Sabtu, Juni 6, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Kencan Manis, Dompet Menangis: Pria Sidoarjo Tipu Puluhan Perempuan

by eko
April 18, 2026
in Kriminal, Reality
A A
Home Reality Kriminal
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Kriminal – Petualangan Ilham Wahyudi (38), pria asal Krian, Kabupaten Sidoarjo, akhirnya berhenti di balik jeruji besi. Selama bertahun-tahun, ia diduga memperdaya perempuan lewat aplikasi kencan, lalu mencuri barang berharga mereka setelah bertemu langsung.

Tim Resmob Satreskrim Polres Mojokerto menangkap tersangka setelah menerima laporan korban yang kehilangan barang usai berkencan di kawasan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Polisi menyebut aksi pelaku sudah berlangsung cukup lama dan diduga menelan banyak korban.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Aldhino Prima Wirdhan, menjelaskan bahwa kasus ini mulai terungkap setelah dua korban melapor ke polisi.

“Pelaku melakukan pencurian dengan modus mengajak check in para wanita. Dua korban sudah melapor kepada kami,” ujar AKP Aldhino.

Kos di Krian Jadi Titik Akhir Pelarian

Setelah menerima laporan, tim Resmob langsung bergerak melakukan penyelidikan. Polisi melacak keberadaan pelaku hingga menemukan lokasinya di sebuah rumah kos di kawasan Perumahan Pesona Permata Ungu, Krian, Sidoarjo.

Ini Belum Selesai

Mentan Tantang Kampus Wujudkan Swasembada Pangan

Harley, Valas, dan Uang Rp145 Miliar: Jejak Korupsi Silmy Karim

Petugas kemudian menangkap pelaku pada Senin (6/4) sekitar pukul 17.30 WIB. Penangkapan itu sekaligus mengakhiri pelarian pelaku yang selama ini berpindah tempat untuk menghindari polisi.

32 KTP Perempuan: Jejak Korban yang Tak Sedikit

Saat menggeledah kamar kos, petugas menemukan barang bukti yang mengejutkan. Polisi menyita sekitar 32 kartu tanda penduduk (KTP) milik perempuan yang diduga menjadi korban pelaku.

“Petugas menemukan sekitar 32 KTP saat pengembangan kasus. Pemeriksaan sementara menunjukkan bahwa KTP tersebut milik para korban,” ungkap AKP Aldhino.

Temuan puluhan identitas perempuan itu memperkuat dugaan bahwa pelaku telah menjalankan aksinya berulang kali.

Kenalan Online, Kehilangan Offline

Polisi mengungkap pola aksi pelaku yang cukup rapi. Pelaku mencari target melalui aplikasi kencan OMI. Setelah itu, ia mengajak korban bertukar nomor telepon dan melanjutkan komunikasi intens melalui WhatsApp.

Untuk menarik perhatian, pelaku menggunakan foto hasil editan kecerdasan buatan (AI) agar terlihat lebih menarik.

Ketika hubungan terasa semakin dekat, pelaku mengajak korban berkencan dan menginap di vila kawasan Pacet. Ia menunggu saat korban lengah, lalu mengambil tas atau barang berharga milik korban dan langsung kabur.

Pelaku biasanya mengambil uang tunai dan telepon genggam milik korban.

Polisi juga menyebut mayoritas target pelaku merupakan perempuan paruh baya yang lebih mudah diyakinkan.

Residivis Lama Kembali Beraksi

Hasil penyidikan sementara menunjukkan bahwa pelaku bukan orang baru dalam dunia kejahatan.

Ia pernah menjalani hukuman dalam kasus jambret di wilayah Probolinggo pada periode 2022 hingga 2023. Riwayat tersebut memperlihatkan pola kejahatan yang berulang.

Korban Bisa Lebih Banyak dari yang Melapor

Hingga saat ini, baru dua korban yang melapor secara resmi ke Polres Mojokerto. Namun, jumlah KTP yang ditemukan membuat polisi menduga jumlah korban sebenarnya jauh lebih banyak.

“Jumlah KTP yang kami temukan mencapai 32 buah. Karena itu, kami menduga setidaknya ada 32 perempuan yang menjadi korban,” kata AKP Aldhino.

Saat ini, polisi menahan tersangka di Rumah Tahanan Polres Mojokerto dan terus mengembangkan penyidikan. Polisi juga mengimbau korban lain untuk segera melapor agar kasus ini bisa terungkap sepenuhnya.

Di era kencan digital, yang tampak manis di layar belum tentu aman di dunia nyata.@eko

Tags: kejahatan digitalkencan onlinePenipuan OnlineTabooo News

Kamu Melewatkan Ini

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

by dimas
Mei 15, 2026

Disekap dan diperkosa, mahasiswi di Makassar diduga menjadi korban jebakan lowongan kerja palsu dari media sosial hingga mengalami trauma mendalam...

Lapas atau Hotel? Viral Kamar Mewah Napi Cilegon Bikin Publik Curiga

Lapas atau Hotel? Viral Kamar Mewah Napi Cilegon Bikin Publik Curiga

by teguh
Mei 15, 2026

Sebuah video kamar narapidana yang terlihat “terlalu nyaman” di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cilegon, Banten, mendadak memancing sorotan publik....

Judi Online Kini Memburu Anak-anak: 80 Ribu Bocah di Bawah 10 Tahun Sudah Terpapar

Judol Memburu Anak-anak: 80 Ribu Bocah di Bawah 10 Tahun Terpapar

by dimas
Mei 15, 2026

Judi online kini menyasar anak-anak Indonesia. Hampir 200 ribu anak terpapar, sementara keluarga jadi korban baru kejahatan digital yang makin...

Next Post
Harga Avtur Meledak, Seberapa Kuat Pariwisata Nasional Bertahan?

Harga Avtur Meledak, Seberapa Kuat Pariwisata Nasional Bertahan?

Madilog Series

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026
Timeline Sejarah: Semua Perubahan Besar Selalu Dimulai dari Benturan – Madilog Series #2.4

Timeline Sejarah: Semua Perubahan Besar Selalu Dimulai dari Benturan – Madilog Series #2.4

Mei 25, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id