Rabu, September 16, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

May Day 2026: Perayaan atau Peringatan Keras untuk Pemerintah?

by eko
April 18, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: News – May Day 2026 tidak hanya meriah situasinya juga berpotensi panas. Ratusan ribu buruh dari berbagai daerah di Indonesia kini bersiap turun ke jalan pada 1 Mei untuk memperingati Hari Buruh Internasional. Selain itu, mereka juga membawa tuntutan lama yang belum pemerintah selesaikan.

Alih-alih mengikuti seremoni resmi pemerintah, massa buruh yang dimotori Partai Buruh dan KSPI memilih memusatkan aksi di depan Gedung DPR RI, Jakarta. Setelah itu, mereka akan bergerak ke Istora Senayan untuk mengikuti agenda May Day Fiesta.

Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menegaskan bahwa buruh memaknai May Day sebagai momentum perjuangan, bukan sekadar perayaan simbolis.

“Kami hanya akan melakukan aksi May Day di DPR RI, bukan di Monas. Karena bagi kami, May Day adalah perjuangan, bukan sekadar seremoni,” ujar Said Iqbal, Jumat (17/4/2026).

Buruh Tagih Janji Lama yang Belum Tuntas

Said Iqbal menilai pemerintah masih menyisakan enam janji dari May Day 2025 yang belum mereka wujudkan hingga saat ini. Karena itu, buruh memutuskan untuk kembali turun ke jalan.

Beberapa tuntutan utama meliputi:

Ini Belum Selesai

Warung Mi dan Babi Sukoharjo Dibakar, 12 Saksi Diperiksa Polisi

TPNPB Klaim Tembak Sopir di Wamena-Nduga: Jalur Publik Jadi Zona Ancaman

  • Pengesahan RUU Ketenagakerjaan
  • Penghapusan sistem outsourcing
  • Reformasi pajak THR dan bonus tahunan

Pemerintah sempat mengundang buruh untuk merayakan May Day di Monas bersama presiden. Namun, Said Iqbal menegaskan bahwa ia hanya akan hadir jika pemerintah membuka ruang dialog langsung untuk membahas janji yang macet tersebut.

Di sisi lain, KSPI juga menolak bergabung dalam struktur Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional (DKBN) dan Satgas PHK yang baru pemerintah bentuk. Mereka menilai proses pembentukan lembaga itu tidak transparan.

“Kalau hasil musyawarah saja tidak dihormati, bagaimana lembaga itu bisa berjalan dengan baik?” sindir Said Iqbal.

Ancaman PHK Menghantui Dunia Industri

Sementara itu, ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) mulai terasa di berbagai sektor industri. Akibatnya, kekhawatiran buruh terhadap masa depan pekerjaan terus meningkat.

Laporan lapangan menunjukkan sekitar 9.000 buruh di sektor tekstil, otomotif, hingga petrokimia berpotensi kehilangan pekerjaan dalam tiga bulan ke depan. Selain itu, sejumlah indikator juga menunjukkan tekanan industri yang semakin berat.

Beberapa data penting mencatat:

  • 65% perusahaan memilih tidak merekrut karyawan baru
  • 50% perusahaan menunda rencana ekspansi bisnis

Kenaikan harga BBM industri dan lonjakan harga bahan baku impor akibat konflik global terus mendorong kenaikan biaya produksi. Karena kondisi itu, banyak perusahaan mulai mencari cara untuk menekan biaya operasional.

“Kalau biaya produksi naik dari dua sisi BBM dan bahan baku maka perusahaan pasti melakukan efisiensi. Dan biasanya buruh yang pertama terkena dampaknya,” jelas Said Iqbal.

Tiga Langkah untuk Menahan Gelombang PHK

Untuk meredam potensi gelombang PHK, Partai Buruh mengajukan tiga langkah konkret kepada pemerintah. Langkah ini, menurut mereka, dapat menjaga stabilitas industri sekaligus melindungi pekerja.

Tiga langkah tersebut meliputi:

  1. Menahan kenaikan BBM industri selama minimal tiga bulan
  2. Menurunkan PPN dari 11% menjadi 9% atau 10%
  3. Menaikkan PTKP menjadi Rp7,5 juta per bulan

Selain menjaga daya beli masyarakat, Partai Buruh juga berharap kebijakan tersebut mampu memberi ruang bagi industri untuk bertahan di tengah tekanan biaya produksi.

May Day 2026 Bisa Jadi Alarm Ekonomi Nasional

May Day 2026 berpotensi menjadi lebih dari sekadar perayaan tahunan. Sebaliknya, aksi ini dapat berubah menjadi peringatan keras bagi pemerintah tentang kondisi ekonomi yang mulai menekan sektor tenaga kerja.

Melalui aksi tersebut, buruh ingin menunjukkan kegelisahan yang semakin nyata di lapangan. Jika pemerintah tidak segera merespons tuntutan tersebut, gelombang aksi berikutnya berpotensi tumbuh lebih besar.

Pada akhirnya, May Day tahun ini bukan hanya soal perayaan solidaritas buruh. Lebih dari itu, aksi ini bisa menjadi sinyal awal tentang tekanan ekonomi yang mulai terasa hingga ke tingkat pekerja.@eko

Tags: buruh Indonesiadaya beli masyarakatDPR RIHari Buruh 2026KSPIMay Day 2026OutsourcingPartai BuruhRUU KetenagakerjaanSaid Iqbal

Kamu Melewatkan Ini

50 Ribu Buruh Bergerak, Janji RUU Ketenagakerjaan Dipertanyakan

50 Ribu Buruh Bergerak, Janji RUU Ketenagakerjaan Dipertanyakan

by dimas
September 10, 2026

50 ribu buruh bergerak menuntut pembahasan RUU Ketenagakerjaan. Mereka mempertanyakan janji perlindungan dan mendesak DPR segera bertindak. Tabooo.id - Kamis...

Benarkah DPR Masukkan RUU Larangan Membeli Rokok di Indonesia?

Benarkah DPR Masukkan RUU Larangan Membeli Rokok di Indonesia?

by eko
September 7, 2026

Benarkah DPR buat RUU larangan membeli rokok? Cek fakta klaim viral dan aturan rokok yang sebenarnya berlaku di Indonesia. Tabooo.id...

RUU Perampasan Aset: Mau Disahkan Cepat, Tapi Drafnya Masih Disimpan

RUU Perampasan Aset: Mau Disahkan Cepat, Tapi Drafnya Masih Disimpan

by dimas
September 2, 2026

RUU Perampasan Aset mengejar target pengesahan Desember 2026. Namun, DPR belum membuka draf terbaru kepada publik. Di sinilah persoalannya: bagaimana...

Next Post
Dari Tragedi ke Gelar Pahlawan: Sejarah Marsinah yang Belum Tuntas

Dari Tragedi ke Gelar Pahlawan: Sejarah Marsinah yang Belum Tuntas

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id