Senin, April 20, 2026
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
tabooo.id

May Day 2026: Perayaan atau Peringatan Keras untuk Pemerintah?

April 18, 2026
in Nasional, News
A A
Home News Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: News – May Day 2026 tidak hanya meriah situasinya juga berpotensi panas. Ratusan ribu buruh dari berbagai daerah di Indonesia kini bersiap turun ke jalan pada 1 Mei untuk memperingati Hari Buruh Internasional. Selain itu, mereka juga membawa tuntutan lama yang belum pemerintah selesaikan.

Alih-alih mengikuti seremoni resmi pemerintah, massa buruh yang dimotori Partai Buruh dan KSPI memilih memusatkan aksi di depan Gedung DPR RI, Jakarta. Setelah itu, mereka akan bergerak ke Istora Senayan untuk mengikuti agenda May Day Fiesta.

Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menegaskan bahwa buruh memaknai May Day sebagai momentum perjuangan, bukan sekadar perayaan simbolis.

“Kami hanya akan melakukan aksi May Day di DPR RI, bukan di Monas. Karena bagi kami, May Day adalah perjuangan, bukan sekadar seremoni,” ujar Said Iqbal, Jumat (17/4/2026).

Buruh Tagih Janji Lama yang Belum Tuntas

Said Iqbal menilai pemerintah masih menyisakan enam janji dari May Day 2025 yang belum mereka wujudkan hingga saat ini. Karena itu, buruh memutuskan untuk kembali turun ke jalan.

Beberapa tuntutan utama meliputi:

BacaJuga

AS dan Iran Kembali Berunding, Tapi Dunia Tak Yakin Perang Akan Berakhir

Gas Tidak Meledak, Tapi Harganya Bikin Rumah Tangga Diam-Diam Panik

  • Pengesahan RUU Ketenagakerjaan
  • Penghapusan sistem outsourcing
  • Reformasi pajak THR dan bonus tahunan

Pemerintah sempat mengundang buruh untuk merayakan May Day di Monas bersama presiden. Namun, Said Iqbal menegaskan bahwa ia hanya akan hadir jika pemerintah membuka ruang dialog langsung untuk membahas janji yang macet tersebut.

Di sisi lain, KSPI juga menolak bergabung dalam struktur Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional (DKBN) dan Satgas PHK yang baru pemerintah bentuk. Mereka menilai proses pembentukan lembaga itu tidak transparan.

“Kalau hasil musyawarah saja tidak dihormati, bagaimana lembaga itu bisa berjalan dengan baik?” sindir Said Iqbal.

Ancaman PHK Menghantui Dunia Industri

Sementara itu, ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) mulai terasa di berbagai sektor industri. Akibatnya, kekhawatiran buruh terhadap masa depan pekerjaan terus meningkat.

Laporan lapangan menunjukkan sekitar 9.000 buruh di sektor tekstil, otomotif, hingga petrokimia berpotensi kehilangan pekerjaan dalam tiga bulan ke depan. Selain itu, sejumlah indikator juga menunjukkan tekanan industri yang semakin berat.

Beberapa data penting mencatat:

  • 65% perusahaan memilih tidak merekrut karyawan baru
  • 50% perusahaan menunda rencana ekspansi bisnis

Kenaikan harga BBM industri dan lonjakan harga bahan baku impor akibat konflik global terus mendorong kenaikan biaya produksi. Karena kondisi itu, banyak perusahaan mulai mencari cara untuk menekan biaya operasional.

“Kalau biaya produksi naik dari dua sisi BBM dan bahan baku maka perusahaan pasti melakukan efisiensi. Dan biasanya buruh yang pertama terkena dampaknya,” jelas Said Iqbal.

Tiga Langkah untuk Menahan Gelombang PHK

Untuk meredam potensi gelombang PHK, Partai Buruh mengajukan tiga langkah konkret kepada pemerintah. Langkah ini, menurut mereka, dapat menjaga stabilitas industri sekaligus melindungi pekerja.

