Kamis, Juli 2, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Ketua Umum PSHT Melayat ke Keraton Surakarta: Antara Persaudaraan dan Doa

by dimas
November 3, 2025
in Reality
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: News – Solo tenggelam dalam kesunyian yang berbeda. Langit mendung, udara lembap, dan langkah-langkah pelan terdengar di halaman Keraton Kasunanan Surakarta. Ketua Umum Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun, Kangmas Moerdjoko, datang bersama putranya. Bukan untuk upacara, bukan untuk seremoni mereka datang membawa doa, memberi penghormatan terakhir kepada Sri Susuhunan Pakubuwono XIII, pada Minggu (2/11/2025) malam.

Sekitar pukul delapan malam, suasana di kompleks keraton begitu hening. Tak ada musik, tak ada riuh kamera hanya aroma dupa yang menguar dan nyala lilin yang bergetar tertiup angin. Bangsal Parasdya, tempat jenazah Sinuhun disemayamkan, dipenuhi abdi dalem dan warga yang datang menundukkan kepala. Kangmas Moerdjoko berdiri di antara mereka, diam, menatap peti yang terbungkus kain putih. Kesedihan bukan hanya milik keluarga keraton, tapi juga seluruh mereka yang memahami arti ketulusan dalam menjaga budaya.

Sri Susuhunan Pakoe boewono XIII, yang akrab disapa Pakoe Boewono XIII, wafat di usia 77 tahun setelah dirawat akibat komplikasi penyakit. Dua dekade kepemimpinannya menandai masa penting dalam perjalanan Keraton Surakarta Hadiningrat masa ketika tradisi harus bersanding dengan dunia modern. Di tengah gempuran zaman, PB XIII tetap berdiri sebagai simbol keseimbangan: tegas dalam adat, lembut dalam tutur. Dari Sekaten, Grebeg, hingga Kirab Malam 1 Sura, ia hadir bukan sekadar pemimpin upacara, melainkan penjaga napas kebudayaan Jawa.

Rencananya, jenazah sang raja akan dimakamkan pada Rabu, 5 November 2025, di Kompleks Makam Raja-Raja Mataram, Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Hingga hari itu tiba, ribuan warga Solo dipersilakan datang ke keraton untuk memberikan penghormatan terakhir. Di setiap bunga yang diletakkan, di setiap doa yang dibisikkan, ada rasa kehilangan yang tak bisa ditulis oleh waktu.

Kedatangan Kangmas Moerdjoko ke keraton adalah lebih dari sekadar belasungkawa ini simbol lintas nilai dan rasa hormat antara dua pusat budaya padepokan dan istana. Di tengah dunia yang makin cepat dan dangkal, momen ini mengingatkan kita bahwa kebesaran bukan soal gelar, melainkan kesetiaan menjaga akar. Pakoe Boewono XIII bukan hanya raja adat, tapi penjaga identitas kolektif bangsa yang kian rapuh oleh arus modernitas. Saat budaya sering dianggap hanya tontonan, kepergian beliau memaksa kita bertanya, masihkah kita punya ruang untuk menghormati nilai-nilai yang membentuk siapa kita?

Ini Belum Selesai

SPMB Bermasalah: Sekolah Ada, Kursi Ada, Lalu Mengapa Anak Tetap Ditolak?

Rp600 Triliun Ekspor Sawit, Setahun Menguap, Siapa yang Selama Ini Diuntungkan?

Malam itu, Solo tak sekadar berduka ia berkaca. Di balik dinding keraton, gema gamelan seolah berhenti, meninggalkan sunyi yang panjang. Dan di antara dupa dan doa, @dimas

Kamu Melewatkan Ini

Bukan Film Viral, Tapi Kisah Nyata yang Mengubah Cara Pandang

Bukan Film Viral, Tapi Kisah Nyata yang Mengubah Cara Pandang

by dimas
Juli 2, 2026

Film dokumenter tak mengejar viral, tetapi merekam kisah nyata yang mengubah cara pandang, menjaga ingatan, dan menghadirkan realitas yang sering...

Tradisi Menyatukan Warga, Pojok Baca Menghidupkan Cerita

Tradisi Menyatukan Warga, Pojok Baca Menghidupkan Cerita

by dimas
Juli 2, 2026

Pojok Baca TABOOO Corner hadir di Bersih Desa Winongo 2026, mengajak masyarakat menikmati tradisi sambil menumbuhkan budaya membaca dan literasi....

TABOOO Corner Hadirkan Merchandise Edisi Inheritance

TABOOO Corner Hadirkan Merchandise Edisi Inheritance

by dimas
Juli 2, 2026

TABOOO Corner memperkenalkan Merchandise Inheritance, koleksi eksklusif yang mengubah desain menjadi ruang dialog tentang warisan dan masa depan. Tabooo.id -...

Next Post
Prabowo di APEC: AI Senjata Baru Indonesia Perangi Kemiskinan dan Krisis Pangan

Prabowo di APEC: AI Senjata Baru Indonesia Perangi Kemiskinan dan Krisis Pangan

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id