Sabtu, April 11, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home Entertainment Film

Sebelum Tiga Puluh: Ambisi atau Ilusi Sukses di Usia Muda?

April 11, 2026
in Entertainment, Film
A A
Konsep Otomatis

Konferensi pers film Sebelum Tiga Puluh yang digelar di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur pada Senin, 30 Maret 2026. (Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Film Sukses sebelum usia 30 sering terdengar seperti target pribadi. Tapi, pernah kepikiran kalau itu juga bisa jadi tekanan sosial? Film Sebelum Tiga Puluh mencoba membuka realita itu, bukan sekadar mimpi yang terlihat indah.

Proyek Baru, Cerita Lama yang Terasa Dekat

Rumah produksi HAHA Production resmi mengumumkan film terbaru mereka berjudul Sebelum Tiga Puluh. Proyek ini dijadwalkan memulai syuting pada 2 April 2026 di Jakarta dan Singkawang.

Menariknya, film ini mempertemukan dua aktor untuk pertama kalinya, yaitu Chicco Kurniawan dan Nadya Arina. Keduanya dipercaya membawa cerita yang diangkat dari kisah nyata tentang perjuangan hidup, ambisi, dan literasi keuangan.

Namun, ini bukan sekadar film drama biasa.

Dunia Investasi yang Jarang Disentuh Film Indonesia

Sutradara Danial Rifki melihat proyek ini sebagai sesuatu yang berbeda. Ia tidak hanya ingin menyampaikan cerita perjuangan, tapi juga memperkenalkan dunia investasi yang selama ini jarang disentuh perfilman Indonesia.

BacaJuga

Pulang Membawa Gagal: Kenapa Kita Selalu Takut Mengecewakan Ibu?

“Menghitung”: Bukan Sekadar Lagu, Tapi Tamparan Batin

“Visi pribadi saya, film itu media yang mengubah hidup. Ketika datang proyek ini, saya lihat ceritanya life-changing banget,” ujar Danial.

Ia bahkan harus melakukan riset mendalam untuk memahami dunia investasi. Hal ini menunjukkan bahwa film ini mencoba melampaui drama konvensional.

Masalahnya, tidak banyak film Indonesia yang berani masuk ke ranah ini. Padahal, isu finansial justru sangat dekat dengan kehidupan anak muda hari ini.

Karakter Ivan: Ambisi Tanpa Kata Menyerah

Chicco Kurniawan memerankan tokoh utama bernama Ivan. Sosok ini digambarkan sebagai pribadi ambisius yang tidak mengenal kata gagal.

Menurut Chicco, kegagalan bagi Ivan bukan soal jatuh, tapi soal berhenti.

“Ivan itu orang yang enggak mau gagal. Gagal itu kalau dia berhenti,” kata Chicco.

Untuk mendalami peran ini, ia bahkan bertemu langsung dengan sosok asli yang menjadi inspirasi cerita. Dari sana, ia memahami cara berpikir dan keyakinan karakter yang ia mainkan.

Di titik ini, film mulai terasa personal. Bukan hanya soal cerita, tapi soal bagaimana seseorang memaknai kegagalan.

Nadya Arina dan Tantangan yang Tidak Biasa

Sementara itu, Nadya Arina memerankan Clara. Baginya, film ini terasa dekat karena ia juga sedang berada di fase menuju usia 30 tahun.

Namun, tantangan terbesar bukan pada emosi, melainkan fisik.

Ia harus belajar menjadi mermaid untuk kebutuhan adegan tertentu. Proses ini melibatkan teknik khusus untuk bergerak di dalam air sekaligus menciptakan efek visual yang meyakinkan.

“Cukup capek, tapi menarik,” ungkap Nadya.

Lebih dari itu, ia melihat film ini sebagai pengingat bahwa kemandirian dan keberanian menghadapi kegagalan adalah hal penting.

Bukan Sekadar Film, Tapi Cermin Tekanan Generasi

Di balik semua proses produksi dan cerita yang diangkat, Sebelum Tiga Puluh sebenarnya menyentuh sesuatu yang lebih dalam.

