKesejahteraanKolaborasiKonsepLapanganpengusahaPetaniReligiRokokSilaturahmi

Kamu Melewatkan Ini

Bom Waktu TPA Randegan: Kota Mojokerto Kalah oleh Sampahnya Sendiri

Bom Waktu TPA Randegan: Kota Mojokerto Kalah oleh Sampahnya Sendiri

by teguh
Juni 3, 2026

"TPA Randegan membutuhkan revitalisasi secara komprehensif. Beban sampah harian yang masif tanpa dukungan infrastruktur memadai adalah bom waktu ekologis." Tabooo.id...

Banjir Kiriman Lagi: Kenapa Warga Hilir Selalu Jadi Korban?

Banjir Kiriman Lagi: Kenapa Warga Hilir Selalu Jadi Korban?

by teguh
Mei 15, 2026

Pukul 01.30 WIB, sebagian warga Desa Kutorenon masih tertidur. Jalanan tampak lengang, sementara lampu rumah menyala redup di tengah malam...

300 Rumah Terendam Saat Warga Tidur: Banjir Lumajang Datang dari Hulu

300 Rumah Terendam Saat Warga Tidur: Banjir Lumajang Datang dari Hulu

by teguh
Mei 15, 2026

Saat sebagian besar warga masih tertidur lelap, air tiba-tiba masuk ke rumah-rumah di Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa...

Next Post
80% Capekmu Mungkin Datang dari Hal yang Tidak Penting

80% Capekmu Mungkin Datang dari Hal yang Tidak Penting

Madilog Series

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026
Timeline Sejarah: Semua Perubahan Besar Selalu Dimulai dari Benturan – Madilog Series #2.4

Timeline Sejarah: Semua Perubahan Besar Selalu Dimulai dari Benturan – Madilog Series #2.4

Mei 25, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id