Rabu, Oktober 21, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Prabowo di APEC: AI Senjata Baru Indonesia Perangi Kemiskinan dan Krisis Pangan

by dimas
November 5, 2025
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Global – Presiden Prabowo Subianto bicara lantang di hadapan para pemimpin ekonomi Asia Pasifik. Dalam APEC Economic Leaders’ Meeting di Gyeongju, Korea Selatan, Sabtu (1/11/2025), ia menyebut kecerdasan buatan (AI) sebagai kunci baru Indonesia untuk mempercepat pengentasan kemiskinan dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Kami percaya bahwa kami dapat memperoleh manfaat besar dari penggunaan kecerdasan buatan,” ujar Prabowo dalam pidatonya, dikutip dari keterangan resmi Sekretariat Presiden.

Bagi Prabowo, revolusi AI bukan sekadar wacana teknologi. Ia memposisikannya sebagai alat strategis pembangunan, terutama dalam menghapus dua momok lama bangsa: kemiskinan dan kelaparan. Pemerintah, katanya, tengah memusatkan semua daya dan dana untuk misi ini.

“Tugas paling mendesak bagi Indonesia adalah menuntaskan kemiskinan dan kelaparan sesegera mungkin,” tegasnya.

Dari Sawah ke Server

Dalam pidatonya, Prabowo memaparkan bahwa Indonesia kini mulai memetik hasil konkret dari penerapan AI di sektor pertanian. Sistem pertanian presisi yang memanfaatkan teknologi tinggi disebut mampu mendorong produksi pangan nasional ke titik tertinggi sejak kemerdekaan.

Ini Belum Selesai

Komdigi Bantah Shadowban Konten Karhutla, Mengapa Views Kreator Turun?

Aliansi BEM Solo Raya Kritik Prioritas MBG, Aksi Demo Memanas saat Ban Dibakar

“Target awal kami empat tahun untuk swasembada, tapi dengan teknologi tinggi dan AI, kami melampaui ekspektasi itu,” ujarnya.

Di balik pernyataan itu, ada pesan yang jelas: kemandirian pangan bukan hanya soal pupuk dan cuaca, tapi juga data dan algoritma. Dengan sensor, drone, dan analisis prediktif, pemerintah berharap sawah-sawah Indonesia bisa bekerja lebih cerdas dari sebelumnya.

Siapa Untung, Siapa Tertinggal?

Kebijakan ini jelas menguntungkan sektor teknologi dan pertanian besar. Investor dan startup agritech diprediksi akan kebanjiran proyek, sementara petani kecil masih harus berpacu mengejar ketertinggalan digital.

Jika transformasi AI hanya berhenti di ruang konferensi dan laporan resmi, maka jurang digital di desa-desa bisa makin lebar. Sebaliknya, jika pemerintah serius memastikan akses teknologi merata, revolusi pangan ini bisa jadi game changer bagi jutaan keluarga petani.

Kolaborasi atau Ketergantungan?

Prabowo juga menyerukan kerja sama regional di kawasan Asia Pasifik agar negara-negara APEC tidak sekadar menjadi pengguna, tapi juga pengendali masa depan teknologi.

“Kita harus memastikan kendali atas masa depan teknologi kita,” tambahnya.

Namun, tantangannya jelas: di tengah dominasi raksasa teknologi global, seberapa jauh Indonesia bisa berdaulat secara digital tanpa tergantung pada lisensi asing?

Dalam dunia di mana kode dan chip menjadi senjata baru geopolitik, ambisi Prabowo terdengar ideal tapi juga penuh ujian.

Karena pada akhirnya, bicara AI dan kemiskinan bukan cuma soal kecepatan prosesor, tapi kecepatan pemerintah menyalurkan hasilnya ke rakyat yang paling membutuhkan. @dimas

Kamu Melewatkan Ini

Sembilan Dewa Gitar di Panggung Guns N’ Roses: Rock Indonesia Bukan Sekadar Nostalgia

Sembilan Dewa Gitar di Panggung Guns N’ Roses: Rock Indonesia Bukan Sekadar Nostalgia

by teguh
Oktober 21, 2026

Bayangkan sembilan karakter gitar bertemu dalam satu panggung. Ada distorsi yang keras, permainan yang progresif, riff yang ikonik, hingga eksplorasi...

Jangkauan Menyusut, Kepercayaan Ikut Tergerus: Siapa Yang Mengawasi Algoritma?

Jangkauan Menyusut, Kepercayaan Ikut Tergerus: Siapa Yang Mengawasi Algoritma?

by teguh
Oktober 21, 2026

Dugaan shadowban konten karhutla membuka persoalan tentang transparansi platform, ketergantungan kreator, dan akses publik terhadap informasi. Jadi siapa yang mengawasi...

Kericuhan Demo Prabowo-Gibran, Malioboro Jadi Arena Kejaran

Kericuhan Demo di DPRD DIY, Massa Berlarian hingga Malioboro

by dimas
Oktober 21, 2026

Kericuhan mewarnai demo dua tahun Prabowo-Gibran di Yogyakarta. Massa berlarian hingga Malioboro saat aparat mengejar demonstran. Tabooo.id - Suara dentuman...

Next Post
Jangan Terlalu Percaya Mobil Listrik, Emisi Karbon Tak Hilang Begitu Saja!

Jangan Terlalu Percaya Mobil Listrik, Emisi Karbon Tak Hilang Begitu Saja!

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id