Film ini berbicara tentang tekanan tak terlihat yang sering dirasakan generasi muda. Tentang target usia, standar sukses, dan rasa takut tertinggal.

Ironisnya, banyak orang mengejar sukses sebelum 30 tanpa benar-benar tahu definisinya sendiri.

Di sinilah film ini jadi relevan. Ia tidak hanya menawarkan hiburan, tapi juga refleksi.

Kenapa Ini Penting Buat Kamu?

Karena cerita seperti ini bukan fiksi semata. Ini realita yang mungkin sedang kamu jalani.

Ambisi, kegagalan, dan tekanan sosial bukan lagi isu personal. Itu sudah jadi fenomena generasi.

Dan lewat film ini, pertanyaannya jadi lebih jelas:
Apakah kamu mengejar sukses karena ingin, atau karena merasa harus?

Penutup

Sebelum Tiga Puluh mencoba membuka ruang diskusi yang jarang disentuh. Tentang sukses, gagal, dan standar hidup yang sering kita telan mentah-mentah.

Karena pada akhirnya, mungkin masalahnya bukan pada usia 30.

Tapi pada cara kita memaknai hidup sebelum sampai ke sana.

Tags: AmbisichiccokurniawandanialrifkiFilmDramafilmindonesiagenerasimudaInvestasiliterasikeuangannadyaarinasebelumtigapuluh

REKOMENDASI TABOOO

Konsep Otomatis

Sebelum Tiga Puluh: Antara Mimpi, Tekanan, dan Realita yang Diam-Diam Kita Rasakan

by jeje
April 11, 2026

Tabooo.id: Vibes - Sukses sebelum usia 30 sering terdengar seperti mimpi yang harus dikejar. Semua orang membicarakannya, seolah ada garis...

Sekawan Limo 2: Sekadar Horor atau Ritual yang Makin Dalam?

Sekawan Limo 2: Sekadar Horor atau Ritual yang Makin Dalam?

by jeje
April 10, 2026

Tabooo.id: Film - Kalau kamu pikir cerita mereka sudah selesai, kamu keliru.Kini, di Sekawan Limo 2: Gunung Klawih, taruhannya naik level:...

“Jangan Buang Ibu”: Kisah Haru atau Cermin Realita yang Kita Hindari?

“Jangan Buang Ibu”: Kisah Haru atau Cermin Realita yang Kita Hindari?

by jeje
April 10, 2026

Tabooo.id: Film - Ada fase dalam hidup yang jarang kita pikirkan.Kita sibuk tumbuh. Kita mengejar banyak hal. Lalu, tanpa sadar,...

Next Post
Bupati Tulungagung Kena OTT, Publik Kembali Kehilangan Kepercayaan

Bupati Tulungagung Kena OTT, Publik Kembali Kehilangan Kepercayaan

Recommended

Tanpa Gelar Kuliah, Lulusan SMA Kini Punya Jalan Masuk Bea Cukai

Tanpa Gelar Kuliah, Lulusan SMA Kini Punya Jalan Masuk Bea Cukai

April 10, 2026
Damkar, Jagung, dan Kemarau: Saat Harapan Bukan dari Langit, Tapi dari Sirine

Damkar, Jagung, dan Kemarau: Saat Harapan Bukan dari Langit, Tapi dari Sirine

April 7, 2026

Popular

Materialisme Tan Malaka: Realita Itu Nyata, Tapi Apa Kamu Siap Menerima? – Madilog Series #1

Materialisme Tan Malaka: Realita Itu Nyata, Tapi Apa Kamu Siap Menerima? – Madilog Series #1

April 10, 2026

Siapa Ibu Sebenarnya? Teror Psikologis di Balik Legenda Malin Kundang

April 2, 2026

Tabooo.id Mulai Bedah Pemikiran Tokoh Besar

April 11, 2026

Tambang Tanpa Izin Berujung Maut, Siapa Bertanggung Jawab?

April 10, 2026

Motor Listrik MBG? Katanya Program Gizi

April 10, 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.