Rabu, November 4, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Kencan Manis, Dompet Menangis: Pria Sidoarjo Tipu Puluhan Perempuan

by eko
April 18, 2026
in Kriminal, Reality
A A
Home Reality Kriminal

Tabooo.id: Kriminal – Petualangan Ilham Wahyudi (38), pria asal Krian, Kabupaten Sidoarjo, akhirnya berhenti di balik jeruji besi. Selama bertahun-tahun, ia diduga memperdaya perempuan lewat aplikasi kencan, lalu mencuri barang berharga mereka setelah bertemu langsung.

Tim Resmob Satreskrim Polres Mojokerto menangkap tersangka setelah menerima laporan korban yang kehilangan barang usai berkencan di kawasan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Polisi menyebut aksi pelaku sudah berlangsung cukup lama dan diduga menelan banyak korban.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Aldhino Prima Wirdhan, menjelaskan bahwa kasus ini mulai terungkap setelah dua korban melapor ke polisi.

“Pelaku melakukan pencurian dengan modus mengajak check in para wanita. Dua korban sudah melapor kepada kami,” ujar AKP Aldhino.

Kos di Krian Jadi Titik Akhir Pelarian

Setelah menerima laporan, tim Resmob langsung bergerak melakukan penyelidikan. Polisi melacak keberadaan pelaku hingga menemukan lokasinya di sebuah rumah kos di kawasan Perumahan Pesona Permata Ungu, Krian, Sidoarjo.

Ini Belum Selesai

Penyadapan Presiden: Tiga Perwira Jadi Tersangka, Motif Dipertanyakan

Listyo Sigit dan Dua Jenderal Ditahan dalam Kasus Penyadapan Presiden

Petugas kemudian menangkap pelaku pada Senin (6/4) sekitar pukul 17.30 WIB. Penangkapan itu sekaligus mengakhiri pelarian pelaku yang selama ini berpindah tempat untuk menghindari polisi.

32 KTP Perempuan: Jejak Korban yang Tak Sedikit

Saat menggeledah kamar kos, petugas menemukan barang bukti yang mengejutkan. Polisi menyita sekitar 32 kartu tanda penduduk (KTP) milik perempuan yang diduga menjadi korban pelaku.

“Petugas menemukan sekitar 32 KTP saat pengembangan kasus. Pemeriksaan sementara menunjukkan bahwa KTP tersebut milik para korban,” ungkap AKP Aldhino.

Temuan puluhan identitas perempuan itu memperkuat dugaan bahwa pelaku telah menjalankan aksinya berulang kali.

Kenalan Online, Kehilangan Offline

Polisi mengungkap pola aksi pelaku yang cukup rapi. Pelaku mencari target melalui aplikasi kencan OMI. Setelah itu, ia mengajak korban bertukar nomor telepon dan melanjutkan komunikasi intens melalui WhatsApp.

Untuk menarik perhatian, pelaku menggunakan foto hasil editan kecerdasan buatan (AI) agar terlihat lebih menarik.

Ketika hubungan terasa semakin dekat, pelaku mengajak korban berkencan dan menginap di vila kawasan Pacet. Ia menunggu saat korban lengah, lalu mengambil tas atau barang berharga milik korban dan langsung kabur.

Pelaku biasanya mengambil uang tunai dan telepon genggam milik korban.

Polisi juga menyebut mayoritas target pelaku merupakan perempuan paruh baya yang lebih mudah diyakinkan.

Residivis Lama Kembali Beraksi

Hasil penyidikan sementara menunjukkan bahwa pelaku bukan orang baru dalam dunia kejahatan.

Ia pernah menjalani hukuman dalam kasus jambret di wilayah Probolinggo pada periode 2022 hingga 2023. Riwayat tersebut memperlihatkan pola kejahatan yang berulang.

Korban Bisa Lebih Banyak dari yang Melapor

Hingga saat ini, baru dua korban yang melapor secara resmi ke Polres Mojokerto. Namun, jumlah KTP yang ditemukan membuat polisi menduga jumlah korban sebenarnya jauh lebih banyak.

“Jumlah KTP yang kami temukan mencapai 32 buah. Karena itu, kami menduga setidaknya ada 32 perempuan yang menjadi korban,” kata AKP Aldhino.

Saat ini, polisi menahan tersangka di Rumah Tahanan Polres Mojokerto dan terus mengembangkan penyidikan. Polisi juga mengimbau korban lain untuk segera melapor agar kasus ini bisa terungkap sepenuhnya.

Di era kencan digital, yang tampak manis di layar belum tentu aman di dunia nyata.@eko

Tags: kejahatan digitalkencan onlinePenipuan OnlineTabooo News

Kamu Melewatkan Ini

Gugatan Nama Pakubuwana XIV Tak Diterima, Gusti Moeng Siapkan Banding

Gugatan Nama Pakubuwana XIV Tak Diterima, Gusti Moeng Siapkan Banding

by Tabooo
Agustus 3, 2026

PN Solo menyatakan gugatan Gusti Moeng terkait perubahan nama KGPH Purboyo menjadi Sri Susuhunan Pakubuwana XIV tidak dapat diterima. Pihak...

Wajahmu Kini Jadi Kunci SIM Card

Wajahmu Kini Jadi Kunci SIM Card

by teguh
Juli 23, 2026

Pemerintah mengandalkan registrasi biometrik untuk menutup celah kejahatan digital. Namun ketika wajahmu menjadi syarat mengakses ruang digital, pertanyaan tentang privasi...

Registrasi Biometrik SIM Card Diperketat, Pemerintah Tutup Celah Kejahatan Digital

Registrasi Biometrik SIM Card Diperketat, Pemerintah Tutup Celah Kejahatan Digital

by teguh
Juli 23, 2026

Lebih dari 30 ribu laporan penyalahgunaan nomor seluler mendorong pemerintah memperketat Registrasi Biometrik SIM card. Kini, verifikasi registrasi biometrik SIM...

Next Post
Harga Avtur Meledak, Seberapa Kuat Pariwisata Nasional Bertahan?

Harga Avtur Meledak, Seberapa Kuat Pariwisata Nasional Bertahan?

Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id