Tiga langkah tersebut meliputi:

  1. Menahan kenaikan BBM industri selama minimal tiga bulan
  2. Menurunkan PPN dari 11% menjadi 9% atau 10%
  3. Menaikkan PTKP menjadi Rp7,5 juta per bulan

Selain menjaga daya beli masyarakat, Partai Buruh juga berharap kebijakan tersebut mampu memberi ruang bagi industri untuk bertahan di tengah tekanan biaya produksi.

May Day 2026 Bisa Jadi Alarm Ekonomi Nasional

May Day 2026 berpotensi menjadi lebih dari sekadar perayaan tahunan. Sebaliknya, aksi ini dapat berubah menjadi peringatan keras bagi pemerintah tentang kondisi ekonomi yang mulai menekan sektor tenaga kerja.

Melalui aksi tersebut, buruh ingin menunjukkan kegelisahan yang semakin nyata di lapangan. Jika pemerintah tidak segera merespons tuntutan tersebut, gelombang aksi berikutnya berpotensi tumbuh lebih besar.

Pada akhirnya, May Day tahun ini bukan hanya soal perayaan solidaritas buruh. Lebih dari itu, aksi ini bisa menjadi sinyal awal tentang tekanan ekonomi yang mulai terasa hingga ke tingkat pekerja.@eko

Tags: Aksi Buruhaksi May Day Jakartaancaman PHKburuh Indonesiadaya beli masyarakatdemonstrasi buruhDPR RIHari Buruh 2026industri tekstilkenaikan BBM industriKSPIMay Day 2026Outsourcingpajak PPNPartai BuruhPHK massalPTKPRUU KetenagakerjaanSaid Iqbal

REKOMENDASI TABOOO

Soeara Boeroeh 1947: Mimpi Buruh yang Masih Relevan di 2026

Soeara Boeroeh 1947: Mimpi Buruh yang Masih Relevan di 2026

by Tabooo
April 19, 2026

Soeara Boeroeh 1947 bukan sekadar dokumen tua yang tersimpan dalam arsip sejarah. Ia adalah jejak dari sebuah momen ketika buruh...

May Day 2026: Janji Kesejahteraan di Tengah Dunia yang Semakin Tidak Stabil

May Day 2026: Janji Kesejahteraan di Tengah Dunia yang Semakin Tidak Stabil

by dimas
April 18, 2026

Tabooo.id: Deep - Pagi itu, ruang diskusi serikat buruh di Jakarta terasa lebih berat dari biasanya. Bukan hanya karena isu...

Muchtar Pakpahan: Saat Membela Buruh Berarti Menantang Negara

Muchtar Pakpahan: Saat Membela Buruh Berarti Menantang Negara

by jeje
April 18, 2026

Tabooo.id: Figure - Nama Muchtar Pakpahan tidak lahir dari ruang kekuasaan. Ia justru memilih jalan berbeda. Ia turun langsung ke lapangan dan...

Next Post
Dari Tragedi ke Gelar Pahlawan: Sejarah Marsinah yang Belum Tuntas

Dari Tragedi ke Gelar Pahlawan: Sejarah Marsinah yang Belum Tuntas

Recommended

Isu Pelengseran Prabowo: Suara Rakyat atau Operasi Senyap?

Isu Pelengseran Prabowo: Suara Rakyat atau Operasi Senyap?

April 13, 2026
Harga Avtur Meledak, Seberapa Kuat Pariwisata Nasional Bertahan?

Harga Avtur Meledak, Seberapa Kuat Pariwisata Nasional Bertahan?

April 18, 2026

Popular

Daftar Kekayaan Maidi: Ini Peta Aset Seorang Wali Kota Madiun

Daftar Kekayaan Maidi: Ini Peta Aset Seorang Wali Kota Madiun

April 14, 2026

Cepuri Parangkusumo: Mitos, Perjanjian, atau Strategi Kekuasaan Mataram?

April 19, 2026

Labuhan Parangkusumo: Ritual Sakral atau Tradisi yang Mulai Kehilangan Makna?

April 19, 2026

Go Tik Swan: Dia Tionghoa, Tapi Jadi Jawa Sejati

April 19, 2026

Perempuan Indonesia Sudah Maju, Masih Diragukan?

April 19, 2026
tabooo.id

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap

Stay in the Loop

  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2026 Tabooo.id