Senin, November 2, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Marapi Erupsi Lagi di Sumbar: Letusan 1,6 Km Picu Peringatan Waspada

by teguh
April 16, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional

Tabooo.id: Nasional – Pagi di Sumatera Barat belum lama dimulai. Tetapi pada Kamis, 16/04/2026, langit di sekitar Gunung Marapi kembali memberi peringatan alam belum selesai bicara.

Gunung Marapi yang berada di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar kembali mengalami erupsi pada pukul 08.43 WIB. Letusan itu melontarkan kolom abu vulkanik setinggi 1.600 meter di atas puncak.

Petugas Pos Gunung Api (PGA), Ilhamdi Saputra, menjelaskan situasi tersebut secara resmi.

“Terjadi erupsi Gunung Marapi pada Kamis pukul 08.43 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 1.600 meter di atas puncak gunung,” kata Ilhamdi di Padang.

Kolom abu terpantau berwarna kelabu, berintensitas sedang, dan mengarah ke timur laut. Saat laporan dibuat, aktivitas erupsi masih berlangsung. Artinya, ini bukan sekadar letusan singkat yang bisa langsung diabaikan.

Status Masih Level II: Waspada, Bukan Santai

Saat ini Gunung Marapi berada pada Status Level II (Waspada). Banyak orang sering salah paham kata “waspada” terdengar biasa, padahal dalam bahasa kebencanaan, itu berarti aktivitas gunung sedang meningkat dan risiko nyata sedang ada.

Ini Belum Selesai

Uji Syarat Pendidikan Capres ke MK, Tiga Warga Minta KPU Periksa Keabsahan Ijazah

Pajak Pembalut: Ketika Kebutuhan Biologis Dikenai Pajak

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meminta masyarakat tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi, Kawah Verbeek.

Zona itu bukan larangan simbolik. Itu garis hidup.

Di area tersebut, potensi bahaya bisa datang mendadak lontaran batu pijar, gas beracun, hingga awan panas yang bergerak cepat tanpa menunggu orang siap.

Kenapa Radius 3 Kilometer Penting?

Banyak tragedi gunung berapi terjadi bukan karena orang tak tahu bahaya, tapi karena merasa masih aman.

Menurut kajian vulkanologi, area paling dekat kawah merupakan zona dengan risiko tertinggi terhadap material balistik, abu pekat, dan perubahan aktivitas mendadak. Karena itu, pendakian, wisata, atau kegiatan apa pun di sekitar kawah saat status aktif menjadi keputusan berisiko tinggi.

Dalam banyak kasus di Indonesia, korban justru muncul ketika manusia meremehkan peringatan pertama.

Gunung memberi tanda. Masalahnya, manusia kadang merasa lebih tahu.

Ancaman Berikutnya: Lahar Dingin Saat Hujan Turun

Erupsi bukan satu-satunya ancaman. PVMBG juga mengingatkan potensi lahar dingin, terutama bila hujan mengguyur lereng gunung.

Lahar dingin terjadi ketika air hujan membawa campuran pasir, batu, lumpur, dan material vulkanik melalui sungai berhulu di puncak gunung. Arusnya bisa deras, berat, dan merusak.

Wilayah pemukiman di sepanjang aliran sungai dari Gunung Marapi diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan lebat turun.

Artinya sederhana letusan bisa berhenti, tetapi bahayanya belum tentu selesai.

Marapi dan Ingatan Kolektif Sumbar

Gunung Marapi bukan nama asing bagi warga Sumatera Barat. Ia aktif, indah, sekaligus menyimpan potensi ancaman yang berulang. Masyarakat sekitar hidup berdampingan dengan tanah subur hasil vulkanik, namun juga dengan risiko yang sewaktu-waktu bangun.

Di sinilah ironi alam bekerja gunung yang memberi kehidupan, juga bisa menguji kesiapan hidup.

Apa yang Perlu Dilakukan Warga?

  • Hindari radius 3 km dari Kawah Verbeek
  • Gunakan masker bila abu turun ke permukiman
  • Pantau informasi resmi PVMBG, BPBD, dan pemerintah daerah
  • Waspadai aliran sungai saat hujan deras
  • Jangan percaya kabar liar yang tidak terverifikasi

Penutup

Gunung Marapi kembali mengingatkan satu hal penting bencana sering datang bukan tanpa tanda, melainkan tanpa kita dengarkan.

Abu setinggi 1,6 kilometer mungkin hanya angka di laporan. Tetapi bagi warga sekitar, itu pesan yang harus dibaca serius. Karena saat alam bicara, pilihan terbaik manusia bukan panik melainkan patuh. @teguh

Tags: BPBDerupsigunungLaharMeletusPGAPotensiPVMBGStatusSumatera Barat
Next Post
Semeru Meletus 5 Kali Pagi Ini: Abu Capai 1.200 Meter, Lumajang Siaga

Semeru Meletus 5 Kali Pagi Ini: Abu Capai 1.200 Meter, Lumajang Siaga

Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.
No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id