Sabtu, September 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Israel-Lebanon Diam 10 Hari: Damai atau Strategi Menunda Perang yang Lebih Brutal?

by dimas
April 18, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Global – Diam tidak selalu berarti damai. Begitulah yang terjadi di perbatasan Lebanon dan Israel, ketika gencatan senjata 10 hari resmi berlaku pada Jumat (17/4/2026). Warga memang mulai pulang, tapi suara tembakan masih terdengar di pinggiran selatan Beirut. Pertanyaannya ini damai, atau hanya jeda sebelum perang berikutnya?

Warga Pulang di Tengah Reruntuhan

Sejak pagi buta, ribuan kendaraan memadati jalur pesisir selatan Lebanon. Warga yang mengungsi sejak konflik pecah berusaha kembali ke rumah mereka, meski sebagian besar wilayah masih rusak berat akibat serangan.

Jembatan utama menuju Sungai Litani hancur. Warga terpaksa melintas melalui jalur darurat sambil membawa barang seadanya.

“Orang-orang mencintai tanah mereka. Meski takut, mereka tetap pulang,” kata Alaa Damash, salah satu pengungsi yang kembali ke selatan.

Suara Senjata Belum Benar-Benar Diam

Militer Lebanon memperingatkan warga untuk tidak terburu-buru kembali. Laporan dari AFP menyebutkan, suara tembakan masih terdengar di beberapa titik selatan Beirut yang menjadi wilayah pengaruh Hizbullah.

Ini Belum Selesai

Ban Lepas di Perlintasan, Pikap Tertemper KA Sembrani di Kendal

Wali Kota Madiun Nonaktif Maidi Dituntut 7 Tahun 2 Bulan

Ketegangan ini menunjukkan bahwa gencatan senjata masih rapuh, bukan jaminan akhir konflik.

Politik Global di Balik Gencatan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut kesepakatan ini sebagai langkah awal menuju stabilitas kawasan. Ia juga telah berkomunikasi dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun sebelum pengumuman resmi gencatan senjata.

Namun, di balik diplomasi itu, ada kepentingan yang lebih besar: upaya Amerika Serikat menekan konflik regional yang juga terkait dengan Iran.

Warga: Pulang Itu Indah, Tapi Tidak Aman

Di Sidon, warga terlihat mengemasi barang sambil menahan cemas.

“Rumah saya masih berdiri, tapi saya tidak yakin bisa tinggal lama di sana,” ujar Ali Hamza.

Di Nabatieh, sebagian warga bahkan memilih kembali mengungsi setelah melihat kondisi rumah yang rata dengan tanah.

“Semuanya hancur. Ini bukan kehidupan, ini sisa perang,” kata Fadel Bafreddine.

Analisis Tabooo

Ini bukan sekadar gencatan senjata. Ini adalah “pause” dalam konflik panjang yang belum menemukan ujung. Warga dipaksa memilih antara rumah yang hancur atau pengungsian yang tak berujung.

Damai 10 hari ini bukan jawaban. Ini hanya pertanyaan baru: siapa yang benar-benar diuntungkan ketika perang hanya berhenti sementara?

Di balik diplomasi dan pernyataan politik, ada satu hal yang tak berubah warga sipil tetap menjadi yang paling dulu kehilangan segalanya, dan paling terakhir mendapatkan kepastian.

Penutup

Kalau perang bisa dijeda, kenapa rasa takut tidak ikut berhenti? @dimas

Tags: Damaigencatan senjatageopolitik duniaHizbullahIsraelisrael lebanonketegangan timur tengahKonflik GlobalKrisis KemanusiaanLebanonperangTimur Tengah

Kamu Melewatkan Ini

Banjir Nepal-Tibet Tewaskan 633 Orang, 2.980 Masih Hilang

Banjir Nepal-Tibet Tewaskan 633 Orang, 2.980 Masih Hilang

by dimas
Agustus 29, 2026

Banjir bandang dan longsor menerjang Nepal-Tibet, menewaskan 633 orang dan membuat 2.980 lainnya masih hilang di tengah ancaman banjir susulan....

Roadmap Damai Gaza: Netanyahu Ajukan Syarat Sendiri

Roadmap Damai Gaza: Netanyahu Ajukan Syarat Sendiri

by Tabooo
Agustus 17, 2026

Washington ingin roadmap damai Gaza bergerak. Netanyahu punya syarat berbeda: Hamas harus dilucuti sepenuhnya sebelum pasukan Israel mundur.

Papua Terus Berdarah: Saat Senjata Mengalahkan Perdamaian

Papua Terus Berdarah: Saat Senjata Mengalahkan Perdamaian

by dimas
Agustus 3, 2026

Konflik Papua terus memakan korban. Pendekatan militer dinilai memperpanjang kekerasan, sementara jalan damai kian menjauh. Tabooo.id - Malam kembali turun...

Next Post
Joko Anwar: Anak Medan yang Mengubah Wajah Film Horor Indonesia

Joko Anwar: Anak Medan yang Mengubah Wajah Film Horor Indonesia

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id