Minggu, Juni 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Prabowo di APEC: AI Senjata Baru Indonesia Perangi Kemiskinan dan Krisis Pangan

by dimas
November 5, 2025
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Presiden Prabowo Subianto bicara lantang di hadapan para pemimpin ekonomi Asia Pasifik. Dalam APEC Economic Leaders’ Meeting di Gyeongju, Korea Selatan, Sabtu (1/11/2025), ia menyebut kecerdasan buatan (AI) sebagai kunci baru Indonesia untuk mempercepat pengentasan kemiskinan dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Kami percaya bahwa kami dapat memperoleh manfaat besar dari penggunaan kecerdasan buatan,” ujar Prabowo dalam pidatonya, dikutip dari keterangan resmi Sekretariat Presiden.

Bagi Prabowo, revolusi AI bukan sekadar wacana teknologi. Ia memposisikannya sebagai alat strategis pembangunan, terutama dalam menghapus dua momok lama bangsa: kemiskinan dan kelaparan. Pemerintah, katanya, tengah memusatkan semua daya dan dana untuk misi ini.

“Tugas paling mendesak bagi Indonesia adalah menuntaskan kemiskinan dan kelaparan sesegera mungkin,” tegasnya.

Dari Sawah ke Server

Dalam pidatonya, Prabowo memaparkan bahwa Indonesia kini mulai memetik hasil konkret dari penerapan AI di sektor pertanian. Sistem pertanian presisi yang memanfaatkan teknologi tinggi disebut mampu mendorong produksi pangan nasional ke titik tertinggi sejak kemerdekaan.

Ini Belum Selesai

Suran Agung PSHW ke-123: Madiun Mengawal Persaudaraan

TABOOO Corner Hadir di Winongo, Buka Ruang Membaca Realitas

“Target awal kami empat tahun untuk swasembada, tapi dengan teknologi tinggi dan AI, kami melampaui ekspektasi itu,” ujarnya.

Di balik pernyataan itu, ada pesan yang jelas: kemandirian pangan bukan hanya soal pupuk dan cuaca, tapi juga data dan algoritma. Dengan sensor, drone, dan analisis prediktif, pemerintah berharap sawah-sawah Indonesia bisa bekerja lebih cerdas dari sebelumnya.

Siapa Untung, Siapa Tertinggal?

Kebijakan ini jelas menguntungkan sektor teknologi dan pertanian besar. Investor dan startup agritech diprediksi akan kebanjiran proyek, sementara petani kecil masih harus berpacu mengejar ketertinggalan digital.

Jika transformasi AI hanya berhenti di ruang konferensi dan laporan resmi, maka jurang digital di desa-desa bisa makin lebar. Sebaliknya, jika pemerintah serius memastikan akses teknologi merata, revolusi pangan ini bisa jadi game changer bagi jutaan keluarga petani.

Kolaborasi atau Ketergantungan?

Prabowo juga menyerukan kerja sama regional di kawasan Asia Pasifik agar negara-negara APEC tidak sekadar menjadi pengguna, tapi juga pengendali masa depan teknologi.

“Kita harus memastikan kendali atas masa depan teknologi kita,” tambahnya.

Namun, tantangannya jelas: di tengah dominasi raksasa teknologi global, seberapa jauh Indonesia bisa berdaulat secara digital tanpa tergantung pada lisensi asing?

Dalam dunia di mana kode dan chip menjadi senjata baru geopolitik, ambisi Prabowo terdengar ideal tapi juga penuh ujian.

Karena pada akhirnya, bicara AI dan kemiskinan bukan cuma soal kecepatan prosesor, tapi kecepatan pemerintah menyalurkan hasilnya ke rakyat yang paling membutuhkan. @dimas

Kamu Melewatkan Ini

TABOOO Cultural Production: Dari Budaya Menjadi Karya

TABOOO Cultural Production: Dari Budaya Menjadi Karya

by dimas
Juni 28, 2026

TABOOO Cultural Production mengubah budaya lokal Madiun Raya menjadi karya, pengetahuan, dan intellectual property melalui kolaborasi masyarakat. Tabooo.id - Sebuah...

Raden Ronggo Prawirodirjo III: Api Perlawanan dari Madiun

Raden Ronggo Prawirodirjo III: Api Perlawanan dari Madiun

by dimas
Juni 27, 2026

Raden Ronggo Prawirodirjo III menjadi simbol perlawanan dari Madiun. Kisahnya membuktikan bahwa harga diri Jawa tak pernah mudah ditaklukkan. Tabooo.id...

Suran Agung PSHW TM 2026: Keheningan yang Menyatukan Persaudaraan

Suran Agung PSHW ke-123: Madiun Mengawal Persaudaraan

by dimas
Juni 27, 2026

Suran Agung PSHW ke-123 menjadi momentum mempererat persaudaraan melalui konsep Purabaya, sekaligus mengajak seluruh warga menjaga ketertiban dan zero insiden....

Next Post
Jangan Terlalu Percaya Mobil Listrik, Emisi Karbon Tak Hilang Begitu Saja!

Jangan Terlalu Percaya Mobil Listrik, Emisi Karbon Tak Hilang Begitu Saja!

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id