Senin, April 20, 2026
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
tabooo.id

Semeru Meletus 5 Kali Pagi Ini: Abu Capai 1.200 Meter, Lumajang Siaga

April 16, 2026
in Nasional, News
A A
Home News Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Pagi belum sepenuhnya terang di Lumajang. Namun Gunung Semeru sudah lebih dulu memberi kabar lewat letusan berulang. Pada Kamis, 16/04/2026, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu tercatat erupsi lima kali hanya dalam rentang waktu 00.00 hingga 09.00 WIB.

Data dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru menunjukkan seluruh letusan terpantau visual, dengan tinggi kolom abu berkisar 500 hingga 1.200 meter di atas puncak.

Petugas PPGA Semeru, Liswanto, mencatat salah satu erupsi terbesar terjadi pagi hari.

“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Kamis, 16/04/2026, pukul 06.21 WIB, dengan tinggi kolom abu teramati 1.200 meter di atas puncak,” tulis Liswanto dalam keterangan tertulis, Kamis (16/04/2026).

Artinya jelas Semeru belum tenang, dan warga sekitar tak punya ruang untuk lengah.

Dampak Sementara Nihil, Tapi Ancaman Belum Hilang

Kepala BPBD Kabupaten Lumajang, Insugroho, menyampaikan hingga saat ini belum ada laporan kerusakan maupun korban akibat erupsi pagi ini.

BacaJuga

AS dan Iran Kembali Berunding, Tapi Dunia Tak Yakin Perang Akan Berakhir

Gas Tidak Meledak, Tapi Harganya Bikin Rumah Tangga Diam-Diam Panik

“Laporan dampak sementara nihil, belum ada laporan yang masuk, tapi kalau arah anginnya ke timur sepertinya hujan abu terjadi di sekitar Pasrujambe,” kata Insugroho.

Meski belum ada dampak langsung, arah angin yang bergerak ke timur membuka potensi hujan abu vulkanik di wilayah Kecamatan Pasrujambe dan sekitarnya.

Ini yang sering dilupakan banyak orang bencana tak selalu datang lewat ledakan besar. Kadang ia turun perlahan, dalam bentuk abu yang masuk paru-paru, menutup jalan, dan mengganggu hidup harian warga.

Status Level III: Siaga, Bukan Sekadar Istilah

Saat ini aktivitas Gunung Semeru berada pada Level III (Siaga). Dalam sistem kebencanaan, status ini berarti aktivitas vulkanik tinggi dan berpotensi meningkat sewaktu-waktu.

Insugroho mengingatkan bahwa intensitas letusan yang masih sering terjadi bisa memicu ancaman lain yang tak kalah berbahaya.

“Secara jumlah letusan memang masih tinggi, ini bisa memicu banjir lahar dengan membawa material cukup banyak apabila terjadi hujan deras di sekitar gunung,” ujarnya.

Dengan kata lain, letusan di puncak bisa berubah menjadi ancaman di hilir saat hujan turun.

Besuk Kobokan Jadi Zona Merah

Pemerintah meminta warga tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak.

Selain itu, masyarakat juga dilarang berada dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang jalur tersebut. Area ini berisiko terkena perluasan awan panas dan aliran lahar.

Bagi warga sekitar Semeru, sungai bukan hanya sumber air. Saat gunung aktif, sungai bisa berubah jadi jalur bahaya.

Hujan Lebat Tambah Risiko

Wilayah sekitar Gunung Semeru belakangan juga sering diguyur hujan deras. Kondisi ini meningkatkan ancaman banjir lahar, terutama di aliran sungai yang berhulu dari puncak.

“Waspada terhadap potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru,” pungkas Insugroho.

Apa yang Harus Dilakukan Warga?

  • Hindari kawasan Besuk Kobokan dan zona larangan resmi
  • Gunakan masker jika terjadi hujan abu
  • Pantau informasi dari PVMBG, BPBD, dan pemerintah daerah
  • Jauhi aliran sungai saat hujan deras
  • Jangan percaya rumor liar di media sosial

Penutup

Gunung Semeru pagi ini meletus lima kali. Sebagian orang mungkin menganggapnya rutinitas alam. Tetapi bagi warga lereng gunung, setiap letusan adalah pengingat bahwa hidup berdampingan dengan alam berarti harus siap membaca tanda.

Semeru sudah bicara. Kini giliran manusia memilih waspada, atau menyesal belakangan. @teguh

Tags: AbuAktivitasAPGBPBDgunungKab LumajangKepala BPBDLevel IIIMeletusPuncakPVMBGRadiussemerusiagaVulkanikWargaZona Merah

REKOMENDASI TABOOO

Pelaku Dihukum, Dalang Hilang: Ada Apa dengan Kasus Kekerasan Aparat?

Pelaku Dihukum, Dalang Hilang: Ada Apa dengan Kasus Kekerasan Aparat?

by dimas
April 18, 2026

Tabooo.id: Deep - Malam itu sunyi. Namun, rasa takut tidak pernah benar-benar pergi.Bagi sebagian orang, ancaman tidak datang dari gelap....

Ketika Tambora Meledak, Dunia Mengayuh Masa Depan

Ketika Tambora Meledak, Dunia Mengayuh Masa Depan

by teguh
April 16, 2026

Tabooo.id: Vibes - Pada 10/04/2026, dunia menandai 211 tahun sejak puncak letusan Gunung Tambora di Pulau Sumbawa. Banyak orang mengenangnya...

Marapi Erupsi Lagi di Sumbar: Letusan 1,6 Km Picu Peringatan Waspada

Marapi Erupsi Lagi di Sumbar: Letusan 1,6 Km Picu Peringatan Waspada

by teguh
April 16, 2026

Tabooo.id: Nasional - Pagi di Sumatera Barat belum lama dimulai. Tetapi pada Kamis, 16/04/2026, langit di sekitar Gunung Marapi kembali...

Next Post
EXO Bikin Jakarta Gemetar Lagi: Additional Show 6 Juni Sold Out

EXO Bikin Jakarta Gemetar Lagi: Additional Show 6 Juni Sold Out

Recommended

Cepuri Parangkusumo: Mitos, Perjanjian, atau Strategi Kekuasaan Mataram?

Cepuri Parangkusumo: Mitos, Perjanjian, atau Strategi Kekuasaan Mataram?

April 19, 2026
Huawei Mate 80 Pro: Ponsel Bukan Sekadar Gadget, Tapi Status Comeback

Huawei Mate 80 Pro: Ponsel Bukan Sekadar Gadget, Tapi Status Comeback

April 17, 2026

Popular

Daftar Kekayaan Maidi: Ini Peta Aset Seorang Wali Kota Madiun

Daftar Kekayaan Maidi: Ini Peta Aset Seorang Wali Kota Madiun

April 14, 2026

Cepuri Parangkusumo: Mitos, Perjanjian, atau Strategi Kekuasaan Mataram?

April 19, 2026

Labuhan Parangkusumo: Ritual Sakral atau Tradisi yang Mulai Kehilangan Makna?

April 19, 2026

Go Tik Swan: Dia Tionghoa, Tapi Jadi Jawa Sejati

April 19, 2026

Perempuan Indonesia Sudah Maju, Masih Diragukan?

April 19, 2026
tabooo.id

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap

Stay in the Loop

  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2026 Tabooo.id