Rabu, Oktober 21, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Ketua Umum PSHT Melayat ke Keraton Surakarta: Antara Persaudaraan dan Doa

by dimas
November 3, 2025
in Reality
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: News – Solo tenggelam dalam kesunyian yang berbeda. Langit mendung, udara lembap, dan langkah-langkah pelan terdengar di halaman Keraton Kasunanan Surakarta. Ketua Umum Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun, Kangmas Moerdjoko, datang bersama putranya. Bukan untuk upacara, bukan untuk seremoni mereka datang membawa doa, memberi penghormatan terakhir kepada Sri Susuhunan Pakubuwono XIII, pada Minggu (2/11/2025) malam.

Sekitar pukul delapan malam, suasana di kompleks keraton begitu hening. Tak ada musik, tak ada riuh kamera hanya aroma dupa yang menguar dan nyala lilin yang bergetar tertiup angin. Bangsal Parasdya, tempat jenazah Sinuhun disemayamkan, dipenuhi abdi dalem dan warga yang datang menundukkan kepala. Kangmas Moerdjoko berdiri di antara mereka, diam, menatap peti yang terbungkus kain putih. Kesedihan bukan hanya milik keluarga keraton, tapi juga seluruh mereka yang memahami arti ketulusan dalam menjaga budaya.

Sri Susuhunan Pakoe boewono XIII, yang akrab disapa Pakoe Boewono XIII, wafat di usia 77 tahun setelah dirawat akibat komplikasi penyakit. Dua dekade kepemimpinannya menandai masa penting dalam perjalanan Keraton Surakarta Hadiningrat masa ketika tradisi harus bersanding dengan dunia modern. Di tengah gempuran zaman, PB XIII tetap berdiri sebagai simbol keseimbangan: tegas dalam adat, lembut dalam tutur. Dari Sekaten, Grebeg, hingga Kirab Malam 1 Sura, ia hadir bukan sekadar pemimpin upacara, melainkan penjaga napas kebudayaan Jawa.

Rencananya, jenazah sang raja akan dimakamkan pada Rabu, 5 November 2025, di Kompleks Makam Raja-Raja Mataram, Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Hingga hari itu tiba, ribuan warga Solo dipersilakan datang ke keraton untuk memberikan penghormatan terakhir. Di setiap bunga yang diletakkan, di setiap doa yang dibisikkan, ada rasa kehilangan yang tak bisa ditulis oleh waktu.

Kedatangan Kangmas Moerdjoko ke keraton adalah lebih dari sekadar belasungkawa ini simbol lintas nilai dan rasa hormat antara dua pusat budaya padepokan dan istana. Di tengah dunia yang makin cepat dan dangkal, momen ini mengingatkan kita bahwa kebesaran bukan soal gelar, melainkan kesetiaan menjaga akar. Pakoe Boewono XIII bukan hanya raja adat, tapi penjaga identitas kolektif bangsa yang kian rapuh oleh arus modernitas. Saat budaya sering dianggap hanya tontonan, kepergian beliau memaksa kita bertanya, masihkah kita punya ruang untuk menghormati nilai-nilai yang membentuk siapa kita?

Ini Belum Selesai

Komdigi Bantah Shadowban Konten Karhutla, Mengapa Views Kreator Turun?

Aliansi BEM Solo Raya Kritik Prioritas MBG, Aksi Demo Memanas saat Ban Dibakar

Malam itu, Solo tak sekadar berduka ia berkaca. Di balik dinding keraton, gema gamelan seolah berhenti, meninggalkan sunyi yang panjang. Dan di antara dupa dan doa, @dimas

Kamu Melewatkan Ini

Jangkauan Menyusut, Kepercayaan Ikut Tergerus: Siapa Yang Mengawasi Algoritma?

Jangkauan Menyusut, Kepercayaan Ikut Tergerus: Siapa Yang Mengawasi Algoritma?

by teguh
Oktober 21, 2026

Dugaan shadowban konten karhutla membuka persoalan tentang transparansi platform, ketergantungan kreator, dan akses publik terhadap informasi. Jadi siapa yang mengawasi...

Kericuhan Demo Prabowo-Gibran, Malioboro Jadi Arena Kejaran

Kericuhan Demo di DPRD DIY, Massa Berlarian hingga Malioboro

by dimas
Oktober 21, 2026

Kericuhan mewarnai demo dua tahun Prabowo-Gibran di Yogyakarta. Massa berlarian hingga Malioboro saat aparat mengejar demonstran. Tabooo.id - Suara dentuman...

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Ekonomi Tumbuh, Kesejahteraan Masih Tertinggal

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Ekonomi Tumbuh, Kesejahteraan Masih Tertinggal

by dimas
Oktober 21, 2026

Dua tahun Prabowo-Gibran, ekonomi tumbuh di kisaran 5 persen. Namun, pekerjaan layak, daya beli kelas menengah, dan ketahanan energi masih...

Next Post
Prabowo di APEC: AI Senjata Baru Indonesia Perangi Kemiskinan dan Krisis Pangan

Prabowo di APEC: AI Senjata Baru Indonesia Perangi Kemiskinan dan Krisis Pangan

